Showing posts with label hikmah hari ini. Show all posts
Showing posts with label hikmah hari ini. Show all posts

Thursday, January 30, 2020

BUANG MUKA

Masih mau buang muka?

BUANG MUKA itu salah satu ciri sikap Takabur loh. Takabur berasal dari bahasa arab Takabbara-Yatakabbaru yang artinya sombong atau membanggakan diri sendiri. Dalam bahasa indonesia banyak sekali istilah lain dari takabur ini antara lain, sombong, congkak, angkuh, tinggi hati, besar kepala.

Menurut Rasulullah “Takabur itu mendustakan kebenaran, dan menganggap remeh orang lain". (HR. Muslim) dan Allah swt. tidak menyukai orang-orang yang memalingkan muka (sombong) lagi membanggakan diri (QS Luqman: 18)***


Saturday, April 22, 2017

Lemah Abang & Ingat Mati

stasiun KA Lemah Abang, Cikarang Utara, Kab. Bekasi, Jawa Barat.

Nama "Lemah Abang" tersebar di berbagai tempat di Indonesia, termasuk "Lemah Abang" di Cikarang Utara. Kabupaten Bekasi. Konon nama itu adalah nama dari Syech Lemah Abang. Ada yang ber-asumsi nama itu adalah nama lain dari Syech Siti Jenar yang artinya juga sama sama "Syech Tanah Merah" beliau hidup sezaman dengan para Walisongo.
.
Di Jepara Syech Lemah Abang identik dengan Sunan Jepara atau Raden Abdul Jalil. Di hukum mati di masa Kesultanan Demak karena dianggap sesat.
.
Begitu banyak pendapat beredar tentang sosok fenomenal ini. Tokoh yang dianggap sesat namun namanya di abadikan dibegitu banyak tempat. Lalu siapa dia sebenarnya ? Benarkah Syech Lemah Abang & Syech Siti Jenar adalah orang yang sama ?
.
Namun yang pasti, di kampung halamanku, tanah merah itu identik dengan kuburan yang masih baru. pepatah nya mengatakan "berbuat baiklah sebelum tanah merah naik ke permukaan". Nasihat sederhana mengingatkan tentang kematian yang pasti datang kepada semua yang bernyawa, tanpa kecuali.


Friday, September 16, 2016

Tanya Tanpa Tanda ?

QS 56 ; 27-29

Adakalanya atau bahkan seringkali "kecuali" terkonotasi sebagai "Oknum" meskipun untuk sebuah keniscayaan permanen. Dua hal yang sama sekali tak sama.

Seperti halnya "orang baik" yang hanya tersisa dan terselip satu dari sejuta, apakah akan disebut sebagai "oknum orang baik"

Seperti hal nya helai daun yang bila tiba masanya akan tua, menguning, lunglai, lepas dari tangkainya dan jatuh ke bumi. Namun demikian / akan tetapi nyatanya daun pisang menolak untuk jatuh, meski telah kering kerontang. akankah kau kan menyebutnya "oknum" daun. . .

Ah. . . mungkin "si takdir" tak memberikan pencerahan tentang dirinya ... . . atau ego yang bahkan terlalu dominan diantara nalar.... . .

. . . Bagaimanapun, tetaplah jadi orang baik, meskipun kau bingung dengan tulisan ini. . .

-----------------------------------
Follow akun instagram kami di @masjidinfo |  @masjidinfo.id  | @hendrajailani
------------------------------------

Baca Juga


Thursday, April 21, 2016

Bukan Sajadah Sakti



Pagi itu halaman Masjid Jami’ Babussalam sudah penuh sesak. ruang kosong yang tersisa hanya di aspal perempatan ruas jalan lintas tengah sumatera yang membentang melintasi kampungku di depan masjid. Suara takbir membahana di hari kemenangan 1 syawal 1436H. Sambil takbiran mau tak mau aku juga sibuk menjaga jagoan kecil ku yang baru dua tahun dan beberapa keponakan kecil yang ‘ngintil’ denganku gg mau ikut dengan bapaknya.  sementara di emperan pertokoan yang tutup pagi itu banyak anak anak muda dan orang dewasa yang malah nongkrong disana meski sudah berbaju koko dan bawa sajadah.

ketika waktunya shola ied tiba, tidak ada reaksi dari mereka yang sejak tadi hanya nongkrong di emperan toko untuk bersiap siap untuk sholat. Keponakan keponakan kecilku malah kisruh rebutan sajadah, walahasil dua sajadah yang kubawa juga mereka pakai. apa boleh buat aku sholat di atas aspal tanpa sajadah sementara si kecil disebelah ku tetap saja sibuk dengan mobil mainannya. Entah di takbir yang keberapa, seseorang datang dan membentangkan sajadah di depanku dan di depan putra kecilku.

Ketika salam, shola ied usai. anak ku sudah tidak ada lagi disebelahku. sudah pindah bersama mainannya, cuek santai njelepok di tengah jalan beraspal main mobilan, ditemani (lebih tepatnya dijagain) oleh dua anak muda berbaju koko, sejurus kemudian anakku lari lari ke menghampiriku. Sementara beberapa anak muda yang lainnya (yg tadinya nongkrong di emperan toko) mulai sibuk mengatur lalu lintas di ruas jalan yang tadi ternyata di tutup sementara selama sholat ied berlangsung karena jamaah yang berjubel hingga memenuhi jalan raya termasuk aku, keponakan2 ku dan putra kecilku.

