Showing posts with label filsafat. Show all posts
Showing posts with label filsafat. Show all posts

Thursday, June 28, 2018

Balada Ayam Kampung

bisa jadi . . . . . 

Ketika ia masih hidup, selalu saja di-usir pada saat ia akan masuk ke rumah kita. Justru ia baru dihargai dan ditempatkan di tempat terhormat di dalam rumah kita pada saat ia sudah mati . . . . dan berubah menjadi ayam goreng.
.
Yakinkah hanya ayam yang kita perlakukan demikian ?. Yakinkah tak ada air mata yang jatuh di luar sana, karena pintu hati kita yang terlanjur tertutup untuknya . . . ??
.
-----------------------------------
Follow akun instagram kami di @masjidinfo |  @masjidinfo.id  | @hendrajailani
------------------------------------


Baca Juga



Tuesday, February 2, 2016

Mengenal Sepatu Yang Tak Pernah Di Injak

Semua sepatu dibuat sebagai alas kaki dan tentu saja untuk di injak, kecuali sepatu yang satu ini. apa itu ?. . . . KEMBANG SEPATU. . . . Lalu apa menariknya kembang Sepatu ?. Apa nasehat kembang sepatu tentang tata cara berdo'a kepada Allah ?

Aneka Warna Kembang Sepatu

Kembang memang selalu menarik untuk dibahas, apalagi kembang desa atawa janda kembang cantik molek kaya raya mau pulak, wuahahah. Tapi ini beneran kembang loh. Kembang Sepatu atau Bunga sepatu dikenal dengan berbagai nama : Hibiscus rosa sinensis (latin), Kembang sepatu (betawi), kembang wera (sunda), wora-wari (Jawa), bungong raya (Aceh), bunga-bunga (Batak), soma-soma (Nias), bakeyu (Mentawai), bunga raya (Melayu), Waribang (Bali), Embuhanga (Sangir), Ubu-ubu (Ternate), Bala bunga (Tidore), Ulange (Gorontalo), Kulango (Buol), Bunga sepatu (Makasar), Bunga bisu (Bugis).  Kembang sepatu merupakan tanaman perdu yang banyak digunakan sebagai tanaman hias karena keindahan bunganya yang memiliki bermacam macam warna dan juga ditanam sebagai pagar hidup. Di Malaysia kembang sepatu memiliki kedudukan khusus karena merupakan bunga Nasional negara tersebut dan disebut sebagai Bunga Raya.  Untuk perkembangbiakannya, biasa dilakukan dengan cara stek batang atau cangkok.

Selain sebagai tanaman hias, juga dapat digunakan sebagai obat. Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah akar, bunga dan daunnya. Bagian bunganya mengandung hibisetin, sedangkan akar dan daunnya mengandung Calcium-oksalat, peroxidase, lemak dan protein. Untuk penggunaannya bisa secara langsung membuat ramuan dari bunga segar maupun dijadikan sebagai teh. Teh kembang sepatu saat ini sedang populer karena khasiatya bagi kesehatan. Diantaranya mengatasi demam, membuat suasana hati lebih rileks, menurunkan berat badan hingga mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Bagi dunia kecantikan, ekstrak teh bunga sepatu ini dipercaya mampu menjaga kesehatan kulit. Berikut beberapa manfaat kembang sepatu untuk kesehatan yang sudah diketahui, dirangkum dari berbagai sumber :


Bisa menemukan sesuatu yang mirip sepatu ?

