Monday, November 17, 2014

Stasiun Gelumbang Juni 1926

Stasiun Gelumbang, Juni 1926
Sulit sekali untuk menemukan foto foto sejarah Gelumbang. Untuk yang belum tahu, Gelumbang itu adalah nama kelurahan di kecamatan Gelumbang, (masih) berada di dalam kabupaten Muara Enim, Propinsi Sumatera Selatan. Itu Kampung halaman-ku.

Dengan memasukkan beragam varian nama Gelumbang, Glumbang, Geloembang, Gloembang ke kolom pencarian mbah google hasilnya nyaris nihil. Hasilnya hanya menemukan dua lembar foto. Salah satunya adalah foto diatas itupun tanpa penjelasan yang memuaskan.

Usut punya usut tentang siapakah para menir yang ada di dalam foto itu dijelaskan di situs keluarganya stevels yang menjelaskan tentang silsilah keluarga mereka satu persatu. Dan disebutkan bahwa yang ada di dalam foto diatas adalah sebagai berikut :

Juni 1926 Koleksi milik KITLV.
Stasiun Kereta Api Milik Negara Geloembang di Palembang, Sumatra Selatan
Dari kiri: A.J.G. Stevels (Kepala Administratur Tebenan), H. G. Supplies, Kuiper, Schrieke and N.A.F. Grundlehner (perwakilan dari Advoland Consultancy for Agricultural Affairs)

A.J.G. Stevels menikah dengan Jannetje Margaretha Hendrika Louise Pitters yang lahir di Fort de Kock pada tanggal 22 February 1895, dan wafat di tahun 1930, dia sempat berada di Kamp Kramat sebagaimana dijelaskan dalam registrasi Kamp Kedoengbadak, kemudian tinggal di den Dolder dan tidak memiliki keturunan. [i]

Situs itu tidak memberikan penjelasan lebih lanjut. Termasuk jadi diri empat Belanda lainnya itu, dalam rangka apa dia ke sana, atau sekedar singgah dan sebagainya. Apakah mereka sedang dalam perjalanan dinas mengingat beliau (Pak Stevel) dalam foto itu juga bersama dengan konsultan urusan pertanian.

A.J.G Stevels disebutkan sebagai Administratur Tebenan. Tebenan adalah salah satu Unit Usaha Perkebunan milik Belanda di Banyu Asin (Sumatera Selatan) yang bergerak di bidang Perkebunan Karet yang (kini) berlokasi di Desa Suka Mulya Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Unit usaha tersebut dikemudian hari setelah Indonesia Merdeka di-Nasionalisasi kedalam perusahaan milik negara PT. Perkebunan Nusantara 7 (PTPN 7) yang berkantor pusat di Bandar Lampung. [ii]

Anda punya cerita lain tentang Gelumbang tempo doeloe ?. bagi bagi donk.