Friday, October 30, 2015

Negara Api Itu Memang Pernah Ada Loh


Negara Api, nama yang sangat familiar di sinema animasi Avatar The Legend Of Ang. Tapi nyatanya nama itu tidak hanya sekedar legenda loh. di Indonesia pun memang pernah ada satu kerajaan yang namanya Negeri Api atau Negara Api. Nama resminya adalah Mandala Agny Nusa. Mandala berarti Kerajaan bawahan. Agny Nusa berarti Pulau Api.

Mandala Agny Nusa atau Negara Api adalah kerajaan kecil di tempat yang kini dikenal sebagai gugus kepulauan Krakatau, diseleat sunda. Disebut Negara Api karena memang di pulau itu ada gunung krakatau yang senantiasa aktif sepanjang zaman. Adalah kerajaan Salakanagara yang belakangan ini dikenal sebagai Kerajaan pertama di Nusantara, jauh lebih dulu dari Kerajaan Kutai di Kalimantan yang sebelumnya ditetapkan sebagai kerajaan tertua dan pertama di Nusantara.

Di abad ke 2 Masehi, Dewawarman selaku Raja Salakanagara saat itu, mempersatukan wilayah kekuasan kekuasaan kecil menjadi Mandala atau kerajaan bawahan Salakanagara, salah satu kerajaan bawahan itu ya Negara Api alias Mandala Agny Nusa tadi yang berada di pulau Krakatau itu.



------------------------------------------

Baca Juga




Thursday, October 29, 2015

Dilarang Miskin


Rangkaian ayat dalam QS Al-Najm [53]: 43 - 48 :

43. ... "Dialah yang menjadikan orang tertawa dan MENANGIS;"
44. ... "Dialah yang mematikan dan meng-HIDUP-kan;"
45. ... "Dialah yang menciptakan ... "Laki-lai dan Perempuan;"
48. ... "Dialah yang memberi kekayaan dan kecukupan."

Untuk ayat 43, 44, dan 45, dengan mudah pasti kita faham, bahwa itu adalah "berpasang-pasangan". Ada tertawa dan menangis, ada mati dan hidup, serta ada laki-laki dan perempuan. Tapi bagaimana untuk ayat yang ke 48 ?.

Pasangan "kekayaan" nya bukan "kemiskinan", tapi "kecukupan".

"Sesungguhnya Allah azza wajalla hanya memberi kekayaan dan kecukupan. Yang menciptakan kemiskinan adalah kita sendiri, manusia. Bisa karena ekonomi, bisa juga karena rasa miskin itu kita bangun di dalam pikiran kita sendiri."

Jadi, marilah kita bangun rasa cukup di hati dan pikiran agar kita menjadi hamba yang bersyukur. Kemudian bulatkan pula tekad semangat yang kuat agar tidak menjadi manusia yang miskin secara ekonomi

"Ayo bangun rasa cukup di hati dan pikiran kita, agar kita menjadi hamba yang selalu BERSYUKUR"

Qana’ah artinya merasa cukup atas apa yang ada. Orang yang qana’ah selalu gembira dan mensyukuri segala yang diberikan Allah kepadanya meski orang kebanyakan mungkin menganggapnya kecil sekali.

“Qanaah itu adalah harta yang tak akan hilang dan simpanan yang tidak akan lenyap”. (HR. Thabarani dari Jabir).

------------------------------------------

Baca Juga


Tuesday, October 27, 2015

Siti Waterpump, Pompa Air Nomor Wahid


Bacalah tulisan ini sampai ahir dan anda akan tahu bahwa ini bukan iklan pompa air.

Di tanah air kita, Indonesia, Kelapa memiliki arti simbolik sangat dalam. Buahnya yang sedang bertunas dijadikan lambang organisasi kepanduan nasional, menyimbolkan pemuda/pemudi yang mampu tumbuh dan berkembang dengan baik di lingkungan apapun, dan bila telah dewasa nanti mampu memberikan manfaat sebesar besarnya seperti pohon kelapa dewasa yang semua bagian pohonnya memiliki nilai komersil alias dapat dimanfaatkan.

Bagi para sufi, thoriqoh hingga pelaku kebathinan, buah kelapa disebut sebut sebagai buah ma’rifat, simbolisasi sederhana yang sempurna dari upaya mengenal Tuhan dari ciptaan nya. Konsep ini salah satunya untuk menjabarkan dengan metoda sederhana dan mudah difahami oleh orang Nusantara tentang ayat ke 35 dari surah An-Nur yang menjelaskan tentang cahaya yang bersumber dari pohon zaitun. Tidaklah mudah untuk menjelaskan perumpamaan yang dijabarkan di dalam ayat tersebut kepada masyarakat yang sama sekali tidak mengenal pohon zaitun seperti masyarakat Nusantara, dan buah kelapa lah yang kemudian dijadikan simbolik sederhana untuk menjelaskan makna ayat tersebut.

