Friday, June 14, 2013

Timbuktu, Kisah Tentang Wanita Terpercaya di Ujung Dunia

Masjid dan Madrasah Sankore di Timbuktu. Konon merupakan madrasah tertua di dunia.
Bila di jazirah Arab, semasa hidupnya Rosulullah terkenal dengan gelar Al-Amin, karena saking terpercaya-nya. Maka di satu daerah terpencil di benua Afrika, ada seorang ummat Rosulullah, seorang muslimah tua yang bernama BUKTU yang juga sangat dipercaya. Saking dipercayanya, para pedagang lintas bangsa yang melintas wilayah itu menggunakan onta dan karavan seringkali menitipkan sebagian barang dagangan mereka di rumah wanita tua ini, guna meringankan bawaan mereka dan akan diambil kembali saat mereka melintas lagi disana dalam perjalanan pulang.

Dan bertanyalah satu pedagang ke pedagang yang lain “dimana kamu menitipkan sebagian barang bawaan-mu ?” dan di jawab TIM (dalam bahasa Mali = saya titipkan “DI”) “ibu tua” BUKTU. Maka sejak itu terkenallah daerah terpencil itu dengan nama TIMBUKTU alias tempat mentipkan barang ke wanita tua terpercaya bernama BUKTU.


Ketika dikemudian hari penjelajah dan penjajah Prancis dengan sangat susah payah ahirnya tiba di Timbuktu, dengan enteng mereka menterjemahkan kata TIMBUKTU yang ditulis menjadi TOMBOCTOU itu sebagai UJUNG DUNIA. Itu karena saking jauhnya tempat ini dari negara mereka di Prancis sana. Padahal masih banyak tempat lain yang luebihh juawuh dari Prancis.

Dikemudian hari TIMBUKTU terkenal dengan berbagai warisan budaya dunia-nya yang berderet begitu panjang di daftar warisan dunia UNESCO termasuk bangunan Masjid, Madrasah hingga Universitas tertua di bumi, bahkan lebih tua dari Al-Azhar di Mesir. Dan lebih menariknya lagi semua bangunan itu dibuat dari lumpur, menjadikannya begitu eksotis meski sempat menjadi sasaran pengrusakan oleh para pemberontak beberapa waktu lalu.

Hingga kini orang orang Prancis dalam becandanya masih saja menyebut “Minggat Sana ke Timbuktu” sebagai kata ganti dari “Minggat sana ke Ujung Dunia”.