  1. OBAT SAKIT PANAS |Biasanya, anak-anak sering terkena sakit panas gara-gara kehujanan, makan es atau jajan sembarangan. Ambil saja akar dari tanaman kembang sepatu, cuci bersih kemudian tumbuk hingga halus. Rebus dalam air mendidih selama 30 menit, kemudian saring. Minum airnya sekaligus.
  2. MEREDAKAN DEMAM DAN PILEK | Tidak ada salahnya untuk mencoba teh bunga sepatu. Di dalamnya ada terdapat kandungan vitamin C yang membantu melawan virus penyebab pilek.
  3. OBAT BATUK DAN SARIAWAN| Ambil daun kembang sepatu secukupnya, cuci bersih kemudian rebus dalam air mendidih selama 15 menit. Saring airnya kemudian diminum.
  4. MENGOBATI BRONKHITIS | rebus bunga sepatu secukupnya selama 15 menit. Saring airnya, lalu diminum.
  5. MENGOBATI GONORRHEA | Gonorrhea atau penyakit kencing nanah. Ini merupakan penyakit berbahaya yang harus cepat diatasi. Cuci bersih bunga kembang sepatu secukupnya, lalu direbus selama seperempat jam. Saring airnya dan biarkan semalaman / diembunkan. Esok paginya minum ramuan tersebut.
  6. OBAT SAKIT KEPALA |Rebus daun kembang sepatu selama setengah jam, kemudian airnya digunakan sebagai kompres. Bisa juga digunakan dengan cara diminum.
  7. OBAT GONDOKAN |Gunakan akar kembang sepatu yang direbus dalam air mendidih selama setengah jam. Gunakan sebagai obat kompres.
  8. MENGELUARKAN RACUN | Teh yang terbuat dari kelopak bunga sepatu mengandung antioksidan yang tinggi yang dapat membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Selain itu, juga dapat melawan kanker dan mengurangi kadar kolesterol dalam darah.
  9. MENJAGA KESEHATAN KULIT | kandungan minyak yang terdapat dalam bunga sepatu dapat membantu Anda membersihkan kulit wajah, mengangkat sel-sel kulit mati dan membuat kulit lebih halus. Selain itu, bagian bunganya juga mempunyai sifat anti inflamasi sehingga dapat membantu mengatasi jerawat dan mencegah penuaan dini. Caranya, ambil kelopak bunga sepatu kemudian remas-remas dan gosokkan di sekitar wajah dan leher secara lembut.
  10. MENGATASI PMS (Premenstrual Syndrom) | Wanita saat menjelang menstruasi terjadi perubahan hormonal yang menyebabkan suasana hati menjadi tidak menentu. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda bisa mengkonsumsi teh bunga sepatu agar perasaan menjadi lebih rileks.
  11. MENURUNKAN BERAT BADAN | Untuk mengatasinya anda bisa mencoba mengkonsumsi teh bunga sepatu secara rutin.
  12. MENAMBAH ENERGI | Mengkonsumsi teh bunga sepatu ternyata juga dapat mengembalikan energi yang hilang setelah beraktifitas seharian. Revitalisasi energi sangatlah penting untuk menghindari stres dan ketegangan.
  13. OBAT MALARIA | 50 gram daun kembang sepatu direbus dengan ½ liter air bersama dengan ½ lembar daun pepaya dengan ditambahkan 10 gram garam inggris. Tunggu sampai mendidih lalu saring dan minum lah airnya selagi masih hangat.
  14. SUSAH BUANG AIR BESAR | Ambil daun kembang sepatu seperlunya dicampur dengan air yang sudah matang lalu diperas untuk diambil airnya. Minum air hasil perasan tersebut sampai abis.
  15. MEMBUAT RAMBUT HITAM BERKILAU | Sebelumnya siapkan botol yang telah terisi air kemudian ambil daun kembang sepatu secukupnya ditumbuk sampai halus. Masukan hasil tumbukan tersebut kedalam botol yang telah disiapkan sebelumnya. Kocok sampai tercampur, lalu pisahkan airnya dengan ampasnya untuk ditambahkan perasan jeruk nipis. Pakailah ramuan tersebut secara rutin 2 kali dalam seminggu dengan cara mengoleskannya ke rambut secara merata.

KEMBANG SEPATU PENGHASIL LISTRIK

di tahun 2012 yang lalu sempat beredar berita hasil penelitian di Universitas Tanjungpura (UNTAN) Pontianak tentang ekstrak kembang sepatu yang dapatdigunakan sebagai penghasil energy listrik. Struktur pewarna pada hasil ekstraksi bunga ini berperan sebagai penyerap cahaya dan pemicu aliran elektron. Bentuk ini dikenal dengan nama Dye-Sensitized Solar Cell yang diharapkan dapat menjadi generasi baru sel surya pengganti silicon.

Sepatu atau Sifatu ?

KEMBANG SIFATU

Kenali sesuatu dari sifatnya. Seumpama mengirimkan undangan kirimkanlah sesuai kapasitas yang diinginkan dari terundang, apakah di undang dalam kapasitas-nya sebagai pribadi atau sebagai Pejabat yang dijabatnya, pangkatnya, posisinya dan sebagainya. Bagaimana kita mensifati sesuatu turut berpengaruh pada hasil yang diharapkan, Bukankah Allah pun sesuai dengan prasangka hambanya. Ini juga sekaligus mendidik diri kita sendiri untuk mampu menempatkan diri dalam situasi yang tepat, mampu menghargai segala sesuatu secara proporsional.

