Showing posts with label hikmah. Show all posts
Showing posts with label hikmah. Show all posts

Thursday, June 28, 2018

Balada Ayam Kampung

bisa jadi . . . . . 

Ketika ia masih hidup, selalu saja di-usir pada saat ia akan masuk ke rumah kita. Justru ia baru dihargai dan ditempatkan di tempat terhormat di dalam rumah kita pada saat ia sudah mati . . . . dan berubah menjadi ayam goreng.
.
Yakinkah hanya ayam yang kita perlakukan demikian ?. Yakinkah tak ada air mata yang jatuh di luar sana, karena pintu hati kita yang terlanjur tertutup untuknya . . . ??
.
-----------------------------------
Follow akun instagram kami di @masjidinfo |  @masjidinfo.id  | @hendrajailani
------------------------------------


Baca Juga



Saturday, April 22, 2017

Lemah Abang & Ingat Mati

stasiun KA Lemah Abang, Cikarang Utara, Kab. Bekasi, Jawa Barat.

Nama "Lemah Abang" tersebar di berbagai tempat di Indonesia, termasuk "Lemah Abang" di Cikarang Utara. Kabupaten Bekasi. Konon nama itu adalah nama dari Syech Lemah Abang. Ada yang ber-asumsi nama itu adalah nama lain dari Syech Siti Jenar yang artinya juga sama sama "Syech Tanah Merah" beliau hidup sezaman dengan para Walisongo.
.
Di Jepara Syech Lemah Abang identik dengan Sunan Jepara atau Raden Abdul Jalil. Di hukum mati di masa Kesultanan Demak karena dianggap sesat.
.
Begitu banyak pendapat beredar tentang sosok fenomenal ini. Tokoh yang dianggap sesat namun namanya di abadikan dibegitu banyak tempat. Lalu siapa dia sebenarnya ? Benarkah Syech Lemah Abang & Syech Siti Jenar adalah orang yang sama ?
.
Namun yang pasti, di kampung halamanku, tanah merah itu identik dengan kuburan yang masih baru. pepatah nya mengatakan "berbuat baiklah sebelum tanah merah naik ke permukaan". Nasihat sederhana mengingatkan tentang kematian yang pasti datang kepada semua yang bernyawa, tanpa kecuali.


Friday, September 16, 2016

Tanya Tanpa Tanda ?

QS 56 ; 27-29

Adakalanya atau bahkan seringkali "kecuali" terkonotasi sebagai "Oknum" meskipun untuk sebuah keniscayaan permanen. Dua hal yang sama sekali tak sama.

Seperti halnya "orang baik" yang hanya tersisa dan terselip satu dari sejuta, apakah akan disebut sebagai "oknum orang baik"

Seperti hal nya helai daun yang bila tiba masanya akan tua, menguning, lunglai, lepas dari tangkainya dan jatuh ke bumi. Namun demikian / akan tetapi nyatanya daun pisang menolak untuk jatuh, meski telah kering kerontang. akankah kau kan menyebutnya "oknum" daun. . .

Ah. . . mungkin "si takdir" tak memberikan pencerahan tentang dirinya ... . . atau ego yang bahkan terlalu dominan diantara nalar.... . .

. . . Bagaimanapun, tetaplah jadi orang baik, meskipun kau bingung dengan tulisan ini. . .

-----------------------------------
Follow akun instagram kami di @masjidinfo |  @masjidinfo.id  | @hendrajailani
------------------------------------

Baca Juga


Thursday, April 21, 2016

Bukan Sajadah Sakti



Pagi itu halaman Masjid Jami’ Babussalam sudah penuh sesak. ruang kosong yang tersisa hanya di aspal perempatan ruas jalan lintas tengah sumatera yang membentang melintasi kampungku di depan masjid. Suara takbir membahana di hari kemenangan 1 syawal 1436H. Sambil takbiran mau tak mau aku juga sibuk menjaga jagoan kecil ku yang baru dua tahun dan beberapa keponakan kecil yang ‘ngintil’ denganku gg mau ikut dengan bapaknya.  sementara di emperan pertokoan yang tutup pagi itu banyak anak anak muda dan orang dewasa yang malah nongkrong disana meski sudah berbaju koko dan bawa sajadah.

ketika waktunya shola ied tiba, tidak ada reaksi dari mereka yang sejak tadi hanya nongkrong di emperan toko untuk bersiap siap untuk sholat. Keponakan keponakan kecilku malah kisruh rebutan sajadah, walahasil dua sajadah yang kubawa juga mereka pakai. apa boleh buat aku sholat di atas aspal tanpa sajadah sementara si kecil disebelah ku tetap saja sibuk dengan mobil mainannya. Entah di takbir yang keberapa, seseorang datang dan membentangkan sajadah di depanku dan di depan putra kecilku.

Ketika salam, shola ied usai. anak ku sudah tidak ada lagi disebelahku. sudah pindah bersama mainannya, cuek santai njelepok di tengah jalan beraspal main mobilan, ditemani (lebih tepatnya dijagain) oleh dua anak muda berbaju koko, sejurus kemudian anakku lari lari ke menghampiriku. Sementara beberapa anak muda yang lainnya (yg tadinya nongkrong di emperan toko) mulai sibuk mengatur lalu lintas di ruas jalan yang tadi ternyata di tutup sementara selama sholat ied berlangsung karena jamaah yang berjubel hingga memenuhi jalan raya termasuk aku, keponakan2 ku dan putra kecilku.

