Saturday, May 13, 2017

Naga Istana

Arca Naga di Istana Bogor

Konon, dulunya Naga adalah hewan tercantik di surga, ia bebas hilir mudik keluar masuk ke surga. Sedangkan Iblis sudah terusir dari Surga 34:77-78) akibat pembangkangannya atas perintah Allah untuk sujud kepada Adam a.s. (QS:34).

Dalam satu kesempatan Iblis berhasil merayu Naga untuk memberinya tumpangan di dalam mulut naga agar bisa masuk ke dalam surga. Adam dan Hawa pun ahirnya tergoda rayuan iblis dan di usir dari Sorga (7:24), begitupun dengan Sang Naga.

Di dunia, Naga di citrakan beragam di berbagai peradaban. Di dunia Barat, Naga disimbolkan sebagai mahluk jahat, bertampang seram dan bersyap. Sementara di timur mayoritas di citrakan sebagai mahluk perkasa simbol kejayaan dan tak butuh sayap untuk terbang karena toh dia adalah mahluk langit. Mungkin karena itu, "Sang Naga" pun tampil di pekarangan #istanabogor meski ukurannya tak se gigantik #legendanaga.

Indikasi di dalam Al-Qur’an

Naga yang disebut sebut dalam legenda itu merupakan salah satu jenis Dabbah atau binatang melata. Indikasi tentang keberadaan mahluk ini baik di langit dan dibumi disebutkan dalam beberapa ayat Al-Qur’an diantaranya adalah sebagai berikut.

dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya. (QS An-Nahl (16) : 8)

Di antara (ayat-ayat) tanda-tanda-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata Yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya. (QS Asy-Syuura (42): 29).

Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para ma]aikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri. (QS An-Nahl (16): 49)***.

Namun demikian, bagi manusia, legenda akan tetap menjadi legenda sampai suatu hari ditemukan fakta sesuai dengan kaca mata ilmu pengetahuan kekinian benar benar terungkap. Belajar dari pengalaman “Hewan Okapi” menunjukkan bahwa apa yang disinyalir sebagai legenda ternyata benar benar ada, orang orang menyebutnya legenda semata mata karena belum pernah benar benar menyaksikan keberadaannya.

Hewan Okapi adalah salah satu hewan endemik hutan ituri di benua Afrika, tepatnya di timur laut Republik Demokratik Kongo. Di jaman awal penjelajahan orang oran Eropa ke benua Afrika, penduduk pribumi Kongo bercerita kepada para pelancong Eropa tentang keberadaan binatang yang wujudnya seperti perpaduan antara zebra dan jerapah. dan para pelancong menganggap bahwa itu hanya cerita rakyat belaka.

Namun apa yang begitu lama disebut legenda ternyata benar benar ada ketika pada tahun 1901, Sir Harry Johnston membawa sebuah kulit binatang yang membuktikan keberadaan makhluk tersebut, yang kini dikenal dengan nama Okapi Jonstoni, sesuai dengan nama tokoh yang dianggap penemunya itu.***