Sunday, January 12, 2020

Sejenak di Masjid Al-Zawawi Muscat

Masjid Al-Zawawi, Muscat, Oman.

Penerbangan Oman Air malam itu mendarat di bandara internasional muscat dibawah siraman hujan yang cukup deras. Seperti melihat berkah yang sedang berjatuhan dimalam itu, bagaimana tidak, Jakarta dan Indonesia sedang kemarau panjang saat kami tinggalkan sedangkan Muscat di Oman yang notabene salah satu Negara arab dengan iklim gurun yang kering justru disini kami berjumpa lagi dengan hujan setelah sekian bulan menikmati kemarau.

Kota Muscat selaku ibukota Oman, cukup indah dan menawan kota yang sedang bergerak maju dengan infrastruktur jalan raya dan bangunan bangunan jangkung yang mulai mendominasi pusat kotanya. Terselip diantara bangunan bangunan hotel bertingkat, perkantoran dan pusat bisnis di pusat kota Muscat, adalah Masjid Al-Zawawi yang begitu menarik perhatian karena arsitekturnya yang menawan.


Masjid Al-Zawawi terlihat dengan jelas dari ruas jalan raya bebas hambatan dari dan menuju bandara Muscat. Menjadi lebih menarik untuk dikunjungi karena lokasinya tak jauh dari hotel city season tempat kami menginap. Dari pintu lobi hotel masjid ini bahkan terlihat langsung diantara bangunan hotel disekitarnya.

Masjid Al-Zawawi merupakan nama populer masjid ini karena memang dibangun oleh keluarga besar Al-Zawawi, salah satu keluarga terpandang di Oman. Sedangkan nama sebenarnya dari masjid ini cukup panjang yakni Masjid Abdul Mun’im bin Yusuf bin Ahmad Zawawi sebagaimana terpampang di papan namanya di depan masjid dan ditulis juga di plakat pembangunannya yang dipasang di tembok masjid sisi sebelah timur, di sebelah pintu masuk utama.

Sisi timur Masjid Al-Zawawi.
Merujuk kepada plakat berbahasa arab yang terpasang disana, masjid ini dibangun oleh keluarga Al-Zawawi pada tahun 1985M (1405H) untuk mengenang ayahanda mereka mendiang Abdul Mun’im bin Yusuf bin Ahmad Zawawi yang namanya diabadikan sebagai nama resmi masjid ini. Namun demikian masjid ini lebih dikenal luas sebagai masjid Al-Zawawi.

Denah bangunan komplek masjid ini dibuat simetris baik taman maupun bangunannya. Bangunan masjidnya dilengkapi dengan beranda dan tangga besar di tiga sisinya kecuali sisi kiblat tempat mihra dan menara tunggalnya berada. Pintu utama berada di sisi timur, tangganya dilapis dengan karpet warna hijau.

Nama masjid yang cukup panjang, bukan?.
Bangunan penunjang termasuk ruang terbuka cukup luas di lantai dasar bangunan segi empat di belakang masjid, ruangan ini juga berfungsi sebagai area sholat. Mengingat bahwa masjid ini di kunci di luar warktu sholat berjamaah, maka Jemaah yang akan sholat di masjid ini di luar waktu sholat berjamaah dapat melaksanakan sholat di ruangan ini.

Tempat wudhunya dibangun di sisi belakang, ada juga tempat wudhu di bangunan pancuran beratap kubah di sisi kiri dan bangunan masjid ini seperti layaknya bangunan bangunan masjid tua di timur tengah. Kubah masjid ini dibangun mirip dengan kubah masjid di St Peterburg Russia dan bangunan bangunan masjid tua di asia tengah, sama sekali berbeda dengan bentuk kubah masjid Agung Sultan Qaboos.

Sesaat sebelum meninggalkan Muscat untuk melanjutkan penerbangan ke Madinah, 21 Nopember 2019 kami menyempatkan singgah sebentar ke masjid ini untuk menunaikan sholat dhuha dan sejenak menikmati keindahan bangunan masjid yang belum ada replica atau yang serupa dengan ini di Indonesia.***
-----------------------------------
Follow akun instagram kami di @masjidinfo |  @masjidinfo.id  | @hendrajailani
------------------------------------

Baca juga


No comments:

Post a Comment