Khutbah Iedul Fitri usai, kini aku yang clingak clinguk untuk mengembalikan sajadah, siapa gerangan orangnya yang tadi membentangkannya di depanku saat sholat tadi ? masa iya sajadahnya tiba tiba nongol dan nge-gelar sendiri di depanku. Salah satu dari anak anak muda itu yang kemudian menghampiriku. “Punyo aku kak” begitu katanya. Wajah yang sama sekali tak kukenal, mungkin dia kenal aku ? Entahlah, yang pasti setelah itu setengah jam lebih aku sengaja berdiri di prapatan jalan (sambil menggendong anakku) di depan masjid diantara sebegitu banyak Jemaah yang lalu lalang. Hanya segelintir saja dari mereka yang kukenal dan mengenaliku.

Tampaknya kampungku yang dulunya sunyi sepi dan se isi kampung ku kenal satu persatu dan merekapun mengenalku kini sudah jadi milik orang lain . Hanya saja. Tak perlu kenal untuk membantu dan kadang kadangkala bantuan atau pertolongan itu memang datangnya di detik detik terahir. *** 

Tuesday, February 16, 2016

PUAN, NYONYA atau SUSU

Bila di Malaysia dan di tanah melayu lainnya, kata PUAN bermakna Nyonya akan tetapi di Palembang dan sekitarnya kata PUAN justru bermakna SUSU. Entahlah bagaimana ceritanya sehingga begitu jadinya. Anda tahu kan, bahwa Malaka itu didirikan oleh Prameswara yang asli orang Palembang, bila sajalah kata PUAN sudah bermakna SUSU sejak dahulu kala sebelum Malaka berdiri sepertinya Prameswara akan cengar cengir sendirian mendengar hulubalangnya berpidato “Tuan Tuan dan Puan Puan …..” yang ditelinga orang Palembang menjadi “Tuan Tuan dan Susu Susu…”

Di Palembang terkenal panganan tradisional yang bernama Gulo PUAN alias gula susu, panganan yang rasa muanisnya poll karena memang terdiri dari campuran gula dan susu. Tapi jangan sekali kali diterjemahkan ke dalam Bahasa Melayu ya, karena anda toh akan cengar cengir sendiri menikmati panganan yang mendadak menjadi Gula Nyonya.

Hadeuh, Atawa mungkin di jaman dulu sebenarnya di Palembang pun tidak kenal kata PUAN, tapi justru panganan Gulo Puan tadi itu biang masalahnya. Mungkin jaman dulu yang pertama kali jualan panganan itu Nyonya Melayu yang dipanggil PUAN oleh para tetangga nya yang sesama perantau dari semenanjung, sehingga para pembelinya ikutan menyebut dagangannya itu dengan sebutan Gulo PUAN ?. Bisa jadi sih. ya bisa dong, anda juga pastinya tahu bahwa nama’ Pelembang’ itu juga bermakna ‘Kota Tua’.

Penjelajah Cina menyebut Palembang di catatan mereka dengan nama Palimpong alias Kota Tua, mewakili karakter kota yang mereka kunjungi itu yang peradabannya sudah begitu maju, tempat berbaurnya berbagai suku dan bangsa dunia hidup bersama di satu kota dagang yang begitu ramai dan dipastikan membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk membentuk peradaban seperti itu. Jadi ?. Ya masuk akal dong bila waktu itu ada perantau dari semenanjung (malaya) yang berdagang susu di Palembang. Lagipula produk susu itu dari dulu sampai sekarang pun masih saja import dari luar negara, karena toh orang kita tak terbiasa ngangon sapi untuk susunya tapi untuk daging dan tenaganya.

Atauuuuw, jangan jangan justru PUAN memang bermakna Nyonya. Terpelesetnya susu menjadi PUAN justru karena merek dagang ?. atau tepatnya sih karena Logo Merek dagang ?. Bisa jadi begitu sih, sampai sekarang pun masih beredar dipasaran susu kaleng berlabel Cap Nona yang gambarnya mirip nyonya nyonya. Lah itu kan Tjap Nona bukan Tjap Nyonya. Santai ajalah, toh cuman beda di hurup Y nya doang, lagian kan sama sama perempuan, sama sama ada kata PUAN nya.  Heheh ***

-----------------------------------
Follow akun instagram kami di @masjidinfo |  @masjidinfo.id  | @hendrajailani
------------------------------------

Baca Juga



Tuesday, February 2, 2016

Mengenal Sepatu Yang Tak Pernah Di Injak

Semua sepatu dibuat sebagai alas kaki dan tentu saja untuk di injak, kecuali sepatu yang satu ini. apa itu ?. . . . KEMBANG SEPATU. . . . Lalu apa menariknya kembang Sepatu ?. Apa nasehat kembang sepatu tentang tata cara berdo'a kepada Allah ?

