Thursday, August 7, 2014

Besi Kursani dan Legenda Khurasan

Peta Lokasi Khurasan
Ilmu Kebatinan Besi Kursani

Istilah besi kursani dikenal dalam dunia kebathinan di Nusantara sebagai salah satu jenis ilmu yang beguna bagi pertahanan tubuh. Besi Kursani adalah inti zat besi metafisik yang ada di tubuh eterik manusia. Inti besi ini terletak di telapak kaki manusia. Inti dzat besi metafisik ini berbeda dengan dzat besi fisik yang terkandung dalam darah, namun demikian masih memilik sifat-sifat seperti besi walau terletak dalam tubuh eterik / tubuh energi manusia. Inti besi kursani terletak dalam wadah atau cupu sebesar telur puyuh di telapak kaki kanan di tubuh eterik.

Bagi orang-orang yang belum terbangkitkan inti besi kursani masih tersimpan dalam cupunya dengan baik. Jika cupu dibuka maka zat inti besi kursani mengalir dari telapak kaki menyebar ke seluruh tubuh, meresap ke kulit daging, darah, sumsum dan tulang. Setelah meresap di seluruh tubuh maka sebagian zat besi kursani yang tersisa akan tersimpan di terminal akhirnya di cakra solar plexus (ulu hati). Namun demikian inti besi yang ada dalam cupu tidaklah habis, akan terus menerus memproduksi dan mengalirkan Inti besi Kursani ke seluruh tubuh dan menyimpan di terminal cakra solar plexus untuk siap dipakai. Di dalam kajian ilmu batin, Besi kersani ini bangkit ditandai dengan mendenging di telinga.

Kegunaan inti besi kursani yang terbangkit dan mengalir ini adalah: ŒIkhtiar keselamatan atas serang fisik dan metafisik dan kecelakaan. Tubuh akan otomatis terlapisi inti besi ini meminimalkan bahaya cedera dari serangan senjata tajam dan senjata api serta benturan, gesekan, tusukan benda keras saat terjadi kecelakaan.  Mengencangkan kulit seluruh tubuh terutama kulit muka, membuat muka tampak segar berseri dan muda. Ž Membongkar dan menghancurkan ilmu kebal orang lain yang pamer dan sombong.  Menetralkan racun ghaib dalam makanan dan minuman. Bahkan sebelum tersentuh, piring dan gelas yang berisi racun ghaib akan pecah hancur.  Meningkatkan stamina seksual. ‘ Memancarkan kharisma dan mempercerah pancaran aura tubuh.

Kisah besi kersani di dalam tubuh manusia menurut kajian ilmu batin di Minangkabau adalah sebagai berikut: Pada awalnya manusia (Adam) dibuat dari unsur api, angin (udara), air dan tanah. Unsur api menjadi darah, unsur angin menjadi urat, unsur air menjadi tulang dan tanah menjadi daging. Kemudian unsur tersebut dicampur dan dibentuk sebuah patung dan diberi ruh, maka hiduplah patung tersebut dan memiliki nyawa. Lalu untuk membuat Adam kokoh dan kuat, diambillah sedikit tiang arasy yang bernama basi karasani yang ditancapkan dari ubun-ubun sampai ke tulang ekor. Basi kursani ini menyatu bersama tulang punggung pada manusia. Ketika basi karasani ini ditancapkan kepada manusia, Adam berkeringat dan keringat inilah yang berubah menjadi sekalian jenis besi di muka bumi. Jadi dapat dikatakan bahwa besi yang ada di bumi takluk kepada basi karasani. Besi yang ada di muka bumi bisa menjadi lunak, jika kekuatan basi karasani itu dibangkitkan oleh pengamalnya.

Istilah Besi Kursani

Jika melihat dari bahasanya, besi kersani (besi kursani, qursani, khurasani , khursani) mungkin berasal dari kata khurasan atau khorasan, suatu kawasan yang meliputi bagian dari Iran, Afganistan, Tajikistan, Turkmenistan dan Uzbekistan. Di kawasan ini dahulunya dihasilkan pedang dengan kualitas besi yang sangat bagus dan kuat. Kekuatan besi inilah yang kemudian diibaratkan menjadi kekuatan batin di dalam tubuh oleh pengamal ilmu batin.

