Tuesday, February 16, 2016

PUAN, NYONYA atau SUSU

Bila di Malaysia dan di tanah melayu lainnya, kata PUAN bermakna Nyonya akan tetapi di Palembang dan sekitarnya kata PUAN justru bermakna SUSU. Entahlah bagaimana ceritanya sehingga begitu jadinya. Anda tahu kan, bahwa Malaka itu didirikan oleh Prameswara yang asli orang Palembang, bila sajalah kata PUAN sudah bermakna SUSU sejak dahulu kala sebelum Malaka berdiri sepertinya Prameswara akan cengar cengir sendirian mendengar hulubalangnya berpidato “Tuan Tuan dan Puan Puan …..” yang ditelinga orang Palembang menjadi “Tuan Tuan dan Susu Susu…”

Di Palembang terkenal panganan tradisional yang bernama Gulo PUAN alias gula susu, panganan yang rasa muanisnya poll karena memang terdiri dari campuran gula dan susu. Tapi jangan sekali kali diterjemahkan ke dalam Bahasa Melayu ya, karena anda toh akan cengar cengir sendiri menikmati panganan yang mendadak menjadi Gula Nyonya.

Hadeuh, Atawa mungkin di jaman dulu sebenarnya di Palembang pun tidak kenal kata PUAN, tapi justru panganan Gulo Puan tadi itu biang masalahnya. Mungkin jaman dulu yang pertama kali jualan panganan itu Nyonya Melayu yang dipanggil PUAN oleh para tetangga nya yang sesama perantau dari semenanjung, sehingga para pembelinya ikutan menyebut dagangannya itu dengan sebutan Gulo PUAN ?. Bisa jadi sih. ya bisa dong, anda juga pastinya tahu bahwa nama’ Pelembang’ itu juga bermakna ‘Kota Tua’.

Penjelajah Cina menyebut Palembang di catatan mereka dengan nama Palimpong alias Kota Tua, mewakili karakter kota yang mereka kunjungi itu yang peradabannya sudah begitu maju, tempat berbaurnya berbagai suku dan bangsa dunia hidup bersama di satu kota dagang yang begitu ramai dan dipastikan membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk membentuk peradaban seperti itu. Jadi ?. Ya masuk akal dong bila waktu itu ada perantau dari semenanjung (malaya) yang berdagang susu di Palembang. Lagipula produk susu itu dari dulu sampai sekarang pun masih saja import dari luar negara, karena toh orang kita tak terbiasa ngangon sapi untuk susunya tapi untuk daging dan tenaganya.

Atauuuuw, jangan jangan justru PUAN memang bermakna Nyonya. Terpelesetnya susu menjadi PUAN justru karena merek dagang ?. atau tepatnya sih karena Logo Merek dagang ?. Bisa jadi begitu sih, sampai sekarang pun masih beredar dipasaran susu kaleng berlabel Cap Nona yang gambarnya mirip nyonya nyonya. Lah itu kan Tjap Nona bukan Tjap Nyonya. Santai ajalah, toh cuman beda di hurup Y nya doang, lagian kan sama sama perempuan, sama sama ada kata PUAN nya.  Heheh ***