Monday, July 10, 2017

Surat dari Imam Masjid Dar Ismail San Salvador

Masjid Dar Ismail San Salvador, tak mirip masjid atau mushola ya. (foto dari akun fb masjid dar ismail)

Assalamualaikum

Pagi ini kami menerima surat elektronik dari Ibrahim Muhammed Arafat, selaku imam Masjid Dar Ismail di Kota San Salvador di Republik Elsalvador, jauhh di benua Amerika. beliau menyampaikan aktivitas muslim disana yang jumlahnya sangat kecil namun sudah memiliki tempat sholat permanen yang juga berukuran kecil, di lantai dua sebuah bangunan ruko. di tempat tersebut komunitas muslim disana menyelenggarakan sholat berjamaah, belajar mengaji dan sebagainya.

Beliau berkisah betapa sulitnya untuk sekedar mendapatkan mushaf (kitab) Al-Qur’an di negaranya dan berharap bila ada muslim dimanapun yang hendak membantu ataupun organisasi yang memiliki jaringan da’wah di seluruh dunia ataupun cabang organisasi Islam di negara mereka untuk turut membantu mereka yang terkucil jauh disana.

Bila ada muslim Indonesia yang mampu berbahasa Spanyol dan menyempatkan diri menelepon beliau untuk berdiskusi dan bersilaturrahim pun sudah sangat berarti bagi beliau.

Berikut petikan surel beliau

-----------------------------------

Mezquita Ismael
8:38 AM (13 minutes ago)

to bujanglanang

Assalamualeikum Imam

My name is Ibrahim E. Muhammed Arafat and am an Imam at a small Masjid in San Salvador, El Salvador. I’m hoping to connect with the wider Islamic world as we have a very small congregation here. Some help you could render us includes:

We currently have 3 Qur’ans, we would greatly appreciate getting more to supplement our classes. It is difficult to procure them in El Salvador.
Please include us if you have any list of outreach programs with other mosques. If you know any Imam’s traveling in the region – we would love to receive them here.

Any events where Imams are congregating – please let me know, I would love to attend and meet others.

I’m also reachable by telephone, my number is: +503 7877 6088
Address: 17 calle oriente casa N° 217, Colonia Santa Eugenia, Barrio San Miguelito, San Salvador, El Salvador, Centroamérica. 

My primary language is Spanish, if there is anyone in your congregation I can connect with in Spanish that would be most appreciated.

May Allah’s blessings me upon you and Eid Mubarak in advance,
Ibrahim Muhammed Arafat 

------------------

Aktivitas mereka juga di publikasi di akun facebook di link berikut ini

Sekedar tambahan informasi, Republik El-Salvador tempat saudara muslim kita ini berada merupakan salah satu negara di Amerika Selatan / Amerika Latin yang pemerintahnya secara terang terangan mendukung kemerdekaan Palestina dan sudah mengakui kemerdekaan Palestina.

Wassalamualaikum wr.wb


Saturday, July 8, 2017

Minggat Sana Ke Timbuktu

Komplek Masjid Sankore, universitas sankore, madrasah sankore di timbuktu yang dibangun tahun 1581 Masehi atau 989H. 

Timbuktu, tentu saja itu nama yang aneh di telinga rata rata orang Indonesia. Timbuktu bernama asli Timbuctoo atau Tumbutu kemudian di lidah orang perancis (mantan penjajahnya) menjadi Timbuktu nama yang populer hingga kini. Ternyata adalah sebuah kota sekaligus sebuah wilayah yang membentang luas di negara Republik Mali, itu di bagian barat benua afrika. jauh Euy. Dia bukan ibukota negara Republik Mali, karena Mali beribukota di Bamako jauh di barat daya Timbuktu

Wilayah yang pernah makmur dibawah pimpinan sepuluh kaisar Mansa, bergelar Mansa Musa. Kota ini terkenal dengan Universitas dan Madrasah Sankore yang begitu tua pusat penyebaran Islam di seluruh Afrika di abad 15 dan 16. ditambah tiga masjid besar, Djingareyber, Sankore dan Sidi Yahya, mengingatkan kembali kepada zaman keemasan Timbuktu di masa lalu. Meskipun terus dipulihkan, monumen ini sekarang dibawah ancaman dari penggurunan oleh iklimnya yang gersang. Universitas Sankore diakui sebagai salah satu universitas tertua di dunia.