Aneka Warna Kembang Sepatu

Kembang memang selalu menarik untuk dibahas, apalagi kembang desa atawa janda kembang cantik molek kaya raya mau pulak, wuahahah. Tapi ini beneran kembang loh. Kembang Sepatu atau Bunga sepatu dikenal dengan berbagai nama : Hibiscus rosa sinensis (latin), Kembang sepatu (betawi), kembang wera (sunda), wora-wari (Jawa), bungong raya (Aceh), bunga-bunga (Batak), soma-soma (Nias), bakeyu (Mentawai), bunga raya (Melayu), Waribang (Bali), Embuhanga (Sangir), Ubu-ubu (Ternate), Bala bunga (Tidore), Ulange (Gorontalo), Kulango (Buol), Bunga sepatu (Makasar), Bunga bisu (Bugis).  Kembang sepatu merupakan tanaman perdu yang banyak digunakan sebagai tanaman hias karena keindahan bunganya yang memiliki bermacam macam warna dan juga ditanam sebagai pagar hidup. Di Malaysia kembang sepatu memiliki kedudukan khusus karena merupakan bunga Nasional negara tersebut dan disebut sebagai Bunga Raya.  Untuk perkembangbiakannya, biasa dilakukan dengan cara stek batang atau cangkok.

Selain sebagai tanaman hias, juga dapat digunakan sebagai obat. Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah akar, bunga dan daunnya. Bagian bunganya mengandung hibisetin, sedangkan akar dan daunnya mengandung Calcium-oksalat, peroxidase, lemak dan protein. Untuk penggunaannya bisa secara langsung membuat ramuan dari bunga segar maupun dijadikan sebagai teh. Teh kembang sepatu saat ini sedang populer karena khasiatya bagi kesehatan. Diantaranya mengatasi demam, membuat suasana hati lebih rileks, menurunkan berat badan hingga mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Bagi dunia kecantikan, ekstrak teh bunga sepatu ini dipercaya mampu menjaga kesehatan kulit. Berikut beberapa manfaat kembang sepatu untuk kesehatan yang sudah diketahui, dirangkum dari berbagai sumber :


Bisa menemukan sesuatu yang mirip sepatu ?

  1. OBAT SAKIT PANAS |Biasanya, anak-anak sering terkena sakit panas gara-gara kehujanan, makan es atau jajan sembarangan. Ambil saja akar dari tanaman kembang sepatu, cuci bersih kemudian tumbuk hingga halus. Rebus dalam air mendidih selama 30 menit, kemudian saring. Minum airnya sekaligus.
  2. MEREDAKAN DEMAM DAN PILEK | Tidak ada salahnya untuk mencoba teh bunga sepatu. Di dalamnya ada terdapat kandungan vitamin C yang membantu melawan virus penyebab pilek.
  3. OBAT BATUK DAN SARIAWAN| Ambil daun kembang sepatu secukupnya, cuci bersih kemudian rebus dalam air mendidih selama 15 menit. Saring airnya kemudian diminum.
  4. MENGOBATI BRONKHITIS | rebus bunga sepatu secukupnya selama 15 menit. Saring airnya, lalu diminum.
  5. MENGOBATI GONORRHEA | Gonorrhea atau penyakit kencing nanah. Ini merupakan penyakit berbahaya yang harus cepat diatasi. Cuci bersih bunga kembang sepatu secukupnya, lalu direbus selama seperempat jam. Saring airnya dan biarkan semalaman / diembunkan. Esok paginya minum ramuan tersebut.
  6. OBAT SAKIT KEPALA |Rebus daun kembang sepatu selama setengah jam, kemudian airnya digunakan sebagai kompres. Bisa juga digunakan dengan cara diminum.
  7. OBAT GONDOKAN |Gunakan akar kembang sepatu yang direbus dalam air mendidih selama setengah jam. Gunakan sebagai obat kompres.
  8. MENGELUARKAN RACUN | Teh yang terbuat dari kelopak bunga sepatu mengandung antioksidan yang tinggi yang dapat membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Selain itu, juga dapat melawan kanker dan mengurangi kadar kolesterol dalam darah.
  9. MENJAGA KESEHATAN KULIT | kandungan minyak yang terdapat dalam bunga sepatu dapat membantu Anda membersihkan kulit wajah, mengangkat sel-sel kulit mati dan membuat kulit lebih halus. Selain itu, bagian bunganya juga mempunyai sifat anti inflamasi sehingga dapat membantu mengatasi jerawat dan mencegah penuaan dini. Caranya, ambil kelopak bunga sepatu kemudian remas-remas dan gosokkan di sekitar wajah dan leher secara lembut.
  10. MENGATASI PMS (Premenstrual Syndrom) | Wanita saat menjelang menstruasi terjadi perubahan hormonal yang menyebabkan suasana hati menjadi tidak menentu. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda bisa mengkonsumsi teh bunga sepatu agar perasaan menjadi lebih rileks.
  11. MENURUNKAN BERAT BADAN | Untuk mengatasinya anda bisa mencoba mengkonsumsi teh bunga sepatu secara rutin.
  12. MENAMBAH ENERGI | Mengkonsumsi teh bunga sepatu ternyata juga dapat mengembalikan energi yang hilang setelah beraktifitas seharian. Revitalisasi energi sangatlah penting untuk menghindari stres dan ketegangan.
  13. OBAT MALARIA | 50 gram daun kembang sepatu direbus dengan ½ liter air bersama dengan ½ lembar daun pepaya dengan ditambahkan 10 gram garam inggris. Tunggu sampai mendidih lalu saring dan minum lah airnya selagi masih hangat.
  14. SUSAH BUANG AIR BESAR | Ambil daun kembang sepatu seperlunya dicampur dengan air yang sudah matang lalu diperas untuk diambil airnya. Minum air hasil perasan tersebut sampai abis.
  15. MEMBUAT RAMBUT HITAM BERKILAU | Sebelumnya siapkan botol yang telah terisi air kemudian ambil daun kembang sepatu secukupnya ditumbuk sampai halus. Masukan hasil tumbukan tersebut kedalam botol yang telah disiapkan sebelumnya. Kocok sampai tercampur, lalu pisahkan airnya dengan ampasnya untuk ditambahkan perasan jeruk nipis. Pakailah ramuan tersebut secara rutin 2 kali dalam seminggu dengan cara mengoleskannya ke rambut secara merata.

