Thursday, July 17, 2014

Nusa Kambangan, Mengambang atau Mengembang ?

\

Nusa Kambangan adalah pulau di kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Secara harfiah Nusa Kambangan berarti “pulau yang MENGAMBANG”, namun ada juga yang mengatakan bahwa nusa kambangan berarti "pulau bunga-bungaan" dikaitkan dengan keberadaan bunga Wijaya Kusuma yang sejati yang hanya MENGEMBANG di pulau itu ditambah lagi dengan berbagai macam tumbuhan khas ritual budaya Jawa ditanam di sini, sejak era kerajaan Mataram.

Letak pulau Nusa kambangan memang “seakan” mengambang diantara Samudera Indonesia disebelah selatannya dan Anak Samudera atau Segara Anakan disebelah utaranya. Dongeng geologi mencereritakan bahwa pulau ini terbentuk dari material vulkanik gunung Galunggung di masa lalu yang menumpuk di muara Laguna Segara Anakan.

Nusa Kambangan disebut sebut sebagai pertahanan terahir bagi habitat bunga Wijaya Kesuma. Bunga legenda yang benar benar ada meski sangat langka dan habitat aslinya hanya ada di pulau Nusa Kambangan. Maklumlah karena seluruh pulau Nusa Kambangan sendiri sebenarnya berstatus sebagai cagar alam, meski juga digunakan sebagai area latihan militer. Secara tradisional, penerus dinasti Kesultanan Mataram sering melakukan ritual di pulau ini dan menjadikannya sebagai "hutan ritual".

Pariwisata di Nusa Kambangan mulai dikembangkan oleh pemerintah setempat dengan menawarkan berbagai objek wisata sejarah, wisata alam dan wisata ziarah. Di pulau ini terdapat benteng peninggalan portugis dan VOC, pantai pantai yang indah serta gua alami yang beberapa diantaranya dijadikan objek wisata ruhani, tak kalah menarik juga adalah wisata bahari di segara anakan dan bila anda beruntung anda akan melihat ribuan flamingo yang sedang berimigrasi menyinggahi segara anakan.

Kandungan karst di Nusa Kambangan menjadikan pulau ini juga kaya dengan aneka gua alami. 7 diantaranya sudah pernah dipetakan adalah Gua Ratu, Gua Merah, Gua Putri, Gua Lawa, Gua Pantaw, Gua Simpang Dua dan Gua Tirta Rahayu. 7 gua tersebut rata rata memiliki panjang 200 meter, Gua ratu sepanjang 500 meter dan yang paling panjang adalah gua simpang dua. Sementara gua Tirta Rahayu memiliki lorong yang dipenuhi air dari mata air yang menyambung dengan gua Sendang Putri. Sumber air yang serupa juga terdapat di gua Simpang Dua.

Selain itu masih ada lagi Gua Beji, Gua Karang Belah, Gua Pancing, Gua Air, Gua Ular, Gua Pasir, Gua, Sodong, Gua Batu Gantung, Gua Landak, Gua Raja Naga, Gua Naga raja, Gua Kunci, Gua Sumur Guling, Gua Batu Segitiga gua Sendang Putri, Gua Tutul dan lain-nya. Dari begitu banyak gua yang ada di Nusa Kambangan beberapa diantaranya telah dijadikan objek wisata diantaranya adalah Gua Ratu, Gua Putri, Gua Masigit Sela dan Gua Bendung (lebih populer disebut Gua Maria). 

Status pulau Nusa Kambangan sendiri meski secara administratif berada di dalam wilayah kabupaten Cilacap, provinsi Jawa Tengah namun hingga kini pulau tersebut merupakan milik Departemen Hukum dan HAM. Itu sebabnya Nusa Kambangan selalu saja di identikkan sebagai pulau penjara, padahal hanya dibagian tengah pulau saja yang dijadikan lokasi berdirinya 9 komplek penjara disana dan dari 9 penjara itu hanya empat saja yakni LP Batu (dibangun 1925), LP Besi (dibangun 1929), LP Kembang Kuning (tahun 1950), dan LP Permisan (tertua, dibangun 1908). Lima lainnya, yaitu Nirbaya, Karang Tengah, Limus Buntu, Karang Anyar, dan Gleger, telah ditutup.