Khutbah Iedul Fitri usai, kini aku yang clingak clinguk untuk mengembalikan sajadah, siapa gerangan orangnya yang tadi membentangkannya di depanku saat sholat tadi ? masa iya sajadahnya tiba tiba nongol dan nge-gelar sendiri di depanku. Salah satu dari anak anak muda itu yang kemudian menghampiriku. “Punyo aku kak” begitu katanya. Wajah yang sama sekali tak kukenal, mungkin dia kenal aku ? Entahlah, yang pasti setelah itu setengah jam lebih aku sengaja berdiri di prapatan jalan (sambil menggendong anakku) di depan masjid diantara sebegitu banyak Jemaah yang lalu lalang. Hanya segelintir saja dari mereka yang kukenal dan mengenaliku.

Tampaknya kampungku yang dulunya sunyi sepi dan se isi kampung ku kenal satu persatu dan merekapun mengenalku kini sudah jadi milik orang lain . Hanya saja. Tak perlu kenal untuk membantu dan kadang kadangkala bantuan atau pertolongan itu memang datangnya di detik detik terahir. *** 

Tuesday, February 16, 2016

PUAN, NYONYA atau SUSU

Bila di Malaysia dan di tanah melayu lainnya, kata PUAN bermakna Nyonya akan tetapi di Palembang dan sekitarnya kata PUAN justru bermakna SUSU. Entahlah bagaimana ceritanya sehingga begitu jadinya. Anda tahu kan, bahwa Malaka itu didirikan oleh Prameswara yang asli orang Palembang, bila sajalah kata PUAN sudah bermakna SUSU sejak dahulu kala sebelum Malaka berdiri sepertinya Prameswara akan cengar cengir sendirian mendengar hulubalangnya berpidato “Tuan Tuan dan Puan Puan …..” yang ditelinga orang Palembang menjadi “Tuan Tuan dan Susu Susu…”

Di Palembang terkenal panganan tradisional yang bernama Gulo PUAN alias gula susu, panganan yang rasa muanisnya poll karena memang terdiri dari campuran gula dan susu. Tapi jangan sekali kali diterjemahkan ke dalam Bahasa Melayu ya, karena anda toh akan cengar cengir sendiri menikmati panganan yang mendadak menjadi Gula Nyonya.

Hadeuh, Atawa mungkin di jaman dulu sebenarnya di Palembang pun tidak kenal kata PUAN, tapi justru panganan Gulo Puan tadi itu biang masalahnya. Mungkin jaman dulu yang pertama kali jualan panganan itu Nyonya Melayu yang dipanggil PUAN oleh para tetangga nya yang sesama perantau dari semenanjung, sehingga para pembelinya ikutan menyebut dagangannya itu dengan sebutan Gulo PUAN ?. Bisa jadi sih. ya bisa dong, anda juga pastinya tahu bahwa nama’ Pelembang’ itu juga bermakna ‘Kota Tua’.

Penjelajah Cina menyebut Palembang di catatan mereka dengan nama Palimpong alias Kota Tua, mewakili karakter kota yang mereka kunjungi itu yang peradabannya sudah begitu maju, tempat berbaurnya berbagai suku dan bangsa dunia hidup bersama di satu kota dagang yang begitu ramai dan dipastikan membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk membentuk peradaban seperti itu. Jadi ?. Ya masuk akal dong bila waktu itu ada perantau dari semenanjung (malaya) yang berdagang susu di Palembang. Lagipula produk susu itu dari dulu sampai sekarang pun masih saja import dari luar negara, karena toh orang kita tak terbiasa ngangon sapi untuk susunya tapi untuk daging dan tenaganya.

Atauuuuw, jangan jangan justru PUAN memang bermakna Nyonya. Terpelesetnya susu menjadi PUAN justru karena merek dagang ?. atau tepatnya sih karena Logo Merek dagang ?. Bisa jadi begitu sih, sampai sekarang pun masih beredar dipasaran susu kaleng berlabel Cap Nona yang gambarnya mirip nyonya nyonya. Lah itu kan Tjap Nona bukan Tjap Nyonya. Santai ajalah, toh cuman beda di hurup Y nya doang, lagian kan sama sama perempuan, sama sama ada kata PUAN nya.  Heheh ***

-----------------------------------
Follow akun instagram kami di @masjidinfo |  @masjidinfo.id  | @hendrajailani
------------------------------------

Baca Juga



Tuesday, February 2, 2016

Mengenal Sepatu Yang Tak Pernah Di Injak

Semua sepatu dibuat sebagai alas kaki dan tentu saja untuk di injak, kecuali sepatu yang satu ini. apa itu ?. . . . KEMBANG SEPATU. . . . Lalu apa menariknya kembang Sepatu ?. Apa nasehat kembang sepatu tentang tata cara berdo'a kepada Allah ?