Teknologi Pohon Kelapa ?

Pohon kelapa itu unik dan rumit. Ada air di dalam buah-nya tapi tidak ada pompanya. Tidak ada jaringan pipa atau selangnya. Ditebang pohonnya juga tidak ada air yang muncrat. Di potong tandannya juga tidak ada air yang mengucur. Di lukai pohonnya pun tidak ada juga air yang mengalir atau menetes keluar.

Tidak ada pabrik atau warung klontong yang jualan gula disana tapi airnya manis. Dan tidak pernah ada kasus air kelapa luber dari buahnya karena kepenuhan. Tidak ada juga pembangkit listrik dan tagihan listrik di pohon kelapa. Pohon kelapa itu seperti pompa air super canggih ya.

Jadi, bila sajalah anda memiliki teknologi pompa air terbaik dan berencana membangun pabrik pompa air, kasih saja merek “Pompa Air Pohon Kelapa” atau dalam bahasa keren nya “Coconut Tree Water Pump” atau bila disingkat Menjadi “CT Water Pump” dan bila dibaca dengan benar akan berbunyi “SITI Waterpump”.

------------------------------------------

Baca Juga



Monday, October 26, 2015

Sirih Simbol Kerukunan Dan Perdamaian


Sekapur Sirih

Diberbagai tempat di Nusantara daun sirih menjadi simbol kehangatan tuan rumah menyambut tamunya. Dalam Bahasa Indonesia-nya disebut dengan prosesi “sekapur sirih”. di Palembang dan sekitarnya, prosesi sekapur sirih di helat untuk menyambut tamu kehormatan dengan menampilkan beberapa penari gadis belia berpakaian tradisional Palembang menarikan tarian penyambutan kemudian menyerahkan “sekapur sirih” kepada tamunya. apa sih sekapur sirih itu?. Itu loh, daun sirih yang sudah dilipat siap untuk dikunyah dan sudah dilengkapi dengan ramuan penyertanya terdiri dari gambir, pinang, tembakau dan kapur.

Tidak hanya di Palembang tradisi sekapur sirih ini menjadi tradisi yang sangat di junjung tinggi masyarakat Kepualauan Riau. Sirih juga menjadi flora Khas Kepulauan Riau. Beberapa sumber juga menyebutkan bahwa tanaman sirih memang berasal dari Kepulauan Riau. hingga tidak aneh bila kebiasaan makan sirih atau nyirih atau nginang begitu mentradisi di tanah Melayu.

kebiasaan “nyirih” juga menjadi tradisi di berbagai tempat di pulau Sumatera. Anda yang pernah nontoh sinema Naga Bonar pastinya ingat betul bagaimana penampilan ibundanya sang Jenderal itu yang selalu saja mengunyah sirih di kesehariannya. sosok seperti ibu nya Si Naga itu begitulah adanya meski kini kebiasaan nyirih di sumatera memang lebih di dominasi oleh kaum tua. Tradisi Nyirih ini dipercaya dapat merawat kekuatan gigi, meski memang sensasi mengunyah sirih itu sendiri pastinya taka da duanya.

Tradisi mengunyah dauh sirih tersebar luas hingga ke Papua, saudara saudara kita disana terbiasa mengunyah sirih di kesehariannya, sampai sampai di berbagai tempat umum di pasang rambu larangan meludah sembarangan. Daun sirih dan rempah-nya yang terlarut dalam air liur menghasilkan cairan merah yang pekat dan bila menempel ke tembok atau lainnya akan sangat sulit untuk dibersihkan.

Legenda Sirih Hitam

Pernah dengan tentang sirih hitam ?. bila belum, maka saya bagikan sedikit cerita tentang legenda daun sirih langka ini. Daun sirih pada umumnya bewarna hijau, namun ada jenis daun sirih yang warna nya hitam. Seperti juga mawar yang ternyata juga ada yang bewarna hitam. Sirih hitam dipercaya memiliki khasiat luar biasa dan nilainya juga luar biasa.

Sesungguhnya memang ada satu jenis sirih yang daunnya bewarna hitam. Dan ada beberapa pedagang tanaman hias yang menyediakan tanaman tersebut meski dengan harga yang jauh lebih mahal dari sirih hijau, bisa jadi karena keunikan-nya, dan memang tidak tersedia di semua pedagang tanaman hias.

Sirih hitam itu konon pada awalnya hanyalah sirih hijau biasa yang tumbuh di habitat tak biasa. habitat tak biasa yang dimaksud adalah tempat yang tak lazim, tempat yang tanaman apapun tak kan mampu bertahan hidup disana. Namun dengan segenap kemampuannya tanaman sirih ini mampu bertahan hidup meski warnanya berubah menghitam. Dari sanalah sirih hitam berawal.

