Tuesday, July 17, 2018

Gelumbang (Pernah) Punya Lapangan Terbang ?

Lapangan terbang Gloembang atau Belanda Menyebutnya lapangan terbang P2 (Palembang Dua) di identifikasi sebagai Lapangan yang kini berada di dalam areal Batalyon Kavaleri 5 Kodam Sriwijaya di desa Karang Endah, kecamatan Gelumbang. Anda bisa lihat dengan jelad dalam foto udara dari Google map di atas sebuah lapangan mirip landasan pacu pesawat terbang pada sisi kanan foto.
Gelumbang adalah sebuah kelurahan di Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Wilayah yang dulunya merupakan satu kecamatan yang sangat luas dan kini sudah di mekarkan menjadi 6 kecamatan terdiri dari Kecamatan Gelumbang sebagai kecamatan induk, Kecamatan Lembak, Kecamatan Sungai Rotan, Kecamatan Muara Belida, Kecamatan Belida Darat dan Kecamatan Kelekar. Ke enam kecamatan ini sedang dalam persiapan untuk membentuk Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Gelumbang.

Sejarah mencatat, wilayah bekas kecamatan Gelumbang yang kini mekar menjadi 6 kecamatan dan biasa disebut dengan istilah Dapil-3, pernah memiliki dua Lapangan Terbang. Satu lapangan terbang dibangun oleh penjajah Belanda di wilayah Desa Karang Endah, dan satu lagi di bangun oleh PT. Patratani, anak perusahaan PT. Pertamina Persero, di tengah perkebunan kelapa hibrida yang dikelolanya dan kini masuk ke dalam wilayah kecamatan Muara Belida.

Majalah Departemen Pertahanan Australia (ADF) Edisi November – Desember 2006 merilis sebuah laporan penyelidikan tentang sejarah keberadaan lapangan terbang di wilayah Gelumbang, tepatnya di pangkalan militer Karang Endah. Lapter tersebut di identifikasi dengan kode P2 Airstrip atau Palembang 2 Airstrip.
.
Laporan tersebut terkait sejarah Militer Australia yang pernah menggunakan lapangan terbang P2 Karang Endah sebagai perhentian, pada saat seluruh pasukan Australia diperintahkan mundur dan keluar dari wilayah Malaysia dan Singapura.
.
Foto udara dari pihak Belanda, suasana Lapangan Terbang P2 Karang Endah atau Lapangan Terbang Gloembang.

Lapter P2 Karang Endah awalnya dibangun oleh Belanda di pangkalan militer Belanda di Karang Endah berupa lapangan rumput luas dengan runaway berpermukaan tanah yang dipadatkan. Pembangunannya terkait dengan persiapan militer Belanda menghadapi serbuan pasukan Jepang di tahun 1941 sebagai lapangan terbang kedua (cadangan) setelah lapangan terbang P1 atau Palembang Satu di Talang Betutu.
.
Pembangunan lapangan terbang tersebut memang tidak pernah selesai, namun demikian sudah digunakan oleh pihak tentara Belanda dalam hal ini adalah pasukan Militaire Luchtvaart – Koninklijk Nederlands Indisch Leger (ML-KNIL) pada bulan Desember 1941 dan diperlengkapi dengan pengebom Glen Martin. Pasukan tersebut kemudian ditarik mundur dan direlokasi ke Semplak (Bogor) pada tanggal 26 Januari 1942 (lokasi yang kini kemungkinan menjadi Pangkalan TNI AU Atang Sanjaya, Bogor).
.
Digunakan oleh pasukan sekutu
.
Seiring dengan pecahnya perang tanggal 8 Desember 1941, Hindia Belanda (Netherlands East Indies), Amerika Serikat, Inggris dan Australia bersekutu dan membentuk Kerjasama pertahanan udara pada tanggal 15 Januari 1942. Namun kemudian penarikan pasukan negara negara ini terbilang lambat dari dari wilayah Malaya sampai dengan menyerah nya Jepang di 8 Maret 1942.
.
Dalam rangka penarikan pasukan tersebut, AU Inggris (RAF) dan pasukan AU Australia menggunakan Pangkalan Udara P1 (Talang Betutu) dan Lapter P2 (Karang Endah). Lapter P2 Karang Endah sempat di pimpin oleh Kapten McCauley dari AU Inggris (RAF) pada tanggal 31 Januari 1942.
.
Pasukan TNI Hijrah. Paska penandatangan perjanjian Renville pasukan TNI harus hijrah dari wilayah Belanda ke wilayah Republik Indonesia. Tampak dalam foto di atas pasukan TNI sedang berkumpul di Lapangan Terbang Karang Endah yang kala itu masih dikuasai Belanda untuk bersiap hijah masuk ke wilayah Republik Indonesia.