Istilah kuraisani (bahasa Melayu lama untuk kersani) ini juga terdapat di dalam Naskah Melayu tua yang ditemukan di Tanjung Tanah, Kabupaten Kerinci yang berisi tentang undang-undang dari Raja Aditiawarman untuk daerah tersebut.

Legenda Khurasan

Kata Khorasan berasal dari bahasa Persia (Iran) tengah yakni “khwar” yang berarti “matahari” dan “āsān” atau ayan yang berarti “datang”, sehingga Khurasan berarti “Tempat matahari terbit” ada juga yang menyebutnya sebagai “Khwarezm” dari kata Khāvar dan zamīn yang berarti “tanah di timur”.

Sebelum ditaklukkan Islam, daerah Khorasan merupakan daerah bagi para penganut Zoroaster (penyembah api) dan sedikit penganut Budha dan Hindu, sampai kemudian seluruh daerah itu masuk ke dalam wilayah Islam dan dijadikan satu propinsi sebagai propinsi khurasan era Kekhalifahan Umar bin Khattab. Di bawah pimpinan komandan perang, Ahnaf bin Qais, pasukan tentara Islam mampu menerobos wilayah itu melalui Isfahan. Dalam perjalanan sejarahnya, daerah khurasan ini sempat ditaklukkan oleh Iskandar Agung pada tahun 330 sebelum masehi. Wilayah ini kemudian bergonta ganti penguasa, sampai dikemudian hari terbagi bagi menjadi beberapa negara merdeka (Iran, Afganistan, Tajikistan, Turkmenistan dan Uzbekistan). Nama propinsi khurasan sendiri masih dipakai sebagai nama salah satu propinsi di Republik Islam Iran.

Pedang Khurasan

(Pasukan yang membawa) bendera hitam muncul dari Khurasan. Tak ada kekuatan yang mampu menahan laju mereka dan mereka akhirnya akan mencapai Yerusalem, di tempat itulah mereka akan mengibarkan benderanya.’’ (HR. Turmidzi).

Besi dari khurasan memang terkenal bermutu tinggi sejak masa sebelum Islam. Ulama Muslim terkemuka pada abad ke-9 M, Ya'kub Ibnu Ishaq Al-Kindi, dalam bukunya tentang 'Pedang dan Ragam Jenisnya ' secara lengkap menjelaskan tentang teknologi pembuatan pedang. Ia juga mengklasifikasikan beragam jenis besi dan baja untuk membuat pedang.Menurutnya, pedang itu terbuat dari dua jenis besi, yakni alami (yang ditambang) dan tak alami (buatan). Besi alami terbagi menjadi dua, Shaburqan (besi laki - yang sangat keras yang diolah dalam kondisi panas), serta Narmahin (besi perempuan - adalah besi yang lembek tidak dapat diolah dalam kondisi panas).

Pada era kejayaan islam, pedang-pedang yang dibuat pandai besi di dunia islam, besi dan bajanya berasal dari Khurasan, Basrah, Damaskus, Mesir dan Kufah. juga ada yang di impor dari Sarandib (kini wilayah Srilangka). Damaskus (kini menjadi ibukota Suriah) sebagai ibukota pemerintahan islam di masa dinasti Ayyubiyah, sangat terkenal sebagai sentra penghasil pedang paling bermutu. Dan salah satu sumber besi yang digunakan disana adalah besi dari khurasan. Menjadikan damaskus sebagai sentra pengolahan besi dan baja yang begitu termashur.

Salah satu faktor penyebab kekalahan pasukan Tentara Perang Salib dari Eropa ketika bertempur melawan tentara Muslim adalah peralatan tempur. Selain memiliki kuda-kuda yang tangguh di medan perang, pasukan tentara Muslim juga dilengkapi dengan pedang yang mampu membelah manusia dengan satu kali tebasan.