Menjadi tempat tinggal bagi orang orang suku Songhay, Tuareg, Fulani, dan orang Mandé, Timbuktu berada 15 km sebelah utara dari Sungai Niger. di persimpangan timur-barat dan utara-selatan Trans-Sahara rute perdagangan melintasi Sahara. geografisnya membuatnya menjadi titik pertemuan alami bagi populasi Afrika barat dan pengembara Berber dan Arab-bangsa dari utara. Sejarah panjang sebagai pos perdagangan yang menghubungkan Afrika Barat dengan Berber, Arab, dan pedagang Yahudi di seluruh Afrika utara, dan secara tidak langsung dengan para pedagang dari Eropa, telah memberikan status legendaris dalam sebuah metafora “dari sini hingga ke Timbuktu”. 

Sejarah Timbuktu tak terlepas dari sejarah kekaisaran mali sejak abad kedua belas masehi. Sampai kemudian kekuasaan silih berganti, termasuk kemudian timbuktu di aneksasi oleh Maroko, lalu di jajah oleh prancis (dengan nama Sudan Prancis) sampai kemudian merdeka sebagai Republik Mali saat ini. 

Masjid, Madrasah, Universitas Sankore

Menurut etimologi populer, nama Timbuktu disusun dari dua kata TIN dan BUKTU, TIN berarti “Tempat” dan “Buktu” adalah nama seorang wanita tua Mali yang dikenal kelurusan dan kejujuran hatinya tinggal di daerah itu. Orang orang Tuareg dan pengelana lainnya mempercayakan barang barang mereka untuk dititipkan ke wanita ini. Hingga, saat Tuareg ditanya dimana ia meninggalkan barangnya, lalu ia menjawab: Saya meninggalkannya di TinBuktu, maskudnya di titipkan ditempatnya seorang wanita yang bernama Buktu. Sebutan ini kemudian populer dan menjadi nama tempat tersebut hingga kini. 

Namun, orang Perancis yang bernama René Basset memberikan teori yang lebih masuk akal: pada bahasa Berber, "buqt" berarti ""sangat jauh", karena itu, "Tin-Buqt(u)" berarti tempat yang merupakan ujung dunia, saking jauhnya. Karena itu orang menggambarkan dirinya pergi ke ujung dunia dengan pergi ke Timbuktu.  Atau ketika lagi kuesel sama temen lalu diteriaki dengan kata kata “Minggat sana ke Timbuktu”........


Sunday, July 2, 2017

Mekarsari

ini anak ku mas brow, bukan cucu Pak Harto

Mekarsari itu kebon buah yang diresmikan oleh pak Harto penguasa Nusantara terlama sepanjang sejarah hingga hari ini. Ia juga taman rekreasi berupa kebun buah terbesar dan mungkin juga satu satunya di Indonesia. Konon pembangunannya digagas oleh Ibu negara, Ibu Tin Suharto.

Dullu itu waktu siaran langsung peresmiannya di satu satu nya stasiun tivi yg ada, salah satu cucu beliau yg seumuran putraku di foto itu ikutang tampil menyanyi bersama teman temannya dipanggung hiburan, lagu belon kelar, dia udah berlari menghampiri dan memeluk kakek presiden nya di tenda kehormatan. Hmmm indahnya jadi cucunya raja ya.***

from my instagram

Saturday, July 1, 2017

Masjid Syahdu Di Curug Cigentis

Masjid di Curug Cigentis (from my instagram)

Yang merindukan Masjid bernuansa syahdu, adem-nya pol tanpa AC, hening dan sunyi, dikaki gunung, tepi kali, masjid ini kayaknya cocok buat kamu deh. Masjid kecil sederhana di kawasan wisata Curug Cigentis, di kaki gunung Sanggabuwana, Karawang.

Cigentis salah satu tujuan wisata di kabupaten karawang dan memang cocok untuk bertdabur alam disini, menggelar pengajian di alam terbuaka ataupun ber I’tikaf di masjid mungilnya itu. Untuk logistik sih tak perlu khawatir karena pas disebelah masjid itu bahkan ada warung yang buka 24 jam selama masih ada pembelinya.

Artikel terkait bisa dibaca disini lokasi masjidnya ada di peta dibawah ini

Curug Cigentis
Desa Mekarbuana, Kec. Tegalwaru
Kab. Karawang, Jawa Barat