Pesawat pesawat militer yang pernah bertugas di Lapter P2 Karang Endah termasuk pesawat Lockheed Hudsons dari Skuadron 1 AU Australia (RAAF) dan skuadron 62 AU Inggris (RAF), Bristol Blenheims dari skuadron 27 AU Inggris (RAF) dan Skuadron 84 AU Inggris (RAF), yang semuanya dibawah kendali kelompok pembom 225 AU Inggris (RAF). tidak ada data pasti tentang jumlah pesawat yang di Lapter P2 Karang Endah ini saat itu namun diperkirakan terdapat lebih dari 100 pesawat yang tersebar dibawah pepohonan.
.
Dikuasai pasukan Jepang (Februari 1942-Agustus 1945)
.
Pada tanggal 14 Februari 1942, pasukan militer Jepang berhasil merebut Lapangan terbang P1 (Talang Betutu) dan berikutnya berhasil menguasi wilayah kota Palembang dan dua kilang minyak di seberang selaran Sungai Musi. Situasi itu menyebabkan lapter P2 Karang Endah sangat sulit untuk dipertahankan oleh pasukan Belanda dan sekutunya, dan berujung kepada penarikan pasukan Belanda dan Australia ke pulau Jawa pada tanggal 16 Februari 1942, Induk pasukan terahir yang ditarik dari Karang Endah adalah Batalyon Infantri X.
.
Gelumbang dan sekitarnya jatuh ke tangan pasukan Jepang pada 21 Februari 1942 termasuk Lapter P2 Karang Endah, dan pada tanggal 24 Februari 1942 pesawat Jepang pertama kali mendarat di Lapter P2 Karang Endah, terdiri dari 29 pesawat pembom Mitsubishi G3M bombers dan pesawat angkut tunggal Genzan Kokutai dari Detasemen AL ke 22 Jepang (Koku Sentai). Di hari berikutnya Lapter P2 ini digunakan oleh detasemen Genzan Kokutai sebagai basis untuk menyerang Tanjung Periok.

Lapangan Terbang Gloembang

Selanjutnya Lapter P2 Karang Endah digunakan oleh Angkatan Udara Jepang dan mengganti nama P2 menjadi Lapangan Terbang Gloembang dan melengkapinya dengan 54 unit pesawat tempur Nakajima Ki-44 fighters dari skuadron Sentai ke 87 pada pertengahan bulan Oktober 1944. Fungsi utama Lapter Gloembang adalah sebagai pangkalan pesawat tempur untuk melindungi kilang minyak di Plaju dan Sungai Gerong yang sudah di kuasi Jepang.
.
Pertempuran udara Skuadron 87 Sentai dari Lapter Gloembang ini terjadi pada tanggal 24 dan 29 Januari 1945 ketika pesawat pesawat tempur Inggris menyerang Sungai Gerong dan Plaju. Dalam pertempuran udara itu Skuadron 87 Sentai kehilangan 12 pesawat mereka. Hal itu diperkuat oleh laporan pihak mliter Jepang tanggal 14 Maret 1945 yang menyebutkan bahwa Skuadron 87 Sentai merupakan satu satunya penguasa di Gloembang dengan kekuatan 17 pesawat tempur jenis Nakajima Ki-44s. Sedangkan unit tempur yang lain termasuk Skuadron Sentai ke 21 dan 33 menggunakan Lapter Gloembang sebagai lapter singgah dari pangkalan utama mereka di Talang Betutu.
.
Gerbang Komplek Batalion Kavaleri 5 (YONKAV-5) Karang Endah, ditepian ruas jalan dari Gelumbang ke arah kota Prabumulih.