KEMBANG SEPATU PENGHASIL LISTRIK

di tahun 2012 yang lalu sempat beredar berita hasil penelitian di Universitas Tanjungpura (UNTAN) Pontianak tentang ekstrak kembang sepatu yang dapatdigunakan sebagai penghasil energy listrik. Struktur pewarna pada hasil ekstraksi bunga ini berperan sebagai penyerap cahaya dan pemicu aliran elektron. Bentuk ini dikenal dengan nama Dye-Sensitized Solar Cell yang diharapkan dapat menjadi generasi baru sel surya pengganti silicon.

Sepatu atau Sifatu ?

KEMBANG SIFATU

Kenali sesuatu dari sifatnya. Seumpama mengirimkan undangan kirimkanlah sesuai kapasitas yang diinginkan dari terundang, apakah di undang dalam kapasitas-nya sebagai pribadi atau sebagai Pejabat yang dijabatnya, pangkatnya, posisinya dan sebagainya. Bagaimana kita mensifati sesuatu turut berpengaruh pada hasil yang diharapkan, Bukankah Allah pun sesuai dengan prasangka hambanya. Ini juga sekaligus mendidik diri kita sendiri untuk mampu menempatkan diri dalam situasi yang tepat, mampu menghargai segala sesuatu secara proporsional.

Dan ingatlah bahwa Allah pun memiliki banyak nama yang masing masing nama tersebut memiliki atau mewakili sifat sifat Allah yang serba maha. Fahami sifat sifat tersebut saat akan berzikir atau wiridan, sesuaikan dengan hajatan ataupun maksud yang hendak disampaikan. Rasanya tidaklah sesuai apabila kita menginginkan kekuatan dengan senantiasa menyebut tempat bermohon sebagai yang maka lembut. ***Sekian, salam dan maafkan bila ada yang tidak berkenan ataupun dirasa kurang sesuai. ***

-----------------------------------
Follow akun instagram kami di @masjidinfo |  @masjidinfo.id  | @hendrajailani
------------------------------------

Baca Juga


Friday, November 20, 2015

Ayat Nyamuk Betina

nyamuk betina yang menggigit 
Sapi Betina atau Al-Baqoroh adalah salah satu dari 114 surat yang ada di dalam Al-Qur’an, tapi bagaimana dengan Nyamuk Betina ?. Tentu saja tidak ada surat Al-Qur’an dengan nama itu. Namun demikian dalam salah satu ayat di dalam surah Sapi Betina itu, Allah berfirman,

[2:26] Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?". Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik

Perumpamaan apakah gerangan dari seekor nyamuk ? binatang yang bagi kebanyakan orang adalah pengganggu menyebalkan di siang hari apalagi di malam hari. Tapi bagi sebagian orang lagi nyamuk justru mendatangkan berkah. Tak terbilang jumlahnya pabrik yang memproduksi anti nyamuk, racun nyamuk, raket nyamuk, kelambu anti nyamuk, lotion anti nyamuk, obat nyamuk bakar (hadeuh, nyamuk pun di obati) hingga para peneliti yang mengabiskan waktu bertahun tahun untuk meneliti nyamuk.

Di ayat itu dengan tegas Allah menyatakan tentang perumpaan. Beberapa ahli tafsir menyatakan bahwa ayat tersebut merupakan sindiran keras terhadap manusia yang merupakan mahluk “yang lebih atas” dari nyamuk, yang seringkali berlaku sombong, angkuh dan sebagainya terhadap penemuan, ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dimiliki. Namun faktanya teknologi paling canggih manusia bahkan tidak mampu menciptakan seekorpun mahluk bernyawa walaupun hanya sekelas nyamuk ataupun yang lebih rendah dari itu.

Nyamuk diciptakan Tuhan begitu sempurna lengkap dengan semua indera pendukungnya. Anda dapat membayangkan ukuran nyamuk bukan ? ukurannya sebegitu kecil, artinya bahwa indera pendengarannya, indera penglihatannya dan indera lainnya pun pastinya sangat kecil ukurannya. Namun nyatanya teknologi manusia hingga detik ini bahkan belum mampu untuk menciptakan super mikrofon yang berukuran sangat kecil dan sangat sensitif seperti yang dimiliki nyamuk.

Nyamuk Mirip Manusia ?

