Sunday, October 18, 2015

Mawar Merah dari Langit


Dalam sebuah kisah perjalanan Shech Abdul Qodir Jailani memasuki kota Bagdad beliau di hadang oleh utusan para wali di batas kota, mencegah beliau memasuki kota Bagdad dengan alasan bahwa kota Bagdad telah penuh oleh para wali.

Seumpama kota Bagdad adalah sebuah gelas dan air adalah para wali, maka gelas telah penuh oleh air dan tidak dapat lagi di tambah. begitulah gambaran penuhnya kota Bagdad oleh para wali dan tidak ada tempat lagi untuk Shech Abdul Qodir Jailani.

Shech Abdul Qodir Jailani tidak mendebat para utusan tersebut, beliau kemudian memasukkan setangkai mawar merah ke dalam gelas yang dijadikan perumpaan oleh utusan para wali tersebut, dan berkata, bila memang gelasnya (kota bagdad) telah penuh oleh air (para wali), maka aku adalah mawarnya, seketika itu juga para utusan itu memberi salam takzim kepada beliau dan mempersilahkan beliau memasuki kota Bagdad.

Beberapa literatur menyebutkan bahwa Shech Abdul Qodir Jailani memetik mawar itu dengan hanya mengacungkan tangannya ke langit, karena mawar adalah tanaman langit dan saat itu juga tangannya sudah menggenggam setangkai mawar. wallohua'lam.

"Dan apabila langit telah terbelah dan menjadi mawar merah yang berkilauan" (QS. Ar-Rahman : 37).

------------------------------------------

Baca Juga