Sebuah laporan intelejen pada bulan Oktober 1945 le,imglomam berasal dari sumber sumber Inggris, menyebutkan bahwa diperkirakan terdapat tujuh pesawat tempur jepang jenis Kawasaki Ki-45, 12 pesawat Mitsubishi Ki-46, satu Mitsubishi Ki-30 dan satu Mansyu Ki-79 milik mirliter Jepang, terbengkalai tak terurus di Lapangan Terbang Gloembang. Laporan ini menjadi menarik karena jenis pesawat yang disebutkan berbeda dengan jenis Nakajima Ki-43 dan Ki-44 yang dilaporkan beroperasi dari Lapter Gloembang.

Lapter Gloembang di masa awal Kemerdekaan (Agustus 1945 – Juli 1947)

Seiring dengan menyerahnya Jepang kepada sekutu dan Proklamasi kemerdekaan Indonesia, di pulau sumatera terdapat lebih dari 60 lapangan terbang termasuk Lapter Gloembang atau P2 Karang Endah dibawah kendali pemerintah Indonesia. Namun demikian pemerintah Indonesia tidak langsung mengelola lapangan lapangan terbang P1 Talang Betutu dan Lapter Gloembang atau P2 Karang Endah dan masih di bawah pengelolaan AU Belanda.
.
Hal tersebut kemungkinan karena kebanyakan pesawat yang ada dalam kondisi rusak atau tak terawatt ataupun karena ketiadaan pilot untuk mengoperasikan pesawat pesawat di Lapter tersebut karena para pilot TNI saat itu masih terkonsentrasi di pulau Jawa dan Sumatera Utara.
.
Meski pernah disebutkan dalam sebuah diskusi di Palembang pada tanggal 26 September 1946 tentang pembentukan fasilitas pelatihan bagai para pilot di wilayah Sumatera Selatan dan kemudian pihak Belanda menyebutkan fasiltas dimaksud dibentuk di Lapter Gloembang atau Lapter P2 Karang Endah namun demikian laporan ini tidak ditemukan dalam catatan catatan sejarah ataupun publikasi pemerintah Indonesia.
.
Tampaknya saat itu pemerintah Indonesia konsentrasi kepada perbaikan lapangan terbang di Sumatera termasuk Lapter P2 Karang Endah, hal tersebut untuk menunjang upaya percepatan pengadaan penerbangan rutin antara Lapter Maguwo (Yogyakarta) ke Changi (Singapura) dengan perhentian untuk pengisian bahan bakar di Lapter P2 Karang Endah dan Bukit Tinggi.
.
Penerbangan rutin oleh beberapa maskapai telah dimulai pada tanggal 9 April 1947 namun tidak diketahui apakah penerbangan penerbangan tersebut melakukan pendaratan singgah di Lapter Gloembang atau tidak.

Diketahui bahwa pada pada tanggal 20 September 1946 Komodor Udara Abdul Halim Perdanakusuma bersama pilot Opsir II Imam Suwongso Wirjosaputro berangkat dari Yogya menuju Pangkalan Udara Karang Endah, untuk meresmikan pembukaan pangkalan tersebut.