Asli Indonesia

Sirih itu tanaman asli Indonesia, Indonesia banget pokoknya. Daun sirih itu berbentuk hati, jadi tak usah aneh aneh untuk melambangkan cinta, cukup dengan daun sirih yang jelas jelas berbentuk hati dan memiliki begitu banyak manfaat. Hati mana lagi yang lebih dihargai mahluk dan pencipta selain hati yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain, hati mana lagi yang lebih unggul dari hati yang lain selain hati yang senantiasa bertaqwa.

Sirih itu simbol perdamaian dan kerukunan, perhatikan saja bagaimana sirih tumbuh. Tumbuhan yang sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari ini merupakan tanaman obat yang telah diketahui secara luas manfaatnya bagi kesehatan. Pohon sirih yang meski hidup dengan menumpang pada tanaman lain, tidaklah mengambil nutrisi dari tanaman yang ditumpanginya. Daunnya yang indah berbentuk hati itu malah akan memperindah tanaman yang ditumpanginya. Itu sebabnya adat istiadat di berbagai tempat di Nusantara dari Sumatera hingga Papua kerap membawa dan atau menyuguhkan daun sirih sebagai artian pernyataan hidup harmonis dan tidak saling merugikan, sebagai pesan perdamaian dan kerukunan.

------------------------------------------

Baca Juga



Sejumput Teh dari Negeri Cina

Teh hanya akan bereaksi di air panas
TEH Berasal dari Cina

Tuntutlah Ilmu walau sampai ke negeri Cina, begitu salah satu bunyi hadist yang banyak diperdebatkan ke-sahihan-nya. Tapi terlepas dari sahih atau tidak hadist tersebut, sebenarnya ada apa sih di negeri Cina sehingga sebegitu menariknya. Dupa, Peradaban maju, Hio, Klenteng, bangunan megah, kapal kapal dan pelaut tangguh, sutera, ada lagi ?. Ternyata Teh yang biasa kita minum sehari hari itu juga berasal dari Cina.

Dari negeri itu pula tradisi minum teh berawal dan berkembang hingga sampai ke Indonesia, hingga menjadikan Negara kita ini sebagai salah satu produsen TEH terbesar ke lima di dunia, hebat bukan, namun begitu tingkat konsumsi TEH orang Indonesia baru 0.8 Kg per orang per tahun, jauh dibawah tingkat konsumsi di TEH di negara lain.

Dari daerah asalnya di negeri Cina, Teh menyeberang ke Jepang lalu ke Eropa, menyeberangi samudera Atlantik hingga mencapai benua Amerika. Teh pertama kali masuk ke benua Amerika dibawa oleh orang Belanda bernama Peter Stuyvensant yang berdagang di New York di tahun 1650. di sekitar tahun yang sama Teh masuk ke Inggris dan menjadi minuman yang sangat populer disana dan bahkan dapat dikatakan sebagai minuman nasional masyarakat Inggris.

TEH masuk ke Indonesia di abad ke 17

Pohon teh (Camellia sinensis) pertama kali masuk ke Indonesia tahun 1684, berupa biji teh (diduga teh sinensis) dari Jepang yang dibawa oleh seorang berkebangsaan Jerman bernama Andreas Cleyer, dan ditanam sebagai tanaman hias di Batavia. F. Valentijn, seorang rahib, juga melaporkan tahun 1694, bahwa ia melihat tanaman teh sinensis di halaman rumah gubernur jenderal VOC, Camphuys, di Batavia.

Pada abad ke-18 mulai berdiri pabrik-pabrik pengolahan (pengemasan) teh dan didukung VOC. Setelah berakhirnya pemerintahan Inggris di Nusantara, pemerintah Hindia Belanda mendirikan Kebun Raya Bogor sebagai kebun botani (1817). Pada tahun 1826 tanaman teh melengkapi koleksi Kebun Raya, diikuti pada tahun 1827 di Kebun Percobaan Cisurupan, Garut, Jawa Barat. Dari sini dicoba penanaman teh dalam skala luas di Wanayasa (Purwakarta) dan lereng Gunung Raung (Banyuwangi)

Karena percobaan ini dianggap berhasil, mulailah dibangun perkebunan skala besar yang dipelopori oleh Jacobus Isidorus Loudewijk Levian Jacobson, seorang ahli teh, pada tahun 1828 di Jawa. Ini terjadi pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal van den Bosch. Teh pun menjadi salah satu tanaman yang terlibat dalam Cultuurstelsel. Teh kering olahan dari Jawa tercatat pertama kali diterima di Amsterdam tahun 1835. Setahun berikutnya, dilakukan swastanisasi perkebunan teh.