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendengaran nyamuk mirip dengan manusia. Nyamuk mendengar melalui antena mereka yang terdiri dari 15000 sel sensorik, sama dengan yang dimiliki telinga manusia. Juga seperti manusia, nyamuk memiliki kemampuan pendengaran yang aktif, dimana mereka dapat membuat getaran sendiri untuk mengatur suara yang datang dan meningkatkan sensitivitas pendengaran mereka.

Hal tersebut terungkap dari penelitian panjang yang dilakukan tim peneliti dibawah pimpinan Professor Daniel Robert dari Universitas Bristol, Inggris. Dari penelitian mempelajari indera pendengaran nyamuk, diharapkan (dikemudian hari) dapat dibuat mikrofon yang lebih baik yang mampu menangkap suara yang sangat pelan (nanoscale sound) sekalipun[i]. Bila anda mungkin begitu terganggu dengan keberadaan nyamuk, mungkin profesor Robert itu malah gembira ria bila ada banyak nyamuk, makin banyak nyamuk, makin banyak bahan penelitian dan percobaan.

Nyamuk Betina

Di era modern ini baru diketahui bahwa nyamuk yang suka menggigit anda itu adalah nyamuk betina. Mungkin pernah dengar atau membaca tentang hal itu ?. Nyamuk jantan tidak mengigit manusia untuk menghisap darah, mereka menghisap nektar dan sari bunga.

Dalam surat Sapi Betina ayat 26 yang disebut di awal tulisan tadi, dalam bahasa aslinya nyamuk disebut dengan "ba'udhatan" yang merupakan kata benda bentuk yang bersifat feminin, sehingga mengindikasikan bahwa nyamuk rumah yang sering dijumpai manusia di lingkungannya, terutama yang diketahui sebagai "nyamuk" pada saat ayat ini diturunkan 15 abad yang lalu, adalah nyamuk betina.

Pelajaran dari Nyamuk

Bila hasil penelitian teknologi terkini ternyata sudah dijelaksan dalam AL-Qur’an sejak hampir 15 abad yang lalu. Bukan mustahil Al-Qur’an juga sudah menjelaskan tentang sesuatu untuk 15 abad akan yang datang, se-abad mendatang, sewindu mendatang, setahun mendatang, sebulan mendatang, seminggu mendatang bahkan dengan detil telah menjabarkan apa yang akan terjadi besok. kita saja yang tidak faham.

Thursday, October 29, 2015

Dilarang Miskin


Rangkaian ayat dalam QS Al-Najm [53]: 43 - 48 :

43. ... "Dialah yang menjadikan orang tertawa dan MENANGIS;"
44. ... "Dialah yang mematikan dan meng-HIDUP-kan;"
45. ... "Dialah yang menciptakan ... "Laki-lai dan Perempuan;"
48. ... "Dialah yang memberi kekayaan dan kecukupan."

Untuk ayat 43, 44, dan 45, dengan mudah pasti kita faham, bahwa itu adalah "berpasang-pasangan". Ada tertawa dan menangis, ada mati dan hidup, serta ada laki-laki dan perempuan. Tapi bagaimana untuk ayat yang ke 48 ?.

Pasangan "kekayaan" nya bukan "kemiskinan", tapi "kecukupan".

"Sesungguhnya Allah azza wajalla hanya memberi kekayaan dan kecukupan. Yang menciptakan kemiskinan adalah kita sendiri, manusia. Bisa karena ekonomi, bisa juga karena rasa miskin itu kita bangun di dalam pikiran kita sendiri."

Jadi, marilah kita bangun rasa cukup di hati dan pikiran agar kita menjadi hamba yang bersyukur. Kemudian bulatkan pula tekad semangat yang kuat agar tidak menjadi manusia yang miskin secara ekonomi

"Ayo bangun rasa cukup di hati dan pikiran kita, agar kita menjadi hamba yang selalu BERSYUKUR"

Qana’ah artinya merasa cukup atas apa yang ada. Orang yang qana’ah selalu gembira dan mensyukuri segala yang diberikan Allah kepadanya meski orang kebanyakan mungkin menganggapnya kecil sekali.

“Qanaah itu adalah harta yang tak akan hilang dan simpanan yang tidak akan lenyap”. (HR. Thabarani dari Jabir).

Baca Juga


Tuesday, October 20, 2015

Kearifan Gula Batu


Zi Gong atau Cu Khong adalah salah satu murid utama Shen Ren Kong Zi. Hubungan guru dan murid ini juga begitu dekat. Saking dekatnya, ketika Kong Zi wafat, Zi Gong tinggal disamping makam gurunya selama enam tahun. Sementara murid-murid yang lain maksimal hanya tinggal di area makam selama tiga tahun. Kalau kita berziarah ke makam Kong Zi di Qufu, Jazirah Shandong, Tiongkok, gubug tempat Zi Gong menginap masih bisa kita jumpai. Bahkan sebatang pohon yang ditanam Zi Gong pada tahun 479 SM, masih tersisa sampai sekarang, meski sudah dalam keadaan tidak utuh.