Agresi Militer Belanda I (July 1947 – April 1950)

Di masa Agresi Militer Belanda pertama, Lapter P2 Karang Endah kembali di kuasi oleh tentara Belanda pada tanggal 25 Juli 1947 oleh Resimen ke 7 Regiment Stoottroepen (RS). Agresi tersebut merupakan bagian dari upaya Belanda untuk merebut ladang minyak di wilayah Sumatera Selatan.
.
Lapter P2 Karang Endah kemudian dikelola oleh Detasement Piper Cubs yang merupakan bagian dari 17 Verkenning en Artillerie Waarneming Afdeling (VARWA). Dan Karang Endah menjadi salah satu dari 40 Lapter yang dikuasai oleh 17 VARWA di pulau Sumatra.
.
TNI AD (April 1950 – sampai Sekarang)
.
Lapangan terbang P2 Karang Endah atau Lapangan Terbang Gloembang diserah terimakan dari Pemerintah Belanda ke Pemerintah Republik Indonesia pada bulan April 1950 sebagai bagian dari penyerahan seluruh fasilitas KNIL kepada pemerintah Indonesia.
.
Kini Lapangan Terbang P2 Karang Endah atau oleh pihak Jepang disebut sebagai Lapangan Terbang Gloembang dan seluruh fasilitas militernya menjadi fasilitas militer TNI Angkatan Darat, dalam hal ini menjadi Markas Batalyon Kavaleri 5 (Yonkav V) Kodam Sriwijaya, di desa Karang Endah, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
.
Sejauh ini tidak ada laporan resmi tentang penggunaan bekas lapangan terbang P2 tersebut. Sebagai fasilitas militer negara, kawasan tersebut tentu saja tertutup untuk umum kecuali dengan izin resmi dari pihak berwenang.

referensi


Monday, July 9, 2018

Fenomena air laut menyala di Pantai Tanjung Pakis Karawang

Bio-Luminescence di pantai Maladewa

Ahad 9 Juli 2018 saat berkunjung ke pantai wisata pakis Karawang hingga malam hari, sangat menyenangkan dan begitu menarik menemukan pemandangan baru gelombang laut yang menuju ke pantai bersinar terang kebiru biruan, hijau menyala hingga merah muda menyala, diiringi dentuman suara ombak yang kemudian memecah buih yang bersinar terang itu.

Bukan semata mata hanya dapat dilihat, nyatanya sinar sinar berkilauan itu juga dapat disentuh dengan tangan dan setiap gerakan tubuh di dalam air menimbulkan pancaran cahaya yang berkilau digelapnya malam, memberikan pengalaman bermain main dengan cahaya seakan tokoh dalam film the Avatar. . . . memang butuh tambahan keberanian untuk nyebur ke laut di tengah gelapnya malam untuk menikmati sensasi unik itu.

Malam itu atmosfir di Pantai Wisata Pakis Jaya Karawang memang sedang sangat mendukung, langit bertabur bintang tanpa bulan, beberapa butir bintang tampak lebih besar dan bersinar lebih terang dibandingkan dengan lain nya termasuk sebutir bintang merah yang mencorong menyala terang menggantung diangkasa diantara bintang bintang lainnya.


Sayangnya kamera semi DSLR yang kami bawa tidak mendukung untuk melakukan pemotretan dengan bukaan lebar untuk mengabadikan momen langka itu. foto ilustrasi di atas merupakan fenomena yang sama di pantai republic Maladewa (Maldives) sebauh negara kecil di tengah samudera Hindia.

Fenomena air laut menyala ini dijelaskan mbah gugel secara gamblang sebagai “Fenomena Laut Bioluminescence”. Kata bioluminescence terdiri dari dua bahasa, bio yang artinya hidup dalam bahasa Yunani dan lumen yang artinya cahaya dalam bahasa Latin. Fenomena bioluminescence merupakan salah satu peristiwa yang terjadi ketika makhluk hidup mengalami sebuah reaksi kimia tertentu yang mampu menghasilkan emisi cahaya. Selanjutnya reaksi kimia yang dihasilkan berupa energi cahaya.