Teh jenis assamica mulai masuk ke Indonesia (Jawa) didatangkan dari Sri Lanka (Ceylon) pada tahun 1877, dan ditanam oleh R.E. Kerkhoven di kebun Gambung, Jawa Barat (sekarang menjadi lokasi Pusat Penelitian Teh dan Kina. Karena sangat cocok dan produksinya lebih tinggi, secara berangsur pertanaman teh sinensis diganti dengan teh assamica, dan sejak itu pula perkebunan teh di Indonesia berkembang semakin luas. Pada tahun 1910 mulai dibangun perkebunan teh pertama di luar Jawa, yaitu di daerah Simalungun, Sumatera Utara.

Minum teh di gelas somplak

Di Negeri Sakura (Jepang) sana minum teh merupakan satu tradisi khas di masa ke kaisaran, bahkan perangkat minum nya pun menggunakan perangkat khusus. Perangkat minum teh kerajaan tidak boleh ditiru oleh masyarakat kebanyakan dan itu dianggap sebuah pelanggaran. hanya saja mungkin karena saking pengennya minum dengan perangkat minum seperti keluarga kaisar, rakyat di Jepang membuat perangkat minum yang mirip dengan milik kekaisaran hanya saja bagian bawah dari gelas dan perangkat lain nya itu sengaja di rusak alias di buat somplak, untuk mengesankan sebagai perangkat minum yang rusak dan tidak sama dengan milik kekaisaran. Cerdik juga bukan.

Dari Teh Tarik hingga Teh Tubruk

Di tanah melayu sangat terkenal jenis teh yang disebut TEH TARIK, bukan berarti teh nya ditarik tarik, ini adalah teh dengan susu, proses pembuatannya menggunakan dua buah cawan atau cangkir besar kemudian  untuk mencampur larutan teh dan susunya. agak susah menjelaskan nya dengan kata kata, liat videonya saja ya.

Lalu di tanah Jawa ada lagi jenis teh yang tak kalah seram, yakni TEH TUBRUK, Barangkali ini satu satunya jenis teh dengan nama paling sangar. Minum teh kok di tubruk. awalnya dulu saya pun agak bingung dengan jenis teh satu ini, ternyata itu hanya istilah untuk penyajian teh yang daunnya tidak disaring alias langsung dituang dengan air panas, meminum teh dengan sensasi mengunyah serbuk serbuknya yang tidak larut ke dalam air. Memang agak repot bagi yang tidak terbiasa.

Falsafah Sejumput Teh


Teh hanya akan bereaksi maksimal dalam air panas, dia mewakili sosok orang berilmu yang tak tidak suka pamer pamer, orang sakti sekali yang lebih suka sepi tanpa promosi. Sosok yang ilmunya sudah Wow Tua Sekali tapi berpenampilan biasa saja dan kadangkala cenderung tampil tak menarik. Tapi dia tahu persis kapan waktunya untuk bereaksi, manakala ditubruk oleh panasnya suasana, panasnya kehidupan, dia baru bereaksi. itupun sesuai porsinya, tanpa berlebihan, tapi cukup mewarnai sekitarnya dengan warna baru yang lebih asik untuk dinikmati, walau kadangkala bubuk teh nya sendiri tersaring dan dibuang ke tempat sampah tanpa ikut serta dalam semaraknya suasana baru. Begitulah hidup, kadangkala begitu banyak pahlawan yang tak dihargai bahkan disingkirkan dan begitu banyak pula pecundang yang senantiasa dipuja dan disanjungi. So, selamat minum teh. 

