Wednesday, November 19, 2014

Stasiun Gelumbang Jilid 2

Stasiun Gelumbang sekitar tahun 1926, siapakah gerangan mereka?
Halo bro, kita balik lagi ke stasiun Gelumbang, melanjutkan posting sebelumnya yang berjudul Stasiun Gelumbang Juni 1926. Kali ini ada selembar foto ke dua tentang stasiun Gelumbang dari COLLECTIE_TROPENMUSEUM, di ambil dari wikipedia. Foto itu berjudul Loket en perron van een spoorwegstation.

Foto satu ini sepertinya berumur sedikit lebih muda dari foto sebelumnya meski kemungkinan masih di tahun yang sama (tahun 1926). Perhatikan pada bagian papan pengumumannya. Pada foto pertama hanya terdapat empat lembaran yang dipajang disana. Lalu di foto kedua ada lembaran berikutnya yang dipasang diatas ke-empat lembaran sebelumnya.

Memperhatikan sudut pemotretannya, foto kedua ini sepertinya diambil oleh seseorang dari atas kereta. Bisa jadi pemotret adalah penumpang dari kereta yang sedang berhenti atau melaju sangat lambat disana. Mengingat bahwa foto yang dihasilkan bersih dari objek yang terdistorsi karena laju kendaraan si pemotret.

Foto ini juga tidak diambil oleh seseorang yang sedang berada di bagian lokomotif. Karena pada saat kereta berhenti di satu stasiun, lokomotif nya akan berada jauh dari area tunggu penumpang atau area loket penjualan tiket.

Menariknya lagi, kalaulah foto ini dibuat oleh seorang penumpang kereta dari sebuah kereta penumpang (bukan kereta barang), maka dipastikan kereta tersebut bukanlah kereta yang dinanti oleh tiga pria yang sedang duduk berjongkok di stasiun itu. Gestur-nya tak menunjukkan orang yang akan menaiki kereta tersebut.

Mungkin kereta yang berhenti itu adalah kereta yang bukan kelasnya kaum pribumi, mungkin di jaman itu (masih) ada pengelempokan Londo dan Inlander, ataupun mungkin 3 pria pribumi itu memang tidak mampu membeli tiket kereta tersebut karena terlalu mahal ataupun mungkin-juga mereka ber-3 tak sudi naik kereta bergabung dengan para Londo. Entahlah. Atau malah mereka ber-3 sekedar nongkrong di stasiun sambil ngobrol menikmati rokok tembako kawung yang dalam lidah orang Gelumbang disebut “Rokok Deun”.

Satu hal yang pasti, bahwa saya belum tahu, siapa gerangankah tida pria yang lagi santai itu. Belum tahu juga apakah gerangan objek seperti kurungan singa di belakang mereka itu, memangnya di Gelumbang pernah ada singa?. Apakah itu properti stasiun kereta, atau barang bawaan tiga pria itu, entahlah.

Foto itu setidaknya sudah berumur 88 tahun, rasanya kecil kemungkinan bila 3 pria itu saat ini masih hidup. Bahkan anak anak yang ada di belakang mereka itu pun bila masih hidup saat ini pastinya sudah sepuh. Atau bisa jadi dari salah satu yang membaca tulisan ini dapat mengenali orang orang dalam foto itu sebagai karuhun mereka, hingga kisah selembar foto itu akan semakin panjang. Siapa tahu.