Peristiwa ini membuat sebagian laut bersinar dalam gelapnya laut malam. Seolah-olah terdapat ratusan bohlam menyala dari dalamnya. Bioluminescence ditemukan di seluruh biosfer, tetapi hanya pada vertebrata laut, invertebrata dan beberapa jenis tumbuhan. Bioluminescence ditemukan pada makhluk hidup seperti chepalopoda, copepoda, ostracoda, amphipoda, euphausida, beberapa jenis ikan, annelida, plankton, dan ubur-ubur. Di darat bioluminescence ditemukan pada beberapa jenis serangga, kunang-kunang, ulat (glow-worm), kumbang, dan beberapa jenis diptera.

Senja di Pantai Tanjung Pakis Karawang

Penjelasan terjadinya fenomena itu cukup rumit untuk saya fahami, namun demikian nyatanya fenomena itu bahkan sudah dimanfaatkan di dunia medis untuk membantu proses diagnosa, dan kesimpulan saya pribadi fenomena ini tidak membahayakan kesehatan untuk dinikmati langsung, buktinya setelah menceburkan diri ke laut untuk menikmatinya saya masih berkesempatan menuliskannya untuk anda.

Hanya saja teramat sangat menarik bahwa Gugel sama sekali tak menyebut Pantai Pakis Karawang sebagai salah satu tempat yang ditinggali organisme penghasil cahaya laut itu, namun yang disebut adalah Pantai Gili Trawangan (NTB) dan tempat tempat di luar negeri termasuk Teluk Mosquito (Pulau Vieques, Kepulauan Karibia), Teluk Halong (Vietnam), Pulau Vaadhoo (Raa Atoll, Maladewa), Teluk Toyama (pesisir utara Pulau Honshu, Jepang), Marlin Marina (Cairns, timur laut Queensland, Australia), dan Teluk Mission (kawasan San Diego, California).

Penasaran atau malah menganggap saya membual, ya silahkan datang sendiri ke pantai Wisata Pakis Jaya Karawang di malam hari pada saat bulan gelap dan bintang bertaburan. dan lebih indah pada saat pantai sudah sunyi senyap dari pengunjung dan pedagang yang sudah menutup warung dan sebagian lampu penerangan telah dipadamkan.


Thursday, June 28, 2018

BALADA AYAM KAMPUNG

bisa jadi . . . . . 

Ketika ia masih hidup, selalu saja di-usir pada saat ia akan masuk ke rumah kita. Justru ia baru dihargai dan ditempatkan di tempat terhormat di dalam rumah kita pada saat ia sudah mati . . . . dan berubah menjadi ayam goreng.
.
Yakinkah hanya ayam yang kita perlakukan demikian ?. Yakinkah tak ada air mata yang jatuh di luar sana, karena pintu hati kita yang terlanjur tertutup untuknya . . . ??
.
.

Saturday, March 10, 2018

MONOLOG KEMALAMAN DI MANGGARAI

KRL melintas langsung di jalur 3 Stasiun transit Manggarai.

(Monolog itu ngomong dewek an😎).
.
Pertama kali naik KRL🚋🚋🚋 di kampungnya Naruto sana itu sempat berpikir kok penampilan luar maupun dalam hingga sistem dan aturannya sama persis dengan KRL commuter line di Jabodetabek ya?. .
.
Maklumlah saia memang agak katrok dan belum pernah mencari tahu tentang itu, usut punya usut ternyata unit unit KRL di Jabodetabok memang berasal dari negeri sakura itu, baik yang didapat secara hibah maupun dibeli seken dari beberapa operator KRL disono. .
.
Tentu saja ada beberapa hal yang memang harus disesuaikan dengan iklim di tanah air, seperti contohnya adalah bagian bawah bangku penumpang yang terlihat seperti ornamen hias dari plat besi motif bolong bolong, sebenarnya adalah unit pemanas yang difungsikan pada saat musim dingin, tentu saja tidak akan difungsikan di Jabodetabek yang hanya ada musim hujan dan kemarau. .