------------------------------------------

Baca Juga



Friday, October 23, 2015

Munajad Segelas Kopi

“Kita tidak bisa menyamakan kopi dengan air tebu. Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Dee)
Kata kopi konon kabarnya berasal dari bahasa Arab qahwah Kemudian berubah menjadi kahveh di lidah orang Turki, berubah lagi menjadi koffie dalam bahasa Belanda dan diserap ke dalam Bahasa Indonesia menjadi Kopi.
Qahwah (kopi) terdiri dari empat hurup yakni Qaf, Ha, Waw dan Ha yang memiliki makna masing masing. Qaf adalah Quut yang berarti makanan, Ha adalah Hudaa berarti petunjuk, waw adalah Wud yang berarti cinta serta ha adalah hiyam yang bermakna pengusir Kantuk.
itu sebabnya di kalangan sufi dikenal dengan kalimat sanjungan untuk kopi yang berbunyi ““wahai orang orang yang asyik dalam cinta sejati dengan-Nya Kopi membuatku mengusir kantuk dengan pertolongan Allah kopi menggiatkanku taat beribadah kepada Nya di kala orang orang sedang terlelap” lalu dilanjutkan dengan kalimat ”Janganlah kau mencelaku karena aku minum kopi, sebab kopi adalah minuman para junjungan yang mulia.”
Situs Wikipedia dan berbagai situs lainnya telah membeberkan panjang lebar perjalanan kopi sejak pertama kali dikenal di Ethiopia sampai kemudian menyebar dan dibudidayakan di lebih 50 negara dunia. Republika menyebutkan bahwa Lebih dari 1,6 miliar cangkir kopi diminum setiap hari di seluruh dunia. Jumlah itu cukup untuk memenuhi sekitar 3.000 kolam renang ukuran Olimpiade hari.
Kopi tidak sekedar sebagai minuman tapi telah menjadi bagian dari gaya hidup. Kedai kopi tempat tongkrongan-pun kini turut mewakili status sosial dan strata ekonomi untuk sesuatu yang disebut gengsi.
hmmm. Segelas kopi itu memang memiliki cerita yang teramat panjang dengan ke-unikannya sendiri sendiri. Menghantarkan rasa yang berbeda beda kepada lidah pengecapnya. segelas kopi mewakili kenikmatan, suasana santai, rileks, istirahat, brehat.
Kopi mewakili watak lembut tanpa kekerasan namun mampu merubah total swasana. kau lihat ketika serbuk kopi dimasukkan ke dalam air panas, tidak ada perlawanan sama sekali, serbuknya langsung menghilang, lenyap. Benarkah ia lenyap. tentu saja tidak. Justru beningnya air lah yang lenyap karena seluruhnya sudah berubah pekat. warna pekat yang menghadirkan kenikmatan, yang disukai oleh lintas usia dan lintas bangsa. Disajikan dari warung pinggir jalan hingga tempat termewah yang pernah ada di muka bumi.
Kopi mewakili ketabahan hidup. cobalah sekali saja kau renungkan perjalanan biji kopi dari tempat asal nya. Direnggut dari pohon induknya, di tumpuk dalam keranjang melintasi lereng lereng bukit, di jemur panasnya matahari, dikuliti, di sangrai, digiling sampai lumat, masuk bungkus hingga ahirnya menempati tempat terhormat di dalam gelas yang tersaji bagi penikmat kopi. Tak jauh berbeda dengan perjalanan sukses manusia seperti anda dan lainnya. Reguklah segelas kopi dan dengarkan pesannya.
------------------------------------------

Baca Juga



Wednesday, October 21, 2015

Katakan Cinta Dengan Bunga Kenanga

Apa yang ada dibenak anda ketika mendengar kalimat "katakan dengan bunga". bisa jadi anda membayangkan seperti adegan filem atau sinetron yang berkaitan dengan adegan romantis, rangkaian bunga atau bahkan hanya setangkai mawar. Kenapa harus mawar ?. Bagaimana bila diganti saja dengan setangkai kembang kenanga. Katakan cintamu dengan kenanga. Bisa jadi kisah romantisnya bubar.

Tiap bunga memiliki ke -khas-an nya sendiri sendiri temasuk Kenanga. pernah tau kenapa bunga harum satu ini namanya kenanga?. Saya juga tidak tau pasti. Di Indonesia bunga kenanga banyak dipakai dalam berbagai prosesi adat terutama yang berhubungan dengan pernikahan. lalu kenapa jadi aneh pada saat "katakan dengan bunga" tadi itu menggunakan kenanga sebagai bunganya ya?. Mungkin karena kenanga juga dipakai sebagai bunga tabur pada saat ziarah kubur, hingga aroma bunga ini kadang bikin merinding sebagian orang.

Kenanga merupakan salah satu flora asli Indonesia. Bunga ini menjadi bunga identitas propinsi Sumatera Utara. Nama Latinnya Cananga Odorata terdiri dari tiga jenis yakni kenanga yakni Kenanga Biasa (Cananga Odorata Macrophylla) yang merupakan asli Indonesia, lalu ada Kenanga Genuin atau kenangan filipina atau kenanga ylang-ylang (Cananga Odorata genuina) dan Kenanga Perdu (Cananga Odorata Fruticosa).

Pohon Kenanga biasa bisa tumbuh hingga setinggi 12 meter, kayunya keras dan cocok untuk bahan peredam suara. Kenanga filipina juga merupakan pohon namun tidak setinggi pohon kenanga biasa sedangkan kenanga perdu adalah kenanga yang sering ditanam di pekarangan rumah, paling tinggi bisa mencapai ketinggian tiga meter.

Selain di Indonesia dan Filipina sebagai daerah asal-nya. Kenanga juga banyak ditanam di Polinesia, Melanesia dan Mikronesia. tiga negara kepulauan yang berada di Samudera Pasifik selatan. Bunga kenanga termasuk jenis bunga yang menggantung dengan aromanya yang harum dan segar.

