Saturday, June 15, 2013

Catatan Kecil Dari Karanghaur & Pebayuran

KECAMATAN PEBAYURAN
Karanghaur merupakan nama kampung sekaligus nama desa di kecamatan Pebayuran. Kecamatan Pebayuran sendiri merupakan salah satu kecamatan di dalam lingkup kabupaten Bekasi propinsi Jawa Barat. Jalur termudah untuk menuju karanghaur adalah dari ruas jalan bojong – pebayuran yang bermula dari pertigaan Bojong, beberapa meter sebelum mencapai jembatan Citarum sebelum masuk wilayah kabupaten Karawang di ruas jalan pantura.

Jalanan menuju kesana dari Bojong cukup baik berupa jalan beton cor, meski beberapa bagian jalan sedikit rusak dan beberapa bagian sedang dalam proses pengecoran yang sedikit mengganggu perjalanan. Jalur yang lain adalah dari jalur Pilar – Sukatani – Karanghaur (Pebayuran), tapi bila anda menggunakan mobil dengan ground clearance rendah (sedan dan sejenisnya) atau pengguna motor ceper, sebaiknya tidak melewati jalur itu. Pengguna motor matic ataupun motor sport dengan firing rendah pun harus sangat hati hati.

TIKUS. bangkai tikus yang gepeng dan mengering di ruas jalan.
Penduduk Karanghaur dan Pebayuran umumnya merupakan petani sawah, sistim pengairan irigasi warisan Belanda masih berfungsi sangat baik hingga kini. Hamparan sawah yang menghijau seakan tak berujung di kiri kanan jalan beton yang kita lewati. Salah satu musuh petani adalah hama tikus yang sering membuat petani kewalahan bahkan terancam gagal panen. Penanganan hama tikus disini bukan hal sederhana meski setiap musim, petani disana tetap dengan cara cara sederhana memberantas hama satu ini.

Para petani dengan bergotong royong melakukan sweeping terhadap liang liang tikus secara visual, lalu lubang lubang itu diisi air, tikus tikus sawah yang kehabisan udara terpaksa keluar dan….. kdebuk…. Kena gebuk sampai mati, atau di kejar rame rame dan disikat sampai tewas. Cerita horornya tak selesai sampai disitu, hama tikus yang sudah tak berkutik itu begitu banyak yang dilemparkan atau dibiarkan tergolek di jalan raya yang melintasi pesawahan dan terlindas kendaraan kendaraan yang lewat.

MASJID JAMI' DARUSSALAM - KARANGHAUR
Dan anda pasti sudah bisa menebak, permukaan jalan cor di lokasi perburuan tikus itu berubah corak dengan bercak darah tikus yang terlindas, bangkai bangkai tikus itu dibiarkan disana sampai gepeng, mongering dan lengket ke permukaan jalan cor. Cukup kaget juga ketika pertama kali melintas disana dengan corak jalannya yang aneh itu, dan menyadari corak hitam itu terbentuk dari bangkai bangkai tikus yang tergilas kendaraan yang lalu lalang disana.

Bagi anda anda yang punya inovasi atau ide brilian untuk mengatasi hama tikus dengan biaya murah tapi efektif dan efisien sebaiknya segera bantu saudara saudara kita petani sawah untuk mengatasi serangan hama satu ini.

Masjid Jami Darussalam Karanghaur 

Di Karanghaur berdiri Masjid Jami Darussalam, megah dan merupakan masjid terbesar di seluruh kecamatan Pebayuran, masjid Jami’ satu ini berarsitektur aseli Indonesia dengan atap limas berususun tiga sebagai cirri utama dan tanpa menara. Dan cukup membanggakan, karena masjid besar ini dibangun dengan dana swadaya masyarakat setempat.***