Keliatan khan bagian bawah nagkunya itu yang bolong bolong, aslinya itu untuk pemanas yang dinyalakan disaat musim dingin agar ruangan dalam KRL tetap hangat dan penumpangnya gak kedinginan. Di Jabodetabek tentu saja tidak difungsikan bahkan ditambahkan lagi kipas angin dibagian atas ruang.

Ah ane inget betul bagian satu itu karena berasa bener angetnya di kaki menghentikan gemetar di badan akibat suhu dingin yang gak ketulungan 😶 .
.
Ketika kedinginan di kampung orang🤤😭, baru berasa bener Sorga nya negeri ku Indonesia 🇲🇨🇲🇨🇲🇨 yang matahari nya hangat saban taun, membuat kita bisa hari hari ASYIK aja pake kaos oblong calana setengah tiang plus sandal jepit 🏖🏕. .
.
Dan tentu saja mas brow, iklan yang bergelantungan di dalam KRL disono itu hampir seluruhnya saia gak ngarti karena gak bisa bacanya hahahaha, termasuk juga suara merdu cewek yang terdengar di speaker sepanjang perjalanan itu. au' ah gelap. Blaz ora faham do’i ngomong opo. . .
.
instagram @hendrajailani



Tuesday, January 16, 2018

Menilik Pulau Penyengat

Penyengat yang Carnipora, Peta Lokasi Pulau Penyengat dan Masjid Sultan Riau atau Masjid Putih Telur yang begitu terkenal dan bersejarah, dan disebut sebut pembangunannya menggunakan putih telur. Masjid kuning ini terlihat jelas dari pantai kota Tanjung Pinang.

Penyengat adalah sebutan orang melayu bagi sejenis tawon liar seperti di foto itu. Penyengat juga nama sebuah pulau kecil yang ukurannya tak lebih dari 1,5 km persegi di lepas pantai Kota Tanjung Pinang Provinsi Kepulauan Riau. Saat ini statusnya merupakan sebuah kelurahan di dalam kota Tanjung Pinang dan menjadi salah satu objek wisata sejarah andalan kota Tanjung Pinang. Pulau Penyengat sempat menjadi ibukota kerajaan melayu Johor-Riau di abad ke 19.
.
Di pulau kecil ini anda dapat menemukan peninggalan kejayaan kesultanan melayu Johor-Riau termasuk beberapa bangunan Istana, benteng pertahanan, gedund gedung bersejarah dan makam para raja kesultanan melayu Johor-Riau, termasuk Masjid Sultan Riau Penyengat yang sangat populer itu.
.
.
Konon, nama penyengat bagi pulau ini memang berasal dari nama Tawon Penyengat itu. Jaman dulu para pelaut Portugis yang mendarat di pulau kecil ini untuk mendapatkan air bersih, kocar kacir kembali ke kapalnya karena diserang serombongan Penyengat ganas tersebut. Di sekitar balai adat Melayu di pulau Penyengat kini memang masih ada sumur tua yang airnya jernih dan tawar meskipun letaknya di bibir pantai pulau penyengat.
.
Dan Menariknya lagi mas/mbak Brow, Pulau penyengat ini beserta Istana dan seluruh isinya ini, di tahun 1803 merupakan Mas Kawin dari Sultan Mahmud, Raja Kesultanan Johor-Riau untuk Permaisurinya, Engku Putri atau Raja Hamidah anak dari Raja Haji Yang Dipertuan Muda Riau ke IV. Makam beliau kini dapat ditemukan di pulau Penyengat.
.
Di dalam komplek Makam beliau juga terdapat makam dari Raja Ali Haji, sang pujangga kesultanan Riau yang begitu termasyur dan juga Pahlawan Nasional Indonesia. Selamat berkunjung ke Penyengat.
.
Baca Juga



Tuesday, December 12, 2017

Pesan disebilah Keris


Keris, warisan budaya Nusantara. 