Dalam kebudayaan Jawa, kehadiran bunga Kenanga di dalam taman dapat menjadi penangkal ilmu hitam, guna-guna dan sejenisnya untuk melindungi rumah beserta isinya. Ada juga yang mempercayai bahwa dengan menanam pohon ini di taman, akan enteng jodoh bagi anggota keluarga yang belum berkeluarga.

Untuk perawatan tubuh, bunga ini digunakan sebagai pewangi pada rambut dan seluruh tubuh dengan sari minyak yang di ekstrak dari bunganya. Bunga kengana dapat berfungsi sebagai obat penyembuh penyakit malaria, asma/sesak nafas, bronchitis dan minuman menyehatkan (jamu) saat setelah melahirkan, dengan menyeduh bunga yang sudah dikeringkan atau direbus beserta beberapa jenis bahan lainnya, lalu kemudian diminum dalam jangka waktu tertentu.

Makna Kenanga

Meski tak tau persis asal muasal nama bunga ini, namun Kenanga itu memang sangat dekat dengan kata Kenang atau Kenangan. Wajar bila bunga ini selalu dipakai dalam berbagai prosesi penting termasuk pernikahan, selamatan / syukuran kehamilan, syukuran kelahiran, khitanan, pernikahan hingga kematian. Dia dihadirkan dalam berbagai momen penting yang layak untuk dikenang. Seorang pria dewasa yang sudah menikah lumrahnya senantiasa akan teringat dan mengingat ingat saat kelahirannya, saat di khitan, saat pernikahannya dan senantiasa ingat bahwa tiba saatnya kematian akan menjemput.

Leluhur kita sepertinya sangat faham dengan kalimat “katakan dengan bunga” yang popular di kebudayaan Eropa itu, atau jangan jangan justru Eropa lah yang menjiplak kebudayaan luhur warisan nenek moyang kita. Kenanga itu seakan menyimpan dan menyampaikan pesan dari leluhur kita untuk senantiasa mengenang momen momen penting dalam hidup kita. Untuk jangan sekali kali melupakan sejarah. sebagai pelajaran untuk kehidupan mendatang.

kenanga seakan selalu mengingatkan kita untuk tidak lupa diri bahwa hidup Apapun yang kita lakukan saat ini sedekit kemudian sudah menjadi kenangan. Sehingga kita harus senantiasa ingat dan waspada ketika sehat sebelum sakit, ketika muda sebelum tua, ketika kaya sebelum miskin, ketika lapang sebelum sempit dan bahwa hidup di dunia ini tidaklah abadi.

------------------------------------------

Baca Juga



Tuesday, October 20, 2015

Kearifan Gula Batu


Zi Gong atau Cu Khong adalah salah satu murid utama Shen Ren Kong Zi. Hubungan guru dan murid ini juga begitu dekat. Saking dekatnya, ketika Kong Zi wafat, Zi Gong tinggal disamping makam gurunya selama enam tahun. Sementara murid-murid yang lain maksimal hanya tinggal di area makam selama tiga tahun. Kalau kita berziarah ke makam Kong Zi di Qufu, Jazirah Shandong, Tiongkok, gubug tempat Zi Gong menginap masih bisa kita jumpai. Bahkan sebatang pohon yang ditanam Zi Gong pada tahun 479 SM, masih tersisa sampai sekarang, meski sudah dalam keadaan tidak utuh.

Suatu ketika dalam hidupnya, Zi Gong pernah bertanya kepada Kong Zi tentang bagaimana seseorang harus bersikap di dalam hidup. Kong Zi tidak menjawab dengan kata-kata belaka. Beliau mengajak Zi Gong masuk ke dapur. Ketika Zi Gong bingung dan menunggu, gurunya sudah asyik menyiapkan perapian dan mulai memasak air. Kala air mulai mendidih, Kong Zi keluar rumah dan kemudian masuk kembali sambil membawa sebongkah batu. Kemudian batu itu dimasukkannya kedalam air yang mulai mendidih. Kong Zi merebus batu!.

Dalam hati Zi Gong bertanya-tanya tentang keanehan Sang Guru. Namun ia belum berani bicara dan diam menunggu. Selang beberapa waktu Kong Zi mengeluarkan sang batu dan menaruhnya diatas meja. Tiba-tiba Kong Zi berkata, "Kamu jangan seperti Batu". Mulut Zi Gong menganga, "Batu ini begitu keras, direbus didalam air panas mendidih pun tidak berkurang kerasnya. Orang seperti batu, sangat kaku, merasa paling benar, paling jagoan dan tidak bisa berubah. Padahal kehidupan selalu berubah. Diatas pohon tinggi masih ada awan. Diatas awan masih ada langit. Diatas langit masih ada Tian. Bagaimana mungkin kita, manusia biasa, boleh merasa diri paling sempurna?".

