Saturday, December 17, 2016

Komplek Pemakaman Kyai Panembahan Singaperbangsa

Bangunan Makam Para Bupati Karawang

Komplek pemakaman Bupati Karawang Kyai Panembahan Singaperbangsa merupakan komplek pemakaman para mendiang Bupati Karawang yang berada di Desa Manggungjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang. Pada awalnya di lokasi ini hanya ada satu makam yakni Makam Kyai Panembahan Singaperbangsa, Bupati pertama Kabupaten Karawang yang berkuasa pada tahun 1633-1677 dikenal dengan nama Dalem Adipati Singaperbangsa, dan bergelar Adipati Kertabumi IV.

Konon menurut cerita, makam Kyai Panembahan Singaperbangsa ditemukan berdasarkan pemberitahuan dari seorang Guru Besar Agama Islam di Purwakarta yang menyatakan kepada muridnya yang tinggal di Manggung. Makam tersebut kemudian dibangun dan pada tahun 1993 dilakukan pemindahan makam para bupati Karawang ke lokasi ini dan ditetapkan sebagai komplek Pemakaman Para Bupati Karawang


Awalnya direncanakan lima jenazah para bupati karawang yang menjabat setelah adipati Singaperbangsa yang akan dipindahkan ke lokasi ini, namun yang ahirnya hanya empat yang dipindahkan, sedangkan satu makam lainnya dipertahankan oleh pihak keluarga di lokasi aslinya.

Bangunan makam para Bupati Karawang ini terdiri dari tujuh bangunan makam yang dibangun mengelilingi sebuah balairung terbuka. Masing masing bangunan makam dihubungkan dengan koridor ke balairung yang berada ditengah tengah. Orientasi bangunan menghadap ke arah selatan yang merupakan akses keluar masuk ke area balairung dari halaman depan dan gerbang komplek makam. Denah dasar bangunannya simetris membentuk delapan penjuru angin, tanpa bangunan di sisi selatannya.

Denah bangunan makam di komplek pemakaman Singaperbangsa (tanpa skala)

Secara keseluruhan ada enam tokoh yang dimakamkan disini terdiri dari lima mantan Bupati Karawang dan satu makam sesepuh masyarakat Karawang, sedangkan satu bangunan makam lagi masih kosong. Ke enam makam tersebut secara berurutan dari sisi utara adalah sebagai berikut:
  1. Singaperbangsa atau Kyai Panembahan singaperbangsa atau Dalem Kalidaon atau Eyang Manggung, bergelar Adipati Kertabumi IV, beliau adalah putra  dari Wiraperbangsa  dari  Galuh.
  2. Bupati Karawang kedua, berkuasa tahun 1677-1721, Raden Anom Wirasuta, bergelar R.A. Patatayuda I. Beliau adalah putra dari Adipati  Singaperbangsa dilantik  menjadi  Bupati  Karawang di  Citaman  (kecamatan Pangkalan). Setelah  wafat, jenazah beliau dimakamkam  di  Bojongmanggu, dan juga dikenal dengan sebutan Panembahan Manggu. Pada  tanggal  28  November  1994 makam beliau dipindahkan ke komplek pemakaman ini.
  3. Bupati Karawang ketiga, berkuasa tahun  1721-1731, Raden Jayanegara, bergelar R.A Panatayuda II. Beliau adalah putra dari Raden Anom  Wirasuta, Setelah  wafat  beliau  dimakamkan  di  daerah Waru  Tengah.  Karena  itu  beliau  dikenal  juga  sebagai  Panembahan  Waru  Tengah, makam beliau kemudian dipindahkan ke komplek ini Pada  tanggal  28  November  1994.
  4. Bupati Karawang ke-empat, berkuasa tahun 1731-1752, R. Martanegara / R. Singanagara, bergelar R. A Panatayuda III. Beliau adalah putra Jayanegara, dikenal  juga  dengan  nama  Raden  Martanegara.  Setelah  wafat  dimakamkan  di  Waru  Hilir,  karena itu beliau dikenal dengan Panembahan Waru Hilir. Pada  tanggal  28  November  1994, makam beliau dipindahkan ke komplek pemakaman ini.
  5. Bupati Karawang ke-Lima, berkuasa tahun 1752-1786, R. Mohamad Soleh, bergelar R. A Panatayuda IV. Beliau adalah putra dari Raden  Singanagara, dikenal  pula  dengan  nama  Raden  Muhammad  Zaenal  Abidin  atau  Dalem  Balon.  Setelah  wafat  beliau  dimakamkan  di  Serambi  Mesjid  Agung  Karawang.  Karena  itu  Raden  Muhammad  Saleh dikenal juga dengan sebutan Dalem Serambi. Pada  tanggal  5  Januari  1994  makam beliau dipindahkan ke komplek pemakaman ini.
  6. Ibu Siti Ansiah (Keramat Manggung), Kampung Kali Daon Cigobang, Desa Ciparage. Beliau adalah seorang Nyi Ratu Pamade (adik dari ibu Singaperbangsa) yang merawat Singaperbangsa dari bayi hingga dewasa.


Pendopo di Komplek Pemakaman Singaperbangsa Karawang

Keseluruhan komplek pemakaman ini seluas 2 hektar dipayungi oleh pohon pohon tinggi besar termasuk pohoh pohon kelapa. Beberapa fasilitas pendukung sudah dibangun di komplek ini termasuk satu bangunan pendopo terbuka berukuran besar di sisi timur laut bangunan makam, bangunan pendopo ini terhubung dengan satu ruas jalan paving blok ke gerbang tengah yang hanya dibuka pada acara acara tertentu. 

Di depan pendopo ini merupakan area terbuka. Di samping pendopo di sebelah utara bangunan makam berdiri satu bangunan mushola, dan kamar mandi. Tak jauh dari lokasi ini juga sudah dibangun tempat peristirahatan bagi pejabat daerah setempat yang sedang berkunjung kesana. Keseluruhan areal komplek pemakaman ini dikelola sepenuhnya oleh pemerintah kabupaten Karawang dan telah ditetapkan sebagai cagar budaya.

Bangunan makam dari sisi tenggara

Komplek ini akan sangat ramai peziarah setiap tanggal 10 bulan maulud penanggalan Hijriah bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang secara rutin juga dihadiri para pejabat tinggi pemerintah Karawang dan masyarakat umum yang menyesaki tempat tersebut. Komplek pemakaman ini juga akan ramai peziarah termasuk kunjungan Bupati Karawang dan rombongan pada setiap peringatan hati jadi kabupaten Karawang.

Sebagai objek cagar budaya milik pemerintah, komplek pemakaman ini dijaga oleh beberapa petugas resmi. Kunjungan ataupun ziarah di malam hari tidak diperkenankan, dan semua bangunan makam ini dikunci pada waktu waktu bukan masa kunjungan. Para pengunjung ataupun para peziarah tentu saja harus meminta izin dari petugas disana,***