Konon seorang Sultan yang berkuasa wilayah sebelah timur sungai Citarum, mengirimkan sebilah keris untuk putranya yang tinggal di pesisir utara Tatar Pasundan. Sederet pesan panjang terbaca oleh putranya dari sebilah keris itu. Di kemudian hari sejarah mencatat bahwa, dia, penerima keris itu menjadi Sultan pertama di kerajaan yang jejak sejarahnya bahkan ditemukan di dasar sungai yang mengalir di Kota London, ribuan kilometer jauhnya dari tanah jawa.

Apa gerangan pesan yang “tertulis” di keris itu ? entahlah, pastinya sang putra mahkota faham betul pesan yang dikirimkan oleh ayahandanya tercinta, meski tak ada satu aksara-pun terpahat di keris itu. Karena membaca memang tak selalu tentang aksara. Manakala kata terlalu sulit dirangkai menjadi kalimat, pesan pun terkirim dengan aksara tanpa rupa.

Seumpama komputer yang membaca data di dalam flashdisk, sesederhana itu bagi penerima pesan yang dituju. sekali tersambung ke piranti komputer seluruh dalam flash disk akan terbaca. Tak semua orang masa kini familiar dengan dunia digital seperti halnya tak semua orang di masa lalu memahami transmisi data melalui sebilah keris.

Meskipun demikian patut di ingat bahwa tak semua flash disk berisi data. Dan tak semua data mampu di baca oleh komputer, beberapa diantaranya membutuhkan piranti tambahan baik piranti keras maupun piranti lunak. Lumrahnya sebuah penyimpan data, makin banyak dipakai, makin banyak data “yang menghuni” nya.

Dan tentu saja makin banyak orang yang menggunakan flash disk yang sama, makin banyak pula “rupa” data yang ditempatkan di dalamnya dan makin banyak pula rekam jejak yang tertinggal. Namun perumpamaan tinggallah perumpamaan, keris sama sekali tak sama dengan flash disk, ini hanyalah secuil obrolan tentang “sesuatu” yang tersimpan di dalamnya.

Lebih sederhananya lagi, bersilaturrahim lah dengan seseorang yang memiliki keris warisan dari leluhurnya, anda tak perlu menjadi komputer yang mampu membaca flashdisk untuk mengetahui data yang tersimpan di dalamnya, cukup bertanya kepada pemiliknya tentang keris tersebut, dan insya Allah anda akan mendengar sederet kisah panjang yang tersimpan di dalamnya.

Akan tetapi, teramat sulit untuk mencerna bagaimana orang yang hidup berabad abad yang lalu membuat sebilah keris sebagai tanda cinta untuk salah seorang keturunannya yang (akan) hidup sekian abad kemudian lengkap dengan “identitas jelas” orang yang dituju.

Barangkali “era digital” di jaman old sudah mampu menciptakan program “kirologi” yang luar biasa akurat, sampai sampai mampu menerka identitas keturunannya yang (akan) hidup sekian abad kemudian alias hidup di jamam now. Wallahuwa’lam Bishawab.***

--------------------------------------------------------------------
Follow akun instagram kami di IG @hendrajailani
--------------------------------------------------------------------




Sunday, November 12, 2017

Madain Saleh Reruntuhan Bangsa Terkutuk

salah satu makam dari gunung batu yang di pahat dan di ukir di Madain Saleh

Madain Saleh merupakan daerah di Arab Saudi, lokasinya berada di provinsi Madinah dekat dengan Al-‘Ula di wilayah Hijaz. wilayah ini dikenal sebagai situs arkeologi dan kini menjadi salah satu objek wisata paling menarik di Arab Saudi.

Mada'in Salih terletak 20 km di sebelah utara Al-`Ula, 400 km barat laut Madinah, dan 500 km ke arah tenggara dari Petra, Yordania. Mada'in Salih berada di wilayah kaki dataran tinggi basalt yang merupakan bagian dari Pegunungan Hijaz.

