Sunday, July 20, 2014

Bunga Wijaya Kesuma

Terkenal oleh kebesaran legenda-nya, bunga wijaya kesuma termasuk tanaman langka yang hanya tumbuh di segelintir tempat saja di Nusantara. Gugus pulau pulau batu karang di Karimun Jawa (di laut utara) dan Nusa Kambangan (di laut selatan) disebut sebut sebagai pertahanan terahir tempat bunga ini tumbuh.

Di kalangan masyarakat Yogyakarta dan Surakarta, khususnya keraton, percaya bahwa seorang raja yang akan naik tahta haruslah memiliki bunga Wijayakusuma sebagai syarat. Bunga ini juga dipercaya sebagai pusaka keraton Dwarawati titisan Wisnu sang pelestari Alam, Batara Kresna dan memiliki kemampuan menghidupkan orang yang mati. 

Legenda lain menyebutkan bahwa bunga wijaya kesuma mampu membuat awet muda. siapa saja yang mampu bertahan menyaksikan detik detik mekarnya bunga ini hingga kuncup lagi di tengah malam, konon akan mendapatkan paras awet muda.

Bunga wijaya kesuma hanya mekar sesaat saja dengan aroma harum semerbak yang luar biasa, dan itupun ditengah malam. Ditambah lagi dengan tidak mudahnya untuk menemukan tanaman ini, sehingga membutuhkan tekad dan niat kuat untuk sekedar menikmati keindahan dan keharuman bunga satu ini. 

Setelah mekar sesaat bunga ini akan kuncup kembali. Sangat berbeda dengan bunga edelweiss yang akan mekar selamanya, hingga digelari sebagai bunga abadi. 

Menurut para ahli Bunga Wijayakusuma (epiphyllum anguliger) termasuk jenis tanaman kaktus yang mempunyai kelas dicotiledoneae dan berasal dari Amerika tropika (Venezuela dan Caribia), meski tak ada satu literatur pun yang menjelaskan bagaimana bunga tersebut bisa sampai ke Nusantara.