Wednesday, April 3, 2019

Mengenang Almarhum Haji Nazori

Haji Nazori Bin Haji Ja'i

Masa kecil di kampung dulu, bila ada orang yang suka ngasih hadiah untuk anak anak yang belajar ngaji di masjid Jami’ Babussalam Gelumbang, itu Haji Nazori Bin Haji Ja’i, namun seisi kampung terbiasa memanggilnya Haji Otol, kami yang masih anak anak memanggilnya Nek Otol. Hampir setiap menjelang lebaran anak anak yang belajar ngaji di Masjid akan mendapat hadiah dari beliau, kids jaman now menyebutnya Te-ha-er. Begitupun bagi anak anak yang sudah berhasil mengkhatamkan belajar Al-Qur’an 30 Juz.
.
Beliau menghabiskan waktunya mengurus masjid Jami’ Babussalam yang berseberangan dengan kediaman sekaligus toko beliau di simpang empat Gelumbang, hingga ke usia senja-nya. Bahkan uang klaim asuransi jasaraharja mendiang putranya pun disumbangkan untuk pembangunan masjid tersebut.
.
Masjid itu kini sudah berubah total, menjadi masjid yang lebih modern. Namun jasa beliau tak kan pernah kami lupakan. Saat kami masih duduk di bangku sekolah dasar beliau bersama almarhum kakek kami (Idrus bin Topa) dan teman temannya berinisiatif membangun pesantren untuk mengajarkan baca tulis hurup arab kepada anak anak kampung secara gratis, di sore hari sepulang dari sekolah umum.
.
Beliau juga membagikan buku tulis beserta alat tulisnya juga secara gratis kepada seluruh anak anak yang mau ikut belajar disana, bangunan gedung pesantren semi permanen itu pertama kali dibangun di lahan diseberang SDN 1 Gelumbang, namun kurang dana perawatan sampai kemudian roboh. Proses belajar mengajar dilanjutkan dengan menumpang gedung sekolah Muhammadiyah diseberang komplek pemakaman umum Gelumbang.
.
Kami akui sebagian besar anak anak yang sezaman dengan kami, bisa baca tulis hurup arab dari sekolah tak resmi itu. Paman kami, Haji Sadikin Djailani yang kini menjadi bagian MUI kecamatan Gelumbang, merupakan salah satu relawan pengajar tanpa imbalan apapun di sekolah tak resmi itu bersama teman teman seangkatannya.
.
Sudah begitu jauh dan begitu lama tanah kelahiran kami tinggalkan, belasan tahun setelah itu, ketika pertama kali tiba Cikarang tak dinyana kami sempat bertemu dengan orang lain kampung lain suku yang ternyata semasa kuliahnya pernah KKN di kecamatan Gelumbang dan mengenal baik Haji Nazori, bagaimana beliau bertutur merasa begitu banyak dibantu oleh beliau semasa KKN di Gelumbang. Senang rasanya bertemu dengan orang luar yang mengenal kampung kami berikut para tokohnya.
.
Satu persatu orang orang sepuh yang pernah kami kenal dan berjasa telah berpulang ke rahmatullah. Pertemuan di lebaran yang lalu menjadi pertemuan terahir dengan beliau. Jarak dan waktu juga kesempatan membuat kami tak dapat hadir di pemakaman beliau.
.
Semoga Allah mengampuni segala dosa dan kesalahannya baik yang disengaja maupun tidak disengaja, melipatgandakan pahalanya, dibebaskan dari siksa kubur, ditempatkan bersama para Anbiya dan syuhada, dan tiba waktunyanya nanti semoga kita semua dikumpulkan ALLAH di Syurga NYA.
.
Aamiin Yaa Robbal Aalamiin.

-----------------------------------
Follow akun instagram kami di @masjidinfo |  @masjidinfo.id  | @hendrajailani
------------------------------------

Baca Juga




No comments:

Post a Comment