Zi Gong tersadar. Sang Guru sedang memberinya pelajaran lewat contoh sederhana. Inilah yang acap kali membuat Zi Gong dan saudara-saudara seperguruannya begitu mengagumi cara Gurunya mengajar. Pelajaran yang begitu rumit dan dalam sekali, pun bisa diuraikannya secara amat sederhana. Sungguh Sang Guru manusia agung. Setelah merenung sejenak Zi Gong lalu bertanya, "Guru, saya harus bersikap bagaimana?".

Seperti tadi, kali ini Kong Zi pun tidak menjawab. Ditambahkannya, kayu ke dalam perapian dan sekali lagi beliau beranjak ke luar rumah. Tak lama kemudian ia membawa sebongkah salju yang mengeras. Tanpa berkata-kata bongkahan salju itu dimasukkannya kedalam air yang bergolak panas. Dalam hitungan detik, salju pun mencair. Hilang dari pandangan, luluh bagai air. Lalu Kong Zi berkata, "Kamu jangan seperti bongkahan salju. Kelihatan keras, berkarakter, punya prinsip dan teguh pendirian, namun baru diuji sebentar saja semuanya lenyap tak berbekas. Suka mengecam orang lain yang tidak jujur, berlaku sok suci, namun ketika dihadapkan pada kehidupan nyata, semua idealismenya hancur tak berbekas dan akhirnya ikutan korup".

Zi Gong tersadar. Dia kini sudah dihadapkan dua ekstrim: keras kepala versus tidak berpendirian. Punya prinsip kaku versus prinsip fleksibel banget. Dia kini ingat nasihat Sang Guru sebelumnya. Terlalu kiri tidak baik. Terlalu ke kanan juga tidak baik.Terlalu cepat tidak tepat. Terlalu lambat juga tidak tepat. Terlalu maju perlu direm. Terlalu lambat perlu didorong. Yang terbaik adalah Zhong Yong, Tengah Sempurna.

Ketika Sang Guru memandangnya sambil tersenyum. Zi Gong tersentak dari lamunannya. Sambil menghormat, Zi Gong kembali bertanya, "Saya memahami penjelasan Guru. Namun saya belum menemukan jawaban tentang bagaimana saya seharusnya menyikapi kehidupan. Mohon Guru berkenan memberikan petunjuk lebih lanjut".

Seperti sebelumnya, Kong Zi juga tidak menjawab. Kini ia pun bangkit dari tempat duduknya dan segera beranjak. Tidak ke halaman depan rumah, melainkan ke belakang. Tak lama kemudian Sang Guru membawa dua butir telur ayam ditangannya. Telur yang satu kemudian dipecahkannya di depan Zi Gong. Segera Zi Gong bisa melihat cairan telur yang telah meleleh membasahi meja. Cair namun kental. Telur kedua kemudian dimasukan kedalam air yang mendidih.

Setelah berdiam cukup lama, tiba-tiba Kong Zi mengeluarkan telur yang sudah matang dan megelupasnya. Segera tercium harum aroma telur rebus dan terlihat putih ranumnya telur matang. Telur yang semula cair dan kental dikala mentah, kini berubah menjadi lebih keras sesudah matang. Lalu Kong Zi pun berkata, "Kamu pun jangan menjadi telur rebus. Baru belajar sedikit, sudah merasa mampu menguasai semua. Baru paham secuil ayat suci, merasa sah memonopoli kebenaran, sombong, ekstrem, takabur".

Cukup lama Zi Gong merenung. Satu-satu terlintas wajah sahabatnya. Bertapa sulit mencari pembelajar sejati, yang tekun belajar tanpa kenal lelah, mampu menerapkan pengetahuannya dalam kehidupan sehari-hari dengan baik dan tetap rendah hati. Tidak sombong. Terbayang salah satu wajah saudara seperguruannya yang terpandai, Yan Yuan. Kiranya hanya dialah yang pantas disebut sebagai pembelajar sejati. Tak salah bila Sang Guru begitu menyanyangi Yan Yuan. Figur Yan Yuan jelas bukan seperti telur rebus yang diceritakan Sang Guru. Kalau mau jujur, dirinya pun masi ada unsur telur rebusnya. Terkadang di bawah sadarnya, ia masih suka menyombongkan diri sesekali. Ia harus berubah. Sang Guru telah dengan jitu menyentilnya secara tidak langsung.

Setelah sadar, wajah Zi Gong langsung bersemu merah kala gurunya tersenyum-senyum memandangnya dari tadi. Seakan telah terbuka semua rahasia hatinya. Tapi mengapa harus malu? Bukankah Sang Guru memang sudah memahami segenap kekuatan dan kelemahannya? Tanpa menunggu pertanyaan Zi Gong, Kong Zi kembali bergegas kebelakang. Diambilnya sebuah wortel dari kebun. Seperti sebelumnya, wortel itu pun dimasukkannya ke dalam air mendidih. Selang beberapa waktu, wortel itu diangkatnya dari air rebusan. bersamaan dengan itu Kong Zi pun berkata, "Zi Gong, kamu pun tidak boleh menjadi wortel rebus".

Sejenak Zi Gong tercenung. Dipegangnya wortel rebus itu sambil dipencet-pencet. Wortel yang semula keras kini menjadi lunak. Namun ia tetap bisa dikenali sebagai wortel. Mengapa gurunya mengatakan seperti itu? Bukankah wortel melambangkan fleksibilitas, keluwesan, namun sekaligus kekukuhan untuk mempertahankan prinsip, sehingga tetap tidak kehilangan jati diri? Mulut Zi Gong ingin meluapkan banyak kata-kata, berjuta argumen; namun entah mengapa seakan terkunci.Sang Guru tetap tersenyum. "Zi Gong, wortel memang luwes, fleksibel, mampu beradaptasi, mampu beradaptasi menyesuaikan diri. Hebatnya lagi ia tidak kehilangan jati dirinya. Lambang seseorang yang teguh mempunyai prinsip, namun tidak kaku. Bagus. Tapi, cobalah kamu lihat air ini. air ini tetap tidak berubah. Tidak ada nilai tambah. Apa artinya? Pengorbanan wortel itu menjadi sia-sia. Tidak mengubah apa-apa."Mata Zi Gong membelalak lebar, wajahnya memancarkan roma kegembiraan. Sekali lagi ia mendapat pencerahan dari gurunya yang amat bijaksana. Ia sungguh-sungguh beruntung mempunyai guru yang begitu arif dan bijaksana.

Sampai di sini Zi Gong sudah tidak merasa penasaran lagi. Ia seakan sudah cukup terpuaskan dengan empat contoh yang diberikan gurunya. Dia tidak sadar bahwa Sang Guru sudah mengganti airnya, menambahkan kayu bakar dan mulai merebus air kembali. Dia baru sadar kembali kala gurunya menaruh bongkahan gula batu kedalam air mendidih.

Tak lama kemudian Sang Guru berkata, "Jadilah kamu gula batu, muridku. Tubuhnya memang hancur seperti bongkahan salju, tapi bukan karena ia tidak punya prinsip. Kelihatannya kalah, tapi sebenarnya dialah yang menang, yang menguasai yang membuat air berubah manis. Biarkan orang menyangka diri merekalah yang menang, namun sesungguhnya telah dikalahkan secara cerdik dan halus. Bila kamu bisa meresapi dan menghayati makna filosofi gula batu ini, kamu akan bisa menerapkanya di bidang apa pun di sepanjang hidupmu. Itulah jawaban atas pertanyaanmu semula, bagaimana sikap terbaik dalam kehidupan".

Mata Zi Gong mendadak bersinar ribuan watt. Dia sungguh-sungguh tercerahkan. Dengan menangis haru Zi Gong bersujud di hadapan Sang Guru. Dipeluknya erat-erat kaki Kong Zi. Lama, sangat lama. Hari ini dia telah mendapatkan mutiara kehidupan yang tak ternilai harganya. Dia berjanji dalam hati. bertekad memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari dan menyebarkannya ke seluruh dunia.

Sheng Ren Kong Zi pun tersenyum haru. Dia menaruh harapan besar pada murid-muridnya, terutama Zi Gong dan Yan Yuan. Di tangan merekalah masa depan ajarannya diharapkan bisa semakin berkembang. Ia selalu menaruh harapan besar kepada generasi muda.

Harapan Kong Zi tentang muridnya sebagian besar terwujud. Khusus tentang Zi Gong, dia tumbuh menjadi orang yang sukses, baik di masyarakat, dalam pemerintahan dan juga sebagai pengusaha. Semua itu tidak lepas dari sifatnya yang luwes, lentur, namun tetap memegang prinsip. Kemampuan diplomasinya bahkan beberapa kali menyelamatkan dan mendinginkan situasi panas yang terjadi dalam hubungan antar kerajaan pada masa itu. Tak jarang ketika Kong Zi diangkat menjadi Menteri Kerajaan Lu, Zi Gong sering diutus Sang Guru untuk menangani hal-hal penting, persoalan-persoalan yang berat. Ia memang murid yang bisa diandalkan.

dikutip dari yotta-steel

------------------------------------------

Baca Juga