Suatu ketika dalam hidupnya, Zi Gong pernah bertanya kepada Kong Zi tentang bagaimana seseorang harus bersikap di dalam hidup. Kong Zi tidak menjawab dengan kata-kata belaka. Beliau mengajak Zi Gong masuk ke dapur. Ketika Zi Gong bingung dan menunggu, gurunya sudah asyik menyiapkan perapian dan mulai memasak air. Kala air mulai mendidih, Kong Zi keluar rumah dan kemudian masuk kembali sambil membawa sebongkah batu. Kemudian batu itu dimasukkannya kedalam air yang mulai mendidih. Kong Zi merebus batu!.

Dalam hati Zi Gong bertanya-tanya tentang keanehan Sang Guru. Namun ia belum berani bicara dan diam menunggu. Selang beberapa waktu Kong Zi mengeluarkan sang batu dan menaruhnya diatas meja. Tiba-tiba Kong Zi berkata, "Kamu jangan seperti Batu". Mulut Zi Gong menganga, "Batu ini begitu keras, direbus didalam air panas mendidih pun tidak berkurang kerasnya. Orang seperti batu, sangat kaku, merasa paling benar, paling jagoan dan tidak bisa berubah. Padahal kehidupan selalu berubah. Diatas pohon tinggi masih ada awan. Diatas awan masih ada langit. Diatas langit masih ada Tian. Bagaimana mungkin kita, manusia biasa, boleh merasa diri paling sempurna?".

Zi Gong tersadar. Sang Guru sedang memberinya pelajaran lewat contoh sederhana. Inilah yang acap kali membuat Zi Gong dan saudara-saudara seperguruannya begitu mengagumi cara Gurunya mengajar. Pelajaran yang begitu rumit dan dalam sekali, pun bisa diuraikannya secara amat sederhana. Sungguh Sang Guru manusia agung. Setelah merenung sejenak Zi Gong lalu bertanya, "Guru, saya harus bersikap bagaimana?".

Seperti tadi, kali ini Kong Zi pun tidak menjawab. Ditambahkannya, kayu ke dalam perapian dan sekali lagi beliau beranjak ke luar rumah. Tak lama kemudian ia membawa sebongkah salju yang mengeras. Tanpa berkata-kata bongkahan salju itu dimasukkannya kedalam air yang bergolak panas. Dalam hitungan detik, salju pun mencair. Hilang dari pandangan, luluh bagai air. Lalu Kong Zi berkata, "Kamu jangan seperti bongkahan salju. Kelihatan keras, berkarakter, punya prinsip dan teguh pendirian, namun baru diuji sebentar saja semuanya lenyap tak berbekas. Suka mengecam orang lain yang tidak jujur, berlaku sok suci, namun ketika dihadapkan pada kehidupan nyata, semua idealismenya hancur tak berbekas dan akhirnya ikutan korup".

Zi Gong tersadar. Dia kini sudah dihadapkan dua ekstrim: keras kepala versus tidak berpendirian. Punya prinsip kaku versus prinsip fleksibel banget. Dia kini ingat nasihat Sang Guru sebelumnya. Terlalu kiri tidak baik. Terlalu ke kanan juga tidak baik.Terlalu cepat tidak tepat. Terlalu lambat juga tidak tepat. Terlalu maju perlu direm. Terlalu lambat perlu didorong. Yang terbaik adalah Zhong Yong, Tengah Sempurna.

Ketika Sang Guru memandangnya sambil tersenyum. Zi Gong tersentak dari lamunannya. Sambil menghormat, Zi Gong kembali bertanya, "Saya memahami penjelasan Guru. Namun saya belum menemukan jawaban tentang bagaimana saya seharusnya menyikapi kehidupan. Mohon Guru berkenan memberikan petunjuk lebih lanjut".

Seperti sebelumnya, Kong Zi juga tidak menjawab. Kini ia pun bangkit dari tempat duduknya dan segera beranjak. Tidak ke halaman depan rumah, melainkan ke belakang. Tak lama kemudian Sang Guru membawa dua butir telur ayam ditangannya. Telur yang satu kemudian dipecahkannya di depan Zi Gong. Segera Zi Gong bisa melihat cairan telur yang telah meleleh membasahi meja. Cair namun kental. Telur kedua kemudian dimasukan kedalam air yang mendidih.

Setelah berdiam cukup lama, tiba-tiba Kong Zi mengeluarkan telur yang sudah matang dan megelupasnya. Segera tercium harum aroma telur rebus dan terlihat putih ranumnya telur matang. Telur yang semula cair dan kental dikala mentah, kini berubah menjadi lebih keras sesudah matang. Lalu Kong Zi pun berkata, "Kamu pun jangan menjadi telur rebus. Baru belajar sedikit, sudah merasa mampu menguasai semua. Baru paham secuil ayat suci, merasa sah memonopoli kebenaran, sombong, ekstrem, takabur".

Cukup lama Zi Gong merenung. Satu-satu terlintas wajah sahabatnya. Bertapa sulit mencari pembelajar sejati, yang tekun belajar tanpa kenal lelah, mampu menerapkan pengetahuannya dalam kehidupan sehari-hari dengan baik dan tetap rendah hati. Tidak sombong. Terbayang salah satu wajah saudara seperguruannya yang terpandai, Yan Yuan. Kiranya hanya dialah yang pantas disebut sebagai pembelajar sejati. Tak salah bila Sang Guru begitu menyanyangi Yan Yuan. Figur Yan Yuan jelas bukan seperti telur rebus yang diceritakan Sang Guru. Kalau mau jujur, dirinya pun masi ada unsur telur rebusnya. Terkadang di bawah sadarnya, ia masih suka menyombongkan diri sesekali. Ia harus berubah. Sang Guru telah dengan jitu menyentilnya secara tidak langsung.