Pedang damaskus atau sering pula disebut pedang Persia sungguh sangat mengagumkan. Ia mampu memotong sutra yang dijatuhkan dari udara. Tak cuma itu, pedang buatan Damaskus juga sanggup mematahkan bilah pedang lain atau batu tanpa hilang ketajamannya. Alkisah, saat Perang Salib berkecamuk, Raja Richard The Lionheart sempat memamerkan kehebatan pedangnya kepada Salahudin Al-Ayubi panglima pasukan tentara Muslim Dengan penuh arogan Richard menebaskan pedangnya pada se-buah baja. Dalam satu kali tebasan, pedang Richard ‘Berhati Singa’ mampu membelah baja itu.

Salahudin pun tersenyum dan kemudian melemparkan kain sutra ke udara. Lalu, pedang yang disandang nya dihunuskan. Ketika mengenai bilah pedang Saladin, kain sutra itu terpotong menjadi dua. Kisah itu menunjukkan betapa pedang yang dibuat peradaban Islam sungguh luar biasa tajamnya. Saat Perang Salib itulah, peradaban Barat mulai mencari rahasia teknologi tempa baja yang dikuasai dunia Islam. Tentara Perang Salib menyebut baja yang hebat dari Damaskus itu dengan sebutan Damascus Steel. Teknologi pengolahan besi dan baja Damaskus kesohor karena mampu menempa dan mengeraskan wootz steel menjadi indah dan lentur.

Dajjal akan Keluar dari Khurasan ?

Dalam salah satu hadist Rosulullah S.A.W disebutkan tentang tempat keluarnya Dajjal berada di wilayah Khurasan. Hal ini sebagaimana yang diriwayatkan Imam Ahmad dimana Rasulullah SAW bersabda;

“Dajjal akan keluar di bumi bagian Timur yang disebut Khurasan. Ia diikuti oleh beberapa kaum yang wajah mereka seperti perisai yang dipukuli.”

Menurut Abu Fatiah Al Adnani dalam bukunya Fitnah dan Petaka Akhir Zaman, Khurasan adalah sebuah makna yang berarti tempat terbit matahari. Ia merupakan negeri yang amat luas meliputi beberapa negeri Persi, Afghanistan, dan Turkistan. Khurasan memanjang ke Asia antara sungai Amudariya sebelah utara serta Timur dan Gunung Hindukus sebelah selatan serta beberapa daerah Persi bagian Barat. Wallohua’lam bisshawab.

Besi dalam Alquran

Besi mendapat tempat yang khusus dalam kitab suci Alquran. Secara khusus, surat ke-57 mengambil nama Al-Hadid yang berarti besi. Kata Al-Hadid diambil dari ayat 25 surat tersebut. Dalam ayat itu, Alquran secara jelas mengungkapkan bahwa besi memiliki kekuatan dan sangat bermanfaat bagi manusia. Dengan besi itu, umat Islam bisa menolong agama Allah.

Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa buktibukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Alkitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya, padahal Allah tidak dilihatnya.

Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa. (QS Al-Hadid: ayat 25).Selain itu, Alquran juga menggambarkan proses pengolahan besi. Dalam surat Al-Khafi (gua) ayat 96 Allah SWT berfirman, Berilah aku potongan-potongan besi. Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain, Tiuplah (api itu). Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, dia pun berkata, Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu.

Teknologi pengolahan besi tampaknya telah dikuasai manusia sejak zaman Nabi Daud AS. Hal itu terungkap dalam surat Al- Anbiyaa’ (Nabi-nabi) ayat 80. Dalam surat itu Allah SWT berfirman, Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu. Maka, hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah).

Fakta lainnya yang menyebutkan pengolahan besi yang telah berkembang di zaman Nabi Daud AS juga dengan diungkapkan dalam surat Saba’ (Kaum Saba) ayat 10. Dan sesungguhnya telah Kami berikan ke pada Daud karunia dari Kami. (Kami berfirman), Hai gunung-gunung dan burung-bu rung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud, dan Kami telah melunakkan besi untuknya.

Dalam surat Saba’ ayat 11, Alquran juga memerintahkan dan menjelaskan cara membuat baju besi. Buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya, dan kerjakanlah amalan yang saleh. Sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu kerjakan. Paling tidak, terdapat sembilan ayat dalam Alquran yang membahas dan menjelaskan tentang besi. Dan Allah menjadikan bagimu tempat bernaung dari apa yang telah Dia ciptakan, dan Dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-Nya). (QS An-Nahl: ayat 81).


Cikarang, 5 Agustus 2014