Aneka Warna Kembang Sepatu

Kembang memang selalu menarik untuk dibahas, apalagi kembang desa atawa janda kembang cantik molek kaya raya mau pulak, wuahahah. Tapi ini beneran kembang loh. Kembang Sepatu atau Bunga sepatu dikenal dengan berbagai nama : Hibiscus rosa sinensis (latin), Kembang sepatu (betawi), kembang wera (sunda), wora-wari (Jawa), bungong raya (Aceh), bunga-bunga (Batak), soma-soma (Nias), bakeyu (Mentawai), bunga raya (Melayu), Waribang (Bali), Embuhanga (Sangir), Ubu-ubu (Ternate), Bala bunga (Tidore), Ulange (Gorontalo), Kulango (Buol), Bunga sepatu (Makasar), Bunga bisu (Bugis).  Kembang sepatu merupakan tanaman perdu yang banyak digunakan sebagai tanaman hias karena keindahan bunganya yang memiliki bermacam macam warna dan juga ditanam sebagai pagar hidup. Di Malaysia kembang sepatu memiliki kedudukan khusus karena merupakan bunga Nasional negara tersebut dan disebut sebagai Bunga Raya.  Untuk perkembangbiakannya, biasa dilakukan dengan cara stek batang atau cangkok.

Selain sebagai tanaman hias, juga dapat digunakan sebagai obat. Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah akar, bunga dan daunnya. Bagian bunganya mengandung hibisetin, sedangkan akar dan daunnya mengandung Calcium-oksalat, peroxidase, lemak dan protein. Untuk penggunaannya bisa secara langsung membuat ramuan dari bunga segar maupun dijadikan sebagai teh. Teh kembang sepatu saat ini sedang populer karena khasiatya bagi kesehatan. Diantaranya mengatasi demam, membuat suasana hati lebih rileks, menurunkan berat badan hingga mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Bagi dunia kecantikan, ekstrak teh bunga sepatu ini dipercaya mampu menjaga kesehatan kulit. Berikut beberapa manfaat kembang sepatu untuk kesehatan yang sudah diketahui, dirangkum dari berbagai sumber :


Bisa menemukan sesuatu yang mirip sepatu ?

  1. OBAT SAKIT PANAS |Biasanya, anak-anak sering terkena sakit panas gara-gara kehujanan, makan es atau jajan sembarangan. Ambil saja akar dari tanaman kembang sepatu, cuci bersih kemudian tumbuk hingga halus. Rebus dalam air mendidih selama 30 menit, kemudian saring. Minum airnya sekaligus.
  2. MEREDAKAN DEMAM DAN PILEK | Tidak ada salahnya untuk mencoba teh bunga sepatu. Di dalamnya ada terdapat kandungan vitamin C yang membantu melawan virus penyebab pilek.
  3. OBAT BATUK DAN SARIAWAN| Ambil daun kembang sepatu secukupnya, cuci bersih kemudian rebus dalam air mendidih selama 15 menit. Saring airnya kemudian diminum.
  4. MENGOBATI BRONKHITIS | rebus bunga sepatu secukupnya selama 15 menit. Saring airnya, lalu diminum.
  5. MENGOBATI GONORRHEA | Gonorrhea atau penyakit kencing nanah. Ini merupakan penyakit berbahaya yang harus cepat diatasi. Cuci bersih bunga kembang sepatu secukupnya, lalu direbus selama seperempat jam. Saring airnya dan biarkan semalaman / diembunkan. Esok paginya minum ramuan tersebut.
  6. OBAT SAKIT KEPALA |Rebus daun kembang sepatu selama setengah jam, kemudian airnya digunakan sebagai kompres. Bisa juga digunakan dengan cara diminum.
  7. OBAT GONDOKAN |Gunakan akar kembang sepatu yang direbus dalam air mendidih selama setengah jam. Gunakan sebagai obat kompres.
  8. MENGELUARKAN RACUN | Teh yang terbuat dari kelopak bunga sepatu mengandung antioksidan yang tinggi yang dapat membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Selain itu, juga dapat melawan kanker dan mengurangi kadar kolesterol dalam darah.
  9. MENJAGA KESEHATAN KULIT | kandungan minyak yang terdapat dalam bunga sepatu dapat membantu Anda membersihkan kulit wajah, mengangkat sel-sel kulit mati dan membuat kulit lebih halus. Selain itu, bagian bunganya juga mempunyai sifat anti inflamasi sehingga dapat membantu mengatasi jerawat dan mencegah penuaan dini. Caranya, ambil kelopak bunga sepatu kemudian remas-remas dan gosokkan di sekitar wajah dan leher secara lembut.
  10. MENGATASI PMS (Premenstrual Syndrom) | Wanita saat menjelang menstruasi terjadi perubahan hormonal yang menyebabkan suasana hati menjadi tidak menentu. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda bisa mengkonsumsi teh bunga sepatu agar perasaan menjadi lebih rileks.
  11. MENURUNKAN BERAT BADAN | Untuk mengatasinya anda bisa mencoba mengkonsumsi teh bunga sepatu secara rutin.
  12. MENAMBAH ENERGI | Mengkonsumsi teh bunga sepatu ternyata juga dapat mengembalikan energi yang hilang setelah beraktifitas seharian. Revitalisasi energi sangatlah penting untuk menghindari stres dan ketegangan.
  13. OBAT MALARIA | 50 gram daun kembang sepatu direbus dengan ½ liter air bersama dengan ½ lembar daun pepaya dengan ditambahkan 10 gram garam inggris. Tunggu sampai mendidih lalu saring dan minum lah airnya selagi masih hangat.
  14. SUSAH BUANG AIR BESAR | Ambil daun kembang sepatu seperlunya dicampur dengan air yang sudah matang lalu diperas untuk diambil airnya. Minum air hasil perasan tersebut sampai abis.
  15. MEMBUAT RAMBUT HITAM BERKILAU | Sebelumnya siapkan botol yang telah terisi air kemudian ambil daun kembang sepatu secukupnya ditumbuk sampai halus. Masukan hasil tumbukan tersebut kedalam botol yang telah disiapkan sebelumnya. Kocok sampai tercampur, lalu pisahkan airnya dengan ampasnya untuk ditambahkan perasan jeruk nipis. Pakailah ramuan tersebut secara rutin 2 kali dalam seminggu dengan cara mengoleskannya ke rambut secara merata.