Setelah sadar, wajah Zi Gong langsung bersemu merah kala gurunya tersenyum-senyum memandangnya dari tadi. Seakan telah terbuka semua rahasia hatinya. Tapi mengapa harus malu? Bukankah Sang Guru memang sudah memahami segenap kekuatan dan kelemahannya? Tanpa menunggu pertanyaan Zi Gong, Kong Zi kembali bergegas kebelakang. Diambilnya sebuah wortel dari kebun. Seperti sebelumnya, wortel itu pun dimasukkannya ke dalam air mendidih. Selang beberapa waktu, wortel itu diangkatnya dari air rebusan. bersamaan dengan itu Kong Zi pun berkata, "Zi Gong, kamu pun tidak boleh menjadi wortel rebus".

Sejenak Zi Gong tercenung. Dipegangnya wortel rebus itu sambil dipencet-pencet. Wortel yang semula keras kini menjadi lunak. Namun ia tetap bisa dikenali sebagai wortel. Mengapa gurunya mengatakan seperti itu? Bukankah wortel melambangkan fleksibilitas, keluwesan, namun sekaligus kekukuhan untuk mempertahankan prinsip, sehingga tetap tidak kehilangan jati diri? Mulut Zi Gong ingin meluapkan banyak kata-kata, berjuta argumen; namun entah mengapa seakan terkunci.Sang Guru tetap tersenyum. "Zi Gong, wortel memang luwes, fleksibel, mampu beradaptasi, mampu beradaptasi menyesuaikan diri. Hebatnya lagi ia tidak kehilangan jati dirinya. Lambang seseorang yang teguh mempunyai prinsip, namun tidak kaku. Bagus. Tapi, cobalah kamu lihat air ini. air ini tetap tidak berubah. Tidak ada nilai tambah. Apa artinya? Pengorbanan wortel itu menjadi sia-sia. Tidak mengubah apa-apa."Mata Zi Gong membelalak lebar, wajahnya memancarkan roma kegembiraan. Sekali lagi ia mendapat pencerahan dari gurunya yang amat bijaksana. Ia sungguh-sungguh beruntung mempunyai guru yang begitu arif dan bijaksana.

Sampai di sini Zi Gong sudah tidak merasa penasaran lagi. Ia seakan sudah cukup terpuaskan dengan empat contoh yang diberikan gurunya. Dia tidak sadar bahwa Sang Guru sudah mengganti airnya, menambahkan kayu bakar dan mulai merebus air kembali. Dia baru sadar kembali kala gurunya menaruh bongkahan gula batu kedalam air mendidih.

Tak lama kemudian Sang Guru berkata, "Jadilah kamu gula batu, muridku. Tubuhnya memang hancur seperti bongkahan salju, tapi bukan karena ia tidak punya prinsip. Kelihatannya kalah, tapi sebenarnya dialah yang menang, yang menguasai yang membuat air berubah manis. Biarkan orang menyangka diri merekalah yang menang, namun sesungguhnya telah dikalahkan secara cerdik dan halus. Bila kamu bisa meresapi dan menghayati makna filosofi gula batu ini, kamu akan bisa menerapkanya di bidang apa pun di sepanjang hidupmu. Itulah jawaban atas pertanyaanmu semula, bagaimana sikap terbaik dalam kehidupan".

Mata Zi Gong mendadak bersinar ribuan watt. Dia sungguh-sungguh tercerahkan. Dengan menangis haru Zi Gong bersujud di hadapan Sang Guru. Dipeluknya erat-erat kaki Kong Zi. Lama, sangat lama. Hari ini dia telah mendapatkan mutiara kehidupan yang tak ternilai harganya. Dia berjanji dalam hati. bertekad memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari dan menyebarkannya ke seluruh dunia.

Sheng Ren Kong Zi pun tersenyum haru. Dia menaruh harapan besar pada murid-muridnya, terutama Zi Gong dan Yan Yuan. Di tangan merekalah masa depan ajarannya diharapkan bisa semakin berkembang. Ia selalu menaruh harapan besar kepada generasi muda.

Harapan Kong Zi tentang muridnya sebagian besar terwujud. Khusus tentang Zi Gong, dia tumbuh menjadi orang yang sukses, baik di masyarakat, dalam pemerintahan dan juga sebagai pengusaha. Semua itu tidak lepas dari sifatnya yang luwes, lentur, namun tetap memegang prinsip. Kemampuan diplomasinya bahkan beberapa kali menyelamatkan dan mendinginkan situasi panas yang terjadi dalam hubungan antar kerajaan pada masa itu. Tak jarang ketika Kong Zi diangkat menjadi Menteri Kerajaan Lu, Zi Gong sering diutus Sang Guru untuk menangani hal-hal penting, persoalan-persoalan yang berat. Ia memang murid yang bisa diandalkan.

dikutip dari yotta-steel

------------------------------------------

Baca Juga





Monday, October 19, 2015

Wismilak dan Bismillah

Wismilak itu salah satu merek dari sekian banyak merek rokok yang diproduksi dan beredar di tanah air. Pemilik perusahaan rokok tersebut pastinya punya cerita sendiri kenapa dulu beliau atau mereka memilih merek Wismilak untuk rokok yang mereka produksi. Perusahaan itu awalnya memproduksi rokok kretek alias rokok yang tidak dilengkapi dengan filter, dan masih di produksi dan beredar di pasar hingga hari ini.