Tempat ini juga disebut dengan nama Al-Hijr yang berarti “tempat berbatu” merujuk kepada tofografi wilayahnya yang berbatu. Sedangkan Madain Saleh sebagai nama tempat ini berarti “Kota Saleh” dan Saleh yang dimaksud adalah Nabi Saleh a.s.  UNESCO pada tahun 2008 menyatakan Mada'in Salih sebagai sebuah Situs Warisan Dunia, yang pertama di Arab Saudi.


Temuan arkeologi ditempat ini menemukan bukti akurat tentang kejayaan bangsa Tsamut di sekitar 800 tahun sebelum Masehi. Kitab Suci Al-Qur’an mengabarkan tentang kaum Tsamut, ummat nabi Saleh a.s dalam Al-qur’an surah Al-A’raf ayat 74 hingga 79 dijelaskan tentang pembangkangan kaum Tsamut terhadap risalah yang disampaikan Nabi Saleh a.s dan berujung kepada kebinasaan kaum Tsamut.

“Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikam kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum ‘Aad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan.

Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di antara mereka: “Tahukah kamu bahwa Shaleh di utus (menjadi rasul) oleh Tuhannya?”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami beriman kepada wahyu, yang Shaleh diutus untuk menyampaikannya”.

Orang-orang yang menyombongkan diri berkata: “Sesungguhnya kami adalah orang yang tidak percaya kepada apa yang kamu imani itu”.

Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan. Dan mereka berkata: “Hai Shaleh, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah)”.

Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka.

Maka Shaleh meninggalkan mereka seraya berkata: “Hai kaumku sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku, dan aku telah memberi nasehat kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasehat”.

Kaum Tsamud merupakan bangsa yang berperadaban tinggi, berbagai karya seni pahat, ukiran dan pertukangan adalah contoh kemahiran mereka. karena kepandaiannya itu hasil ukiran kaum tsamut dijadikan barang dagangan dengan komunitas lainnya. produk utama kaum tsamut diantaranya adalah barang pecah belah yang unik dan memiliki kualitas dan nilai seni yang tinggi, kemenyan hingga rempah rempah.

Rumah pada gunung gunung batu yang dipahat dan di ukir, begitu tinggi, besar dan megah

Dari hasil perdagangan tersebut memberikan kekayaan sehingga memungkinkan kaum Tsamut ini membangun rumah rumah megah dan istana mereka, hingga memahat gunung gunung batu untuk tempat tinggal dan makam.

Kaum Tsamut adalah penyembah berhala, dan nabi Saleh a.s di utus untuk mengajak kaum ini beriman kepada Allah SWT. Namun kaum Tsamud tidak mempedulikan seruan Salih dan malah meminta Salih untuk mengeluarkan unta betina dari balik gunung sebagai tanda kenabiannya.

Seekor unta betina pun keluar dari balik gunung sesuai permintaan kaum Tsamut. Akan tetapi, hanya sebagian kecil dari Kaum Tsamud yang kemudian beriman. Sebagian yang lain kemudian membunuh unta tersebut dan dengan congkak menantang Nabi Saleh a.s untuk membuktikan ancaman yang disampaikannya bagi orang orang yang durhaka kepada Allah. Kaum Tsamud kemudian ditimpa azab gempa bumi dasyat dan sambaran petir hingga melenyapkan bangsa Tsamut dari muka bumi.

Wilayah Mada'in Salih kemudian berganti kaum, di sekitar abad pertama masehi wilayah ini dihuni oleh bangsa Nabatean dan menjadikan wilayah Mada’in Saleh sebagai ibukota kedua setelah Petra (di Jordania). itu sebabnya hingga kini peninggalan peninggalan di Madain Saleh ini memiliki banyak kemiripan dengan peninggalan di Petra.****