KEMBANG SEPATU PENGHASIL LISTRIK

di tahun 2012 yang lalu sempat beredar berita hasil penelitian di Universitas Tanjungpura (UNTAN) Pontianak tentang ekstrak kembang sepatu yang dapatdigunakan sebagai penghasil energy listrik. Struktur pewarna pada hasil ekstraksi bunga ini berperan sebagai penyerap cahaya dan pemicu aliran elektron. Bentuk ini dikenal dengan nama Dye-Sensitized Solar Cell yang diharapkan dapat menjadi generasi baru sel surya pengganti silicon.

Sepatu atau Sifatu ?

KEMBANG SIFATU

Kenali sesuatu dari sifatnya. Seumpama mengirimkan undangan kirimkanlah sesuai kapasitas yang diinginkan dari terundang, apakah di undang dalam kapasitas-nya sebagai pribadi atau sebagai Pejabat yang dijabatnya, pangkatnya, posisinya dan sebagainya. Bagaimana kita mensifati sesuatu turut berpengaruh pada hasil yang diharapkan, Bukankah Allah pun sesuai dengan prasangka hambanya. Ini juga sekaligus mendidik diri kita sendiri untuk mampu menempatkan diri dalam situasi yang tepat, mampu menghargai segala sesuatu secara proporsional.

Dan ingatlah bahwa Allah pun memiliki banyak nama yang masing masing nama tersebut memiliki atau mewakili sifat sifat Allah yang serba maha. Fahami sifat sifat tersebut saat akan berzikir atau wiridan, sesuaikan dengan hajatan ataupun maksud yang hendak disampaikan. Rasanya tidaklah sesuai apabila kita menginginkan kekuatan dengan senantiasa menyebut tempat bermohon sebagai yang maka lembut. ***Sekian, salam dan maafkan bila ada yang tidak berkenan ataupun dirasa kurang sesuai. ***

-----------------------------------
Follow akun instagram kami di @masjidinfo |  @masjidinfo.id  | @hendrajailani
------------------------------------

Baca Juga


Sunday, June 22, 2014

IKHLAS ITU . . . .

Ikhlas ituuuuuuu
Adakah ikhlas dihati . . . 

Ikhlas itu
menentukan diterima atau tidak diterimanya aktivitas kita sebagai ibadah, Karenanya pastikan ia senantiasa menyertai setiap aktivitas kita

Ikhlas itu 
Ketika nasehat, kritik dan bahkan fitnah, tidak mengendorkan amalmu dan tidak membuat semangatmu punah.

Ikhlas itu 
Ketika hasil tak sebanding usaha dan harapan, tak membuatmu menyesali amal dan tenggelam dalam kesedihan.

Ikhlas itu 
Ketika amal tidak bersambut apresiasi sebanding, tak membuatmu urung bertanding.

Ikhlas itu 
Ketika niat baik disambut berbagai prasangka, kamu tetap berjalan tanpa berpaling muka.

Ikhlas itu 
Ketika sepi dan ramai, sedikit atau banyak, menang atau kalah, kau tetap pada jalan lurus dan terus melangkah.

Ikhlas itu 
ketika kau lebih mempertanyakan apa amalmu dibanding apa posisimu, apa peranmu dibanding apa kedudukanmu, apa tugasmu dibanding apa jabatanmu.

Ikhlas itu 
ketika ketersinggungan pribadi tak membuatmu keluar dari barisan dan merusak tatanan.

Ikhlas itu 
ketika posisimu di atas, tak membuatmu jumawa, ketika posisimu di bawah tak membuatmu enggan bekerja.

Ikhlas itu 
ketika khilaf mendorongmu minta maaf, ketika salah mendorongmu berbenah, ketika ketinggalan mendorongmu mempercepat kecepatan.

Ikhlas itu 
Ketika kebodohan orang lain terhadapmu, tidak kau balas dengan kebodohanmu terhadapnya, ketika kedzalimannya terhadapmu, tidak kau balas dengan kedzalimanmu terhadapnya.

Ikhlas itu 
ketika kau bisa menghadapi wajah marah dengan senyum ramah, kau hadapi kata kasar dengan jiwa besar, ketika kau hadapi dusta dengan menjelaskan fakta.

Ikhlas itu 
Gampang diucapkan, sulit diterapkan…..
namun tidak mustahil diusahakan….

Ikhlas itu 
Seperti surat Al Ikhlas..
Tak ada "kata kata" ikhlas di dalamnya...

----------------------------------- 
Follow akun instagram kami di @masjidinfo | @masjidinfo.id | @hendrajailani
------------------------------------ 

Baca Juga

Wismilak dan Bismillah
Ibukota yang ditinggalkan
Suara Rakyat [bukan] Suara Tuhan
Tanya Tanpa Tanda ?
Sudah Lupakah Kau?
BUANG MUKA
My name is Seceng & this is my story
Dan Tentang Sepasang Sendal Jepit

Thursday, August 29, 2013

My name is Seceng & this is my story

Selulus dari peruri aku langsung jatuh ke tangan berlumpur tukang gali selokan yang masih ngosngosan terima gaji harian di kamis sore. Secepat bajing loncat setelah itu aku sudah pindah tangan lagi ke tangan tukang es doger. Tampang perlenteku yang barusan masih necis langsung ternoda oleh lumpur dan keringat para pekerja keras penghuni negeri kaya raya ini.

Perkenalkan namaku Duit Seceng alias duit serebu perak. Akulah mata duit (mata uang maksudnya) yang paling popular. Paling laris keluar dari dompet di prapatan lampu merah, di kedai kopi pinggir jalan, di pasar tradisional, di tempat jajan sekolahan hingga ke dalam angkutan umum sejenis angkot, ojeg, beca hingga anglingdes sampai odong odong.

Biasalah, tarif normal di kawasan itu masih seputar jenis ku bukan kelasnya si goceng, ceban, goban, palagi si ceuPek bergambar proklamator. Untungnya jadi popular, adalah panjangnya perjalanan yang kutempuh dan setumpuk pengalaman manis dan getir yang kudengar, kulihat dan kurasakan.

Anda pernah dengar kabar perkelahian calo bis antar kota, atau adu jotos nya si polisi cepek di prapatan pas jalanan macet, cekcok mulut tukang ojeg hingga sopir angkot dengan penumpangnya, mobil mewahnya si bos yang baret di gores paku, sampai ke berita tukang parkir yang berantem dengan pengendara motor yang gak mau bayar parkir ?. itu semua gara gara aku. Si duit seCeng yang begitu popular. Hebat sekali rupanya aku ini sampai sebegitunya dunia orang kecil dibuatnya karena ku.

Hebatnya lagi. Tampang ku ini juga sanggup mengubah dunia si kecil yang sedang murung tak punya uang jajan langsung ceria ketika bertemu denganku. Karenaku dia bisa mengantongi beberapa biji permen kesukaannya. Aku juga mampu membuat tersenyum puluhan, ratusan bahkan ribuan anak anak yatim piatu di berbagai panti masih bisa merasakan indahnya dunia, berkat ku yang dilempar tanpa peduli oleh pemilik ku ke para penggalang dana sukarela untuk panti asuhan di jalanan, atau ke kotak amal kusam di emperan ruko.

Aku juga yang paling populer disebut oleh para pengamen jalanan di ahir pidato singkat mereka. paling populer di lidah para peminta minta. Aku juga yang paling sering menikmati indahnya alunan kitab suci yang sedang dibacakan oleh qori cilik menjelang magrib di mushola pinggiran kampung. Aku juga yang paling sering menyaksikan pria pria penuh duka menitikkan air mata di gelap malam yang sunyi di surau dan masjid terpencil di gang sempit, mengadukan nasip malangnya kepada yang kuasa. Karena aku yang paling sering mondar mandir keluar masuk dari kencleng satu ke kencleng lain nya. Kadang sedih juga menyadari kenyataan bahwa di dalam kencleng kencleng masjid yang tak jarang sudah ditulis “betapa besarnya faedah sodaqoh” tapi tetap saja jenis ku dan jenis recehan yang menjadi penghuni tetap kotak kotak amal itu.

Namun begitu aku bersyukur karena takdirku tidak untuk berkelana ke tempat tempat hiburan malam yang tak jarang penuh maksiat. Gayus tak doyan dengan jenisku, Nazarudin pastinya tak butuh jenisku untuk ber-skype dengan topi anyaman-nya dari tempat yang katanya jauh dari sini tapi sayup sayup terdengar suara penjual roti buatan dalam negeri ?. Para koruptor, penjahat berdasi, perampok anggaran negara, penjahat nurani, hingga penjahat konstitusi juga tak pernah mempetimbangkan untuk membawa bawa aku. Aku adalah benda hina dalam dompet dan otak mereka.

Aku bersyukur dapat berakrab akrab dengan anak anak yatim kesayangan nabi. Dapat berlama lama di masjid rumah ilahi. Dapat memberi senyum kepada anak anak anak soleh harapan negeri. Tak ada yang kusesali dengan perjalanan nasibku. Kalaulah suatu hari nanti aku harus kembali lagi ke peruri masuk ke dalam mesin pelebur untuk di cetak kembali. Aku sama sekali tak berminat untuk memohon agar aku dilahirkan kembali sebagai gocengan, cebanan atau yang lebih tinggi lagi. Bagiku ini hidupku dan pastinya ilahi telah memilihkan yang terbaik bagiku, karena dia yang maha arif lagi bijaksana.

Satu harapanku, semoga mulai hari ini semakin banyak saudara saudara ku dari kasta yang lebih tinggi dari ku hingga kasta tertinggi yang ditakdirkan betah di dalam kotak amal, di redhokan oleh pemiliknya di lempar kan ke dalam kencleng seperti melepaskan kotoran di toilet tanpa sudi untuk melihat apalagi memikirkannya lagi, layaknya yang biasa mereka lakukan padaku.

Laba laba berwajah manusia di Kelurahan Gelumbang

Laba laba Gelumbang
Saya bukan ahli biologi atau zoology jadi tidak tahu laba laba satu ini masuk dalam jenis apa, tapi bentuknya yang tak lazim itu yang menarik perhatianku. Laba laba berwajah manusia, kan aneh ya. Atau mungkin sama sekali tidak aneh bagi para ahli yang memang sudah menggeluti dunia yang satu itu.

Ukurannya tak telalu besar, seluruh rentangan kakinya kira kira seukuran telapak tangan orang dewasa. Lukisan wajah itu tebentuk dari bulu bulu halus yang menutup bagian atas kepalanya, sedangkan bagian lainnya terlihat normal. Bisa jadi hal itu merupakan salah satu trik hewan satu ini menakut nakuti predator yang mengintainya.

Jenis yang seperti ini bukan satu satunya jenis laba laba dan hewan yang menyerupai wajah manusia. Bila anda searcing di internet, anda akan menemukan ada banyak jenis lainnya.
Saya temukan hewan satu ini di kelurahan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, provinsi Sumatera Selatan, secara tak sengaja saat ziarah ke makam para leluhur disana di libur lebaran yang baru lalu.

Sempat kaget karena tiba tiba hewan ini menempel di kepalaku, reflek kutepis dengan tangan dan ketika jatuh di dedaunan di lantai hutan langsung membuatku tertarik untuk menyimak dengan sekasama plus bertingkah sableng dengan bertanya “hei, kamu yang berwajah manusia, bisa ngomong gak?”, Gubr@x. 

Wednesday, August 28, 2013

Yang manakah kepribadian anda : Wortel, telur atau serbuk kopi ?

keep smile
Ketika berhadapan dengan ujian hidup, secara alamiah manusia mengalami perubahan dalam dirinya. Bila ujian hidup di ibaratkan sebagai air panas yang mendidih, mungkin kita bisa mencontohkan wortel, telur dan serbuk kopi untuk mewakili kepribadian manusia ketika berhadapan dan melewati ujian kehidupannya masing masing.

Wortel, itu rigit, kaku. Telur itu rapuh, mudah pecah dan ringkih. Sedangkan Serbuk kopi itu tak solid, bercerai berai dan begitu mudahnya sirna tertiup angin. Tapi cobalah masing masing benda itu di rebus ke dalam air panas. Hasilnya adalah :

Wortel yang tadinya kaku dan rigit berubah menjadi lembek, mlempem dan membleh. Telur yang tadinya rapuh, mudah pecah dan ringkih berubah menjadi solid. Sedangkan kopi yang tadinya bercerai berai bahkan mampu mewarnai keseluruhan air panas tempatnya berada, tak hanya itu tapi juga memberikan aroma wangi yang begitu menggoda.

Seperti itulah kira kira sifat manusia ketika berhadapan dengan kesulitan dan ujian kehidupan. Yang tadinya keras, kokoh dan kaku bisa berubah menjadi pribadi dan mlempem saat berhadapan dengan kesulitan hidup. Ada juga pribadi yang tadinya rapuh dan ringkih berubah menjadi pribadi yang tegar dan kuat ketika berhadapan dengan kesulitan dalam hidupnya.

Bahkan ada pula pribadi luar biasa yang tadinya hanyalah pribadi yang nyaris tak berpendirian, tak diperhitungkan tapi kemudian malah mewarnai lingkungannya dan memberikan kontribusi luar biasa mengharumkan diri, keluarga dan lingkungannya. Seperti serbuk kopi dalam air panas.

Terserah kita untuk memilih. Menjadi pribadi seperti apa saat berhadapan dengan kesulitan dan persoalan hidup. Yang pasti manusia yang paling berharga adalah manusia yang paling bermanfaat bagi diri, keluarga dan masyarakat sesuai dengan kapasitas dirinya masing masing.

Tetap tegar, tetap semangat, terus berusaha lanjutkan pertarungan dan jangan pernah menyerah . . . . . . . .

Sunday, July 28, 2013

Salam, Apa Pentingnya Sih ?









Assalamualaikum wr wb.

Ada yang tahu pasti kepada siapa kita tujukan salam kita ke kanan dan ke kiri di penghujung setiap sholat kita ?, Tidak tahu ya !. tidak apa apa bila memang tidak tahu, karena saya hanya ingin mengingatkan bahwa “betapa kita pun memberi salam kepada yang kita tidak tahu” semestinya kita akan menebarkan salam kepada yang kita sudah tahu bahwa dia adalah tetangga kita, orang tua kita, guru kita, atasan kita, kolega kita, bawahan kita dan lain sebagainya.

Mengucapkan salam di penghujung setiap sholat kita itu merupakan rukun terahir sholat alias salah satu syarat mutlak syahnya sholat, begitu pentingnya salam sampai sampai sholatpun tidak syah tanpanya. Alangkah indahnya dunia ini bila sesama kita senantiasa saling mengucapkan salam. Dan salam itu merupakan doa, dengan menebar salam kita telah saling mendo’akan.

Salam ke kiri dan ke kanan itu kita lakukan setidaknya 5X sehari semalam, artinya 5X sehari semalam kita di ingatkan untuk senantiasa lihat kiri dan kanan, lihat sekitar kita. Bukankah baginda rosul pernah bersabda “bukan dari golonganku mereka yang tidur lelap di malam hari dengan perut penuh makanan sementara tetangganya kelaparan”, itu hanya bisa terjadi bila kita lupa untuk lihat ke kiri dan ke kanan, lupa untuk melihat sekitar kita.

Lebih jauh lagi, juga mengingatkan kita akan kepekaan sosial, mencegah tumbuh kembangnya sikap individualistis, hanya mementingkan kepentingan pribadi atau golongannya sendiri dan melupakan kewajiban untuk senantiasa melihat ke kiri dan ke kanan. Lupa untuk menimbang diri, jangan jangan orang lain terzolimi akibat ketidakpedulian kita, akibat ketidakpekaan kita.

Lima kali sehari kita di ingatkan bahwa kita adalah bagian dari mahluk sosial, mahluk yang tidak bisa hidup sendiri, bahwa kita adalah bagian dari sebuah komunitas masyarakat. Ketika kita menyadari bahwa kita adalah bagian dari masyarakat kita di hadapkan satu sunnatullah bahwa manusia itu beragam, tidak sama satu sama lainnya.

“Sesungguhnya telah Kuciptakan kalian sebagai lelaki dan perempuan dan Ku-jadikan kalian berbangsa- bangsa dan bersuku-suku bangsa agar saling mengenal (inna khalaqnakum min dzakarin wa untsa wa ja‘alnakum syu‘uban wa qabaila li ta’arafu). Mahluk sosial tidak akan mengingkari adanya perbedaan, mengingkari perbedaan yang ada sama saja dengan menentang sunnatullah

“Berpeganglah pada tali Allah secara keseluruhan dan jangan terpecah belah (wa'tashimu bihablillah jami'an wa la tafarraqu).”

Lima kali sehari juga kita di ingatkan akan kesetaraan satu dengan yang lainnya. Saat kita salam ke kanan dan ke kiri kita dipaksa untuk melihat siapa yang ada disekitar kita. Dan semestinya kita sadar bahwa kita semua setara. Jangan lupa bahwa, siapapun anda, berapapun jumlah bintang di pundak anda tak ada bedanya dengan rakyat jelata, sama saja harga kening dan muka anda yang begitu terhormat itu dengan kening dan muka rakyat jelata, sama sama lebih rendah dari pantat saat bersujud padanya.

Lalu hal mana lagi yang ingin disombongkan ?. Salam ke kanan dan ke kiri di ahir setiap sholat kita mengingatkan kita untuk membuang jauh jauh sifat sombong, angkuh, gila kuasa, gila hormat, iri denki dan berbagai penyakit hati lainnya. Itupun bila mata kepala dan mata hati dipakai sebagaimana mestinya. Karena seperti selalu saja Allah mengingatkan dengan kalimat “bagi mereka yang mau berfikir”.

wassalamualaikum

-----------------------------------
Follow akun instagram kami di @masjidinfo |  @masjidinfo.id  | @hendrajailani
------------------------------------

Baca Juga


Tuesday, July 23, 2013

Falsafah Duren


























Duren adalah buah yang sangat fenomenal, sebagian orang menyebutnya sebagai buah yang sangat lezat rasanya dan gurih, lembut, wangi lagi harum. Cukup tinggi nilai ekonomisnya, tinggi kadar kalorinya, bersih karena terlindung dalam kulit yang kokoh dan garang serta tentunya tidak selalu mudah untuk didapatkan.

Pecinta duren akan rela keliling pasar untuk mencari dan membelinya meskipun harus membayar mahal. Petani atau tepatnya pemilik kebun duren di Sumatera Selatan rela begadang sepanjang malam menunggu buah duren yang matang runtuh dari pohonnya karena memang pohonnya yang sebagian besar puluhan meter tingginya dari permukaan tanah. Mereka bahkan harus adu cepat dengan macan si raja hutan memperebutkan duren runtuh tersebut.

Pedagang duren tidak pernah takut dagangannya tidak laku karena duren tidak pernah lapuk, bila dalam sehari duren tak habis terjual mereka akan membuka kulitnya, mengambil dagingnya dan memasukkan-nya kedalam toples atau guci steril, memberinya sedikit garam dan, duren-pun berubah jadi lauk untuk makan siang yang disebut Tempoyak, orang Bangka menyebutnya Lempok. Tempoyak atau lempok harganya bahkan lebih mahal dari duren-nya sendiri.

Biji duren rasanya terasa nikmat setelah direbus dan dimakan sebagai teman main gapleh di pos ronda atau dibuat kolak bersama daging durennya, rasanya wah nikmat sekali. Kulit duren jangan dibuang begitu saja, bagi orang yang dirumahnya banyak di-diami kutu busuk kulit duren paling ampuh untuk mengusir kutu busuk atau tumbila dan sejenisnya yang suka bersarang di celah rajutan kasur. Cukup meletakkan kulit duren yang masih segar dibawah ranjang Insya Alloh binatang penghisap darah yang bikin benthol dan gathel itu akan pergi dengan sendirinya.

Pohon duren[1] yang sudah tua, tinggi dan besar-besar bila sudah tidak produktiv jangan dibiarkan merana dan mati sia-sia, panggil tukang gergaji lalu ditebang dan dijadikan bahan bangunan. Kayunya tergolong kayu merah dengan tingkat kepadatan sedikit lebih baik diatas kayu mahoni, kandungan airnya tidak terlalu tinggi karena pori-pori-nya yang kecil-kecil bahkan hanya seukuran 0.05 hingga 0.07 mm saja bahkan bisa lebih kecil lagi bila dibagian hati kayunya. Harga satu kubik kayu pohon duren cukup untuk mengganti satu hektar lahan kebun duren dengan tanaman tumpang sari sementara menunggu musim berbuah berikutnya.

Kecilnya pori-pori pohon duren menyebabkan ia cukup tahan terhadap serangan rayap dan hama kayu yang biasanya menyelinap kedalam pori-pori kayu saat masih hidup ataupun sudah kering. Ukuran rayap belia atau masih bayi sekitar 0.07 hingga 0.1 mm saja, akan sangat sulit untuk masuk kedalam pori-porinya.[2] Kini kita tahu betapa ekonomisnya pohon duren dan properti-nya itu.

Tapi marilah kita lihat duren dari kacamata orang lain yang sudah terlanjur tidak suka pada buah hutan sumatera yang satu ini, dengan lancar dia menuturkan betap buruknya buah duren bagi dirinya !. D U R E N !!!, buah yang baunya menyengat hidung, menghilangkan selera makan, membuat perut mual mau muntah, jangankan menyantapnya, membawanya pun sudah sangat merepotkan apalagi membukanya salah-salah tangan akan tertusuk durinya. Dengan tanpa berdosa dia akan menuturkan betapa buruk nya buah duren, buah pembawa luka, bikin semua perabot dalam rumah tercemar oleh baunya, betapa sulit menghilangan aromanya dari pakaian. Belum lagi sangat repot membuang sampah kulitnya ditambah lagi harganya yang selangit, HUH benar-benar buah sial.

Bayangkan betapa sialnya kita bila tiba-tiba sampai tertimpa buahnya yang runtuh, sementara untuk memanjat pohonnya sangat tidak mungkin karena terlalu tinggi, ditambah lagi buahnya sebegitu jauh di ranting pohon, celakanya lagi dahan pohon duren sangat rapuh, beban impact-nya sangat rendah, gampang sekali patah dan roboh tertiup angin. Sangat berbahaya bila kita ada disana saat kejadian itu. Lalu apa sih bagusnya Duren ?. Bahkan bijinya lebih besar dari lapisan buahnya. Kayaknya kita hanya repot membeli setumpuk kulit bergigi tajam dan sekeranjang biji yang sama sekali tidak nikmat untuk disantap. Untuk apa sih repot repot membeli sampah semahal itu.

So, Duren ? No way !!!.

Untuk mereka yang tidak suka duren tawaran apapun yang diajukan menyangkut duren dia akan tetap bilang No Way, hanya bila duren berubah jadi duku atau semangka-lah yang akan membuatnya meninjau kembali sikapnya (Itupun bila dia suka duku atau semangka) tapi sebaliknya sejuta berita dan rumor tentang duren takkan membuat pecinta duren berhenti untuk menyantapnya dan menyebut duren sebagai buah ter-nikmat yang ada di bumi.

Memang sudah suratan, dibumi ini banyak sekali mahluk yang bernasib seperti duren, kadang kita dan orang-orang menyebutnya sebagai objektivitas menilai (duren) dan subjektivitas menikmati ketidaksetujuan padanya. Kita pun kadangkala terjebak dalam objectivitas yang subjectiv dalam memutuskan penilaian terhadap sesuatu. Pada ahirnya kita memang akan pernah mengalami nasib sebagai duren atau penilai duren. Walu memang tak pasti nyata dan tidak-nya.

“Adalah lebih baik bila kita tetap dapat menilai segala sesuatu dengan lebih bijaksana”