Friday, June 14, 2013

Mengapa Tekad Harus Bulat ?

BULAT
Karena segitiga sudah dipakai oleh cinta ! bukan, karena kalau segi empat gak bisa menggelinding. . . ha ha ha, gak gitu juga lah. Jadi begini brow, bulat atau lingkaran itu bagi orang inggris disebut circle dan tentu saja bersaudara dengan cycle, di Indonesiakan menjadi siklus. Bila menyebut TEKAD KU SUDAH BULAT kira kira sama dengan menyatakan bahwa aku siap menjalani sebuah siklus.

Sebuah siklus terdiri dari serangkaian proses, setiap proses butuh waktu, dan waktu tak pernah mau menunggu, dan menunggu itu selalu membosankan, dan bosan itu yang ahirnya merusak bahkan menghancurkan tekad hingga tak lagi bulat, bila sudah tidak bulat maka bukan lagi tekad namanya. Dan hidup harus punya tekad, karena hidup sendiri merupakan sebuah siklus, bumi tempat kita berpijakpun hidup dalam siklus, dan siang dan malam pun bergantian dalam siklus.

Sebagai sebuah siklus, begitu bertekad maka (semestinya) tak kenal kata gagal, tidak kenal kata tak berhasil yang ada hanya “siklusnya belum usai” dan sebuah siklus memang tak pernah usai, karena bukan siklus namanya bila ada ujungnya. Karena siklus itu seperti lagunya Titi DJ, TAK KAN ADA UJUNGNYA. Karena keberhasilan bukanlah sebuah ahir, tapi justru sebuah permulaan dari sebuah perjalanan siklus berikutnya. 

Sekali Lagi !, tekad itu tak kenal menyerah, tak kan menyerah pada HIDUP, tak kan menyerah kepada MATI, karena menyerah hanyalah kepada yang maha memiliki keduanya.***