Dari sudut pandang Bahasa Wismilak itu terkesan meng-indonesia-kan kalimat berbahasa Inggris Wish Me Luck dengan menuliskannya sesuai dengan ejaan dan lafal orang Indonesia. Wish Me Luck bermakna harfiah ‘do’a kan aku beruntung’ atau ‘ do’akan supaya aku beruntung’, makna yang baik bukan. Meskipun para penyokong kampanye anti rokok (mungkin) akan berkomentar lain.

Menurut kabar yang beredar di belantara dunia maya, dulunya sekali, pendiri pabrik rokok tersebut mendapatkan petunjuk dari sesepuh pesantren di Jawa yang juga Kakek dari (alm) Gus Dur untuk mendawamkan kalimat ‘Bismillah’, lalu mendapatkan petunjuk untuk berbisnis rokok, dan ujungnya jadilah rokok kretek Wismilak itu.

Ada juga yang mengatakan bahwa Wismilak itu memang dari kata Bismillah yang di lafalkan oleh lidah orang Tionghoa karena dialek mereka, toh pendiri pabrik wismilak memang dari etnis Tionghoa. Kejadiannya kira kira sama dengan kata Bismillah yang berubah menjadi Semilah di lidah orang orang tua etnis Jawa.

Namanya juga kabar angin, saya pun tidak tahu persis kebenarannya. Karena toh saya bukan sang pendiri pabrik rokok itu dan bukan juga salah satu pemiliknya, kecuali bila mereka dan Allah S.w.t menghendaki. Mungkin saya bisa beberkan kebenarannya pada anda.

Saya jadi ingat pada kalimat “Ada pesan dari setiap peristiwa, tergantung pada kemampuan untuk membaca atau mencerna-nya, Tak semua pesan tertulis dengan aksara atau terdengar telinga”. Seperti Bahasa siloka, sandi, perumpamaan, iluminati atau apalah istilahnya. Pesan yang disampaikan hanya dapat difahami oleh mereka yang sudah dibekali dengan pengetahuan tentang itu untuk mengurai dan menterjemahkan dan memahami-nya.

Bila anda perokok, tiba tiba di suguhi rokok Wismilak yang belum pernah anda hisap, barangkali anda sedang diberi nasihat untuk mengingat Allah, mengingat Tuhan yang maha Agung, barangkali saja di mata dan telinga “Nya” anda masuk dalam golongan yang jarang (untuk sekedar) menyebut nama Tuhan. Atau bisa jadi anda sedang di-ingatkan tentang sebuah do’a, untuk sering men-do’a-kan dan meminta di do’a-kan supaya senantiasa beruntung.

Boleh jadi anda tidak suka dengan rokok-nya, seperti para diplomat Eropa di Konfrensi Meja Bundar yang mengejek Kyai Haji Agus Salim yang sedang menghisap cerutunya dengan teriakan “mbeeek” dan kata kata tak sedap karena asap dari rokok yang dihisap KH Agus Salim. Tapi toh dengan tenangnya kemudian KH Agus Salim mengatakan. “tidak ingatkah tuan tuan, aroma tembakau ini lah yang membuat bangsa tuan menjajah bangsa kami dan enggan untuk pergi….”.

Atau mungkin anda pernah mendengar tentang pesan dari khalifah Umar Bin Khatab kepada Amru Bin Ash yang menjabat sebagai Gubernur Mesir. Pesan-nya hanya berupa goresan lurus dengan ujung pedang di sepotong tulang, tapi mampu membuat Sang Gubernur gemetar ketakutan menyadari kesalahan yang dilakukannya manakala menerima sepotong tulang tersebut. Nama Amru Bin Ash kemudian dijadikan nama masjid yang dibangunnya dan masih berdiri hingga hari ini. Dan kisah itu pun menjadi inspirasi begitu banyak orang yang mengetahuinya.

Atau mungkin anda pernah mendengar tentang bagaimana Sultan Syarif Hidayatullah berkirim surat dari Cirebon kepada putranya Maulana Hasanudin di Banten, bukan lembaran surat yang dikirimkan oleh beliau, tapi sebilah keris, dan Maulana Hasanudin pun mafhum akan titah ayahandanya.

Pesan memang tak selalu datang dengan cara yang kita sukai. Bukankah Tuhan pun kadangkala mengirimkan pesan kepada hamba hambanya dengan cara yang tidak selalu disukai. Kadangkala di kirimkan pesan melalui penyakit agar mampu menghargai sehat, dikirim melalui kesempitan untuk mengingatkan agar menghargai kelapangan dan lain lain.

Pengirim pesan kadangkala merancang sedemikian rupa agar pesannya tersamar, menjadi rahasia, kadangkala rahasianya disembunyikan dibalik rahasia, Dan hanya mampu difahami oleh mereka yang mau berfikir. Mungkin untuk diberikan bonus berganda. wallohua'lam.

------------------------------------------

Baca Juga