Dan ingatlah bahwa Allah pun memiliki banyak nama yang masing masing nama tersebut memiliki atau mewakili sifat sifat Allah yang serba maha. Fahami sifat sifat tersebut saat akan berzikir atau wiridan, sesuaikan dengan hajatan ataupun maksud yang hendak disampaikan. Rasanya tidaklah sesuai apabila kita menginginkan kekuatan dengan senantiasa menyebut tempat bermohon sebagai yang maka lembut. ***Sekian, salam dan maafkan bila ada yang tidak berkenan ataupun dirasa kurang sesuai. ***

-----------------------------------
Follow akun instagram kami di @masjidinfo |  @masjidinfo.id  | @hendrajailani
------------------------------------

Baca Juga


Sunday, November 15, 2015

Kita Yang Ditelanjangi


Apakah kau berfikir kau akan masuk surga 
karena segudang amal sodaqohmu
dan kau akan masuk neraka karena kurangnya 
bila semua telah pasti lalu apa rencana pastimu hari ini
kapan rencanamu akan mati
di bumi mana kau akan di makamkan, dan
harusnya kau mampu menambah deretan angka di rekeningku
atau direkeningmu sendiri sesuka hatimu


kalaupun mahkota dunia bertengger di kepala
pedang emas sang wenang tergenggam di tangan kiri
sekali kali tak kan mampu membuat mahluk bersemena
bukankah kau pun tahu tak selembar daunpun yang jatuh
tanpa sepengetahuan dan seizin-Nya
lalu ke bagian bumi yang mana lagi hendak bersembunyi

atau kau fikir Dia lah yang bersembunyi
atau kau fikir Dia yang menjauh
atau sebaliknya kau fikir kau yang menjauh
dan mendekat
apalah artinya jarak bagi Nya
apakah kau akan lari dari urat lehermu sendiri
sekali kali tidak. kadang kita yang telalu lama bersembunyi
dibalik dinding bening benderang kesombongan 
padahal nyatanya kita telah ditelanjangi.

Gunung Padang Megalithic Site, 20 September 2015

------------------------------------------

Baca Juga



Thursday, October 29, 2015

Dilarang Miskin


Rangkaian ayat dalam QS Al-Najm [53]: 43 - 48 :

43. ... "Dialah yang menjadikan orang tertawa dan MENANGIS;"
44. ... "Dialah yang mematikan dan meng-HIDUP-kan;"
45. ... "Dialah yang menciptakan ... "Laki-lai dan Perempuan;"
48. ... "Dialah yang memberi kekayaan dan kecukupan."

Untuk ayat 43, 44, dan 45, dengan mudah pasti kita faham, bahwa itu adalah "berpasang-pasangan". Ada tertawa dan menangis, ada mati dan hidup, serta ada laki-laki dan perempuan. Tapi bagaimana untuk ayat yang ke 48 ?.

Pasangan "kekayaan" nya bukan "kemiskinan", tapi "kecukupan".

"Sesungguhnya Allah azza wajalla hanya memberi kekayaan dan kecukupan. Yang menciptakan kemiskinan adalah kita sendiri, manusia. Bisa karena ekonomi, bisa juga karena rasa miskin itu kita bangun di dalam pikiran kita sendiri."

Jadi, marilah kita bangun rasa cukup di hati dan pikiran agar kita menjadi hamba yang bersyukur. Kemudian bulatkan pula tekad semangat yang kuat agar tidak menjadi manusia yang miskin secara ekonomi

"Ayo bangun rasa cukup di hati dan pikiran kita, agar kita menjadi hamba yang selalu BERSYUKUR"

Qana’ah artinya merasa cukup atas apa yang ada. Orang yang qana’ah selalu gembira dan mensyukuri segala yang diberikan Allah kepadanya meski orang kebanyakan mungkin menganggapnya kecil sekali.

“Qanaah itu adalah harta yang tak akan hilang dan simpanan yang tidak akan lenyap”. (HR. Thabarani dari Jabir).

Baca Juga


Tuesday, October 27, 2015

Siti Waterpump, Pompa Air Nomor Wahid


Bacalah tulisan ini sampai ahir dan anda akan tahu bahwa ini bukan iklan pompa air.

Di tanah air kita, Indonesia, Kelapa memiliki arti simbolik sangat dalam. Buahnya yang sedang bertunas dijadikan lambang organisasi kepanduan nasional, menyimbolkan pemuda/pemudi yang mampu tumbuh dan berkembang dengan baik di lingkungan apapun, dan bila telah dewasa nanti mampu memberikan manfaat sebesar besarnya seperti pohon kelapa dewasa yang semua bagian pohonnya memiliki nilai komersil alias dapat dimanfaatkan.

Bagi para sufi, thoriqoh hingga pelaku kebathinan, buah kelapa disebut sebut sebagai buah ma’rifat, simbolisasi sederhana yang sempurna dari upaya mengenal Tuhan dari ciptaan nya. Konsep ini salah satunya untuk menjabarkan dengan metoda sederhana dan mudah difahami oleh orang Nusantara tentang ayat ke 35 dari surah An-Nur yang menjelaskan tentang cahaya yang bersumber dari pohon zaitun. Tidaklah mudah untuk menjelaskan perumpamaan yang dijabarkan di dalam ayat tersebut kepada masyarakat yang sama sekali tidak mengenal pohon zaitun seperti masyarakat Nusantara, dan buah kelapa lah yang kemudian dijadikan simbolik sederhana untuk menjelaskan makna ayat tersebut.

Teknologi Pohon Kelapa ?

Pohon kelapa itu unik dan rumit. Ada air di dalam buah-nya tapi tidak ada pompanya. Tidak ada jaringan pipa atau selangnya. Ditebang pohonnya juga tidak ada air yang muncrat. Di potong tandannya juga tidak ada air yang mengucur. Di lukai pohonnya pun tidak ada juga air yang mengalir atau menetes keluar.

Tidak ada pabrik atau warung klontong yang jualan gula disana tapi airnya manis. Dan tidak pernah ada kasus air kelapa luber dari buahnya karena kepenuhan. Tidak ada juga pembangkit listrik dan tagihan listrik di pohon kelapa. Pohon kelapa itu seperti pompa air super canggih ya.

Jadi, bila sajalah anda memiliki teknologi pompa air terbaik dan berencana membangun pabrik pompa air, kasih saja merek “Pompa Air Pohon Kelapa” atau dalam bahasa keren nya “Coconut Tree Water Pump” atau bila disingkat Menjadi “CT Water Pump” dan bila dibaca dengan benar akan berbunyi “SITI Waterpump”.

Baca Juga

Monday, October 26, 2015

Sirih Simbol Kerukunan Dan Perdamaian



Sekapur Sirih

Diberbagai tempat di Nusantara daun sirih menjadi simbol kehangatan tuan rumah menyambut tamunya. Dalam Bahasa Indonesia-nya disebut dengan prosesi “sekapur sirih”. di Palembang dan sekitarnya, prosesi sekapur sirih di helat untuk menyambut tamu kehormatan dengan menampilkan beberapa penari gadis belia berpakaian tradisional Palembang menarikan tarian penyambutan kemudian menyerahkan “sekapur sirih” kepada tamunya. apa sih sekapur sirih itu?. Itu loh, daun sirih yang sudah dilipat siap untuk dikunyah dan sudah dilengkapi dengan ramuan penyertanya terdiri dari gambir, pinang, tembakau dan kapur.

Tidak hanya di Palembang tradisi sekapur sirih ini menjadi tradisi yang sangat di junjung tinggi masyarakat Kepualauan Riau. Sirih juga menjadi flora Khas Kepulauan Riau. Beberapa sumber juga menyebutkan bahwa tanaman sirih memang berasal dari Kepulauan Riau. hingga tidak aneh bila kebiasaan makan sirih atau nyirih atau nginang begitu mentradisi di tanah Melayu.

kebiasaan “nyirih” juga menjadi tradisi di berbagai tempat di pulau Sumatera. Anda yang pernah nontoh sinema Naga Bonar pastinya ingat betul bagaimana penampilan ibundanya sang Jenderal itu yang selalu saja mengunyah sirih di kesehariannya. sosok seperti ibu nya Si Naga itu begitulah adanya meski kini kebiasaan nyirih di sumatera memang lebih di dominasi oleh kaum tua. Tradisi Nyirih ini dipercaya dapat merawat kekuatan gigi, meski memang sensasi mengunyah sirih itu sendiri pastinya taka da duanya.

Tradisi mengunyah dauh sirih tersebar luas hingga ke Papua, saudara saudara kita disana terbiasa mengunyah sirih di kesehariannya, sampai sampai di berbagai tempat umum di pasang rambu larangan meludah sembarangan. Daun sirih dan rempah-nya yang terlarut dalam air liur menghasilkan cairan merah yang pekat dan bila menempel ke tembok atau lainnya akan sangat sulit untuk dibersihkan.

Legenda Sirih Hitam

Pernah dengan tentang sirih hitam ?. bila belum, maka saya bagikan sedikit cerita tentang legenda daun sirih langka ini. Daun sirih pada umumnya bewarna hijau, namun ada jenis daun sirih yang warna nya hitam. Seperti juga mawar yang ternyata juga ada yang bewarna hitam. Sirih hitam dipercaya memiliki khasiat luar biasa dan nilainya juga luar biasa.

Sesungguhnya memang ada satu jenis sirih yang daunnya bewarna hitam. Dan ada beberapa pedagang tanaman hias yang menyediakan tanaman tersebut meski dengan harga yang jauh lebih mahal dari sirih hijau, bisa jadi karena keunikan-nya, dan memang tidak tersedia di semua pedagang tanaman hias.

Sirih hitam itu konon pada awalnya hanyalah sirih hijau biasa yang tumbuh di habitat tak biasa. habitat tak biasa yang dimaksud adalah tempat yang tak lazim, tempat yang tanaman apapun tak kan mampu bertahan hidup disana. Namun dengan segenap kemampuannya tanaman sirih ini mampu bertahan hidup meski warnanya berubah menghitam. Dari sanalah sirih hitam berawal.

Asli Indonesia

Sirih itu tanaman asli Indonesia, Indonesia banget pokoknya. Daun sirih itu berbentuk hati, jadi tak usah aneh aneh untuk melambangkan cinta, cukup dengan daun sirih yang jelas jelas berbentuk hati dan memiliki begitu banyak manfaat. Hati mana lagi yang lebih dihargai mahluk dan pencipta selain hati yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain, hati mana lagi yang lebih unggul dari hati yang lain selain hati yang senantiasa bertaqwa.

Sirih itu simbol perdamaian dan kerukunan, perhatikan saja bagaimana sirih tumbuh. Tumbuhan yang sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari ini merupakan tanaman obat yang telah diketahui secara luas manfaatnya bagi kesehatan. Pohon sirih yang meski hidup dengan menumpang pada tanaman lain, tidaklah mengambil nutrisi dari tanaman yang ditumpanginya. Daunnya yang indah berbentuk hati itu malah akan memperindah tanaman yang ditumpanginya. Itu sebabnya adat istiadat di berbagai tempat di Nusantara dari Sumatera hingga Papua kerap membawa dan atau menyuguhkan daun sirih sebagai artian pernyataan hidup harmonis dan tidak saling merugikan, sebagai pesan perdamaian dan kerukunan.***

Sejumput Teh dari Negeri Cina

Teh hanya akan bereaksi di air panas
TEH Berasal dari Cina

Tuntutlah Ilmu walau sampai ke negeri Cina, begitu salah satu bunyi hadist yang banyak diperdebatkan ke-sahihan-nya. Tapi terlepas dari sahih atau tidak hadist tersebut, sebenarnya ada apa sih di negeri Cina sehingga sebegitu menariknya. Dupa, Peradaban maju, Hio, Klenteng, bangunan megah, kapal kapal dan pelaut tangguh, sutera, ada lagi ?. Ternyata Teh yang biasa kita minum sehari hari itu juga berasal dari Cina.

Dari negeri itu pula tradisi minum teh berawal dan berkembang hingga sampai ke Indonesia, hingga menjadikan Negara kita ini sebagai salah satu produsen TEH terbesar ke lima di dunia, hebat bukan, namun begitu tingkat konsumsi TEH orang Indonesia baru 0.8 Kg per orang per tahun, jauh dibawah tingkat konsumsi di TEH di negara lain.

Dari daerah asalnya di negeri Cina, Teh menyeberang ke Jepang lalu ke Eropa, menyeberangi samudera Atlantik hingga mencapai benua Amerika. Teh pertama kali masuk ke benua Amerika dibawa oleh orang Belanda bernama Peter Stuyvensant yang berdagang di New York di tahun 1650. di sekitar tahun yang sama Teh masuk ke Inggris dan menjadi minuman yang sangat populer disana dan bahkan dapat dikatakan sebagai minuman nasional masyarakat Inggris.

TEH masuk ke Indonesia di abad ke 17

Pohon teh (Camellia sinensis) pertama kali masuk ke Indonesia tahun 1684, berupa biji teh (diduga teh sinensis) dari Jepang yang dibawa oleh seorang berkebangsaan Jerman bernama Andreas Cleyer, dan ditanam sebagai tanaman hias di Batavia. F. Valentijn, seorang rahib, juga melaporkan tahun 1694, bahwa ia melihat tanaman teh sinensis di halaman rumah gubernur jenderal VOC, Camphuys, di Batavia.

Pada abad ke-18 mulai berdiri pabrik-pabrik pengolahan (pengemasan) teh dan didukung VOC. Setelah berakhirnya pemerintahan Inggris di Nusantara, pemerintah Hindia Belanda mendirikan Kebun Raya Bogor sebagai kebun botani (1817). Pada tahun 1826 tanaman teh melengkapi koleksi Kebun Raya, diikuti pada tahun 1827 di Kebun Percobaan Cisurupan, Garut, Jawa Barat. Dari sini dicoba penanaman teh dalam skala luas di Wanayasa (Purwakarta) dan lereng Gunung Raung (Banyuwangi)

Karena percobaan ini dianggap berhasil, mulailah dibangun perkebunan skala besar yang dipelopori oleh Jacobus Isidorus Loudewijk Levian Jacobson, seorang ahli teh, pada tahun 1828 di Jawa. Ini terjadi pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal van den Bosch. Teh pun menjadi salah satu tanaman yang terlibat dalam Cultuurstelsel. Teh kering olahan dari Jawa tercatat pertama kali diterima di Amsterdam tahun 1835. Setahun berikutnya, dilakukan swastanisasi perkebunan teh.

Teh jenis assamica mulai masuk ke Indonesia (Jawa) didatangkan dari Sri Lanka (Ceylon) pada tahun 1877, dan ditanam oleh R.E. Kerkhoven di kebun Gambung, Jawa Barat (sekarang menjadi lokasi Pusat Penelitian Teh dan Kina. Karena sangat cocok dan produksinya lebih tinggi, secara berangsur pertanaman teh sinensis diganti dengan teh assamica, dan sejak itu pula perkebunan teh di Indonesia berkembang semakin luas. Pada tahun 1910 mulai dibangun perkebunan teh pertama di luar Jawa, yaitu di daerah Simalungun, Sumatera Utara.

Minum teh di gelas somplak

Di Negeri Sakura (Jepang) sana minum teh merupakan satu tradisi khas di masa ke kaisaran, bahkan perangkat minum nya pun menggunakan perangkat khusus. Perangkat minum teh kerajaan tidak boleh ditiru oleh masyarakat kebanyakan dan itu dianggap sebuah pelanggaran. hanya saja mungkin karena saking pengennya minum dengan perangkat minum seperti keluarga kaisar, rakyat di Jepang membuat perangkat minum yang mirip dengan milik kekaisaran hanya saja bagian bawah dari gelas dan perangkat lain nya itu sengaja di rusak alias di buat somplak, untuk mengesankan sebagai perangkat minum yang rusak dan tidak sama dengan milik kekaisaran. Cerdik juga bukan.

Dari Teh Tarik hingga Teh Tubruk

Di tanah melayu sangat terkenal jenis teh yang disebut TEH TARIK, bukan berarti teh nya ditarik tarik, ini adalah teh dengan susu, proses pembuatannya menggunakan dua buah cawan atau cangkir besar kemudian  untuk mencampur larutan teh dan susunya. agak susah menjelaskan nya dengan kata kata, liat videonya saja ya.

Lalu di tanah Jawa ada lagi jenis teh yang tak kalah seram, yakni TEH TUBRUK, Barangkali ini satu satunya jenis teh dengan nama paling sangar. Minum teh kok di tubruk. awalnya dulu saya pun agak bingung dengan jenis teh satu ini, ternyata itu hanya istilah untuk penyajian teh yang daunnya tidak disaring alias langsung dituang dengan air panas, meminum teh dengan sensasi mengunyah serbuk serbuknya yang tidak larut ke dalam air. Memang agak repot bagi yang tidak terbiasa.

Falsafah Sejumput Teh


Teh hanya akan bereaksi maksimal dalam air panas, dia mewakili sosok orang berilmu yang tak tidak suka pamer pamer, orang sakti sekali yang lebih suka sepi tanpa promosi. Sosok yang ilmunya sudah Wow Tua Sekali tapi berpenampilan biasa saja dan kadangkala cenderung tampil tak menarik. Tapi dia tahu persis kapan waktunya untuk bereaksi, manakala ditubruk oleh panasnya suasana, panasnya kehidupan, dia baru bereaksi. itupun sesuai porsinya, tanpa berlebihan, tapi cukup mewarnai sekitarnya dengan warna baru yang lebih asik untuk dinikmati, walau kadangkala bubuk teh nya sendiri tersaring dan dibuang ke tempat sampah tanpa ikut serta dalam semaraknya suasana baru. Begitulah hidup, kadangkala begitu banyak pahlawan yang tak dihargai bahkan disingkirkan dan begitu banyak pula pecundang yang senantiasa dipuja dan disanjungi. So, selamat minum teh. 

------------------------------------------

Baca Juga



Wednesday, September 23, 2015

Memahami Falsafah Teratai

Makna Filosofis Teratai
Teratai diyakini berasal dari Sungai Nil di Mesir, kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk ke Indonesia. Sepanjang peradaban manusia bunga ini telah menjadi simbolisasi bagi berbagai agama dan kepercayaan. berikut ini beberapa pelajaran yang dapat diambil dari bunga Teratai.

Bentuk dasar kelopak bunga teratai telah dipergunakan secara meluas di masayarakat kita, mulai dari bentuk dasar institusi pendidikan, keagamaan, organisasi sosial & kemasyarakatan. Denah Borobudur pun bila diamati dengan seksama memiliki bentuk dasar bunga teratai, sampai kepada bentuk dasar stempel kerajaan dan kesultanan masa lalupun memiliki bentuk dasar yang sama, hingga menyentuh khasanah seni kaligrafi dan senibina bangunan dalam Islam. berikut ini beberapa pelajaran yang dapat diambil dari bunga Teratai.

Teratai menyimbolkan perbuatan mulia di lingkungan penuh kekotoran. Habitat teratai menggambarkan tempat yang sama sekali tidak nyaman, kotor, menjijikkan, hina dan sebagainya. Tak jarang orang menganggap bunga teratai sebagai bunga yang tidak berharga dan kotor, yang tidak pantas untuk diraih karena demikian kotornya tempat ia hidup. Bertolak belakang dengan habitat-nya, bunga teratai tampil dengan keanggunan bunganya yang sangat menawan bagi yang melihatnya. Dia hidup penuh keindahan dan kebersihan tanpa dipengaruhi oleh lingkungannya yang kotor. Betapapun kotor” dan “hina”nya tempat dia hidup, tapi keindahannya tetap terjaga dengan baik bahkan menambah keindahan pula bagi lingkungan di sekitarnya.

Teratai adalah bunga yang hidup di tiga alam sekaligus, akarnya menghunjam ke lumpur di dasar kolam, batangnya tumbuh di dalam air dan daun dan bunganya menyembul di permukaan air. Selama ia masih hidup teratai tidak akan tenggelam kedalam kolam ataupun kubangan tempatnya hidup.  

Kuncup teratai

Bunga teratai dipilih sebagai simbol yang tepat menggambarkan kesucian dan keagungan Tuhan karena Helai daun bunganya berjumlah delapan sesuai dengan jumlah manifestasi Tuhan di arah delapan penjuru mata angin.

Kuncupnya mengandung arti yaitu kekuatan yang membumbung tinggi ke atas. Bila air pasang, maka teratai ikut naik, bila air surut, maka akan ikut turun. Makna yang terkandung adalah apapun suasana dan keadaan manusia hendaklah segala sesuatunya selalu disandarkan pada Tuhan. Karena segala sesuatu yang terjadi pada manusia adalah karena Kodrat dan Iradat Tuhan.

Daun pohon teratai pun tumbuh ke arah atas hingga mengambang di atas air dan tidak basah oleh air walaupun itu air kotor sekalipun. Mengandung arti bahwa setelah manusia itu hidup serba kecukupan baik itu ilmu dan harta seyogyanya tidak sombong dan selalu zuhud dengan dunia.

Susunan dan kombinasi antara daun dan bunganya pun sangat serasi dengan lingkungan dimana teratai tersebut hidup. Mengandung arti bahwa manusia diciptakan Tuhan dengan tujuan untuk melengkapi kehidupan. Laksanakan orang ibadah shalat “untuk merapatkan barisan (shaf), agar tidak diisi syetan”. Agar manusia dalam menjalani hidup tidak ada jarak antara satu dan yang lain, sehingga nafsu iri, dengki tidak masuk dalam kehidupan manusia.

Waktu mekarnya teratai sangat singkat, mengingatkan kita bahwa Manusia hidup didunia ini hanya sebentar. Laksana Turun hanya untuk minum. Walaupun sebentar, manusia diharapkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.

indahnya teratai merekah

Teratai merupakan bunga yang tak pernah "mati" saat kemarau melingkupi bumi, dia tetap hidup dalam umbinya, terpuruk dalam tanah kering kerontang. Tetapi begitu hujan datang, kuncup bunga akan segera mekar di tengah hijau dedaunan.

Konon Hyang Narayana, Wishnu, Lakshmi, Ganeshya, Brahma dan Saraswati selalu digambarkan duduk di atas bunga teratai raksasa. Makna bunga ini sangatlah tinggi. Teratai hanya dapat tumbuh di lumpur dan air, namun setelah bunganya mekar, maka sulit sekali bahkan untuk benda sebersih apapun untuk melekat di kelopak bunganya karena sangat berminyak.

Bunga teratai sering digunakan sebagai simbol ketidakterikatan. Bagaikan daun bunga teratai yang berada di atas air dan tidak dibasahi oleh air, begitu pula ia yang bekerja tanpa keterikatan dan menganggapnya sebagai persembahan, hidup tanpa noda dan tidak tercemari oleh dunia ini. Ia yang bijak melepaskan segala macam keterikatan dan bekerja dengan raga, pikiran, intelek serta panca inderanya, hanya untuk membersihkan dirinya.

Ia yang bijak tidak mengharapkan sesuatu dari pekerjaannya, demikian ia memperoleh ketenangan jiwa. Sebaliknya ia yang tidak bijak selalu mengharapkan hasil akhir dari apa yang ia lakukan, sehingga tetap saja terikat. Keterikatan membuat manusia takut menghadapi perubahan. Keterikatan membuat manusia ingin mempertahankan sesuatu yang pada dasarnya tidak abadi.

Keterikatan menimbulkan keinginan untuk memiliki dan mempertahankan sesuatu, keadaan maupun orang. Keinginan itu tidak selaras dengan alam. Alam tidak memiliki keinginan untuk mempertahankan sesuatu. Alam membiarkan terjadinya perubahan, bahkan malah memfasilitasinya, mendukungnya. Kita terikat dengan harta benda yang terkumpul selama hidup, maka kematian menjadi sulit. Sementara itu, alam tidak pernah  sedih karena pergantian musim. Alam tidak pernah menolak perubahan yang terjadi setiap saat

Teratai di kolam gunting Istana Bogor

Kenapa kita terikat pada sesuatu? Karena kita melihat sesuatu itu di luar diri kita, dan timbul keinginan untuk memilikinya. Pernahkah kita merasa terikat dengan ginjal, hati, dan jeroan kita? Kita tidak terikat, karena kita tahu semua itu ada dalam diri kita. Kita bahkan tidak pernah memikirkan mereka. Tidak pernah peduli tentang jantung dan paru, hingga pada suatu ketika kita jatuh sakit…. dan baru mengaduh-aduh. Karena saat itu kita “merasa kehilangan” kesehatan.

Keterikatan pada harta-kekayaan, pada kedudukan, pada keluarga semuanya harus dikikis sedikit demi sedikit. Tidak berarti kita menjadi asosial; tidak berarti kita meningkatkan keluarga. Tidak demikian. Yang penting adalah meninggalkan rasa kepemilikan. Yang penting ialah meninggalkan keterikatan. Dan untuk melepaskan keterikatan-keterikatan semacam itu, cara yang paling gampang adalah meningat kematian. Menyadari bahwasannya hidup ini bersifat fana, seperti halnya masa hidup teratai yang teramat singkat.

Keterikatan adalah ketergantungan dan kepercayaan kita pada pujian, pada imbalan, pada penghargaan dan pengakuan. Selama kita masih mengejar semuanya itu, kita masih terikat. 
Berkaryalah, tapi janganlah terikat pada hasilnya. Layanilah keluarga dan cintailah mereka, tapi tanpa keterikatan. Keterikatan bukan cinta.

Para leluhur kita mempunyai pitutur luhur, nasehat yang mulia agar kita melakukan “Sepi ing Pamrih, Rame ing Gawe”. Agar semua energi kita terfokus pada pekerjaan dan tidak terfokus pada hasil sehingga energi untuk bekerja kurang maksimal. Pendekatan para leluhur lebih mendekati “Management by Process”. Dalam hal spiritual, dapat dimaknai agar kita tidak terikat pada tujuan keduniawian atau tujuan atau pamrih apa pun. Dasarnya adalah bekerja sebagai persembahan pada kehidupan semata. 

Hanya seorang Master yang menguasai kehidupan. Seorang Master ibarat bunga teratai yang memberikan kebahagiaan kepada sekelilingnya. Kaki dia masih terikat pada lumpur keduniawian, tetapi dia tidak terikat dengan lumpur tersebut, dia muncul ke permukaan memberikan kebahagiaan. Melepaskan keterikatan berarti melepaskan rasa kepemilikan. Tuhan adalah Pemilik tunggal semuanya ini. Anda ada atau tidak, dunia ini akan tetap ada.

------------------------------------------

Baca Juga


Tuesday, July 23, 2013

Falsafah Duren


























Duren adalah buah yang sangat fenomenal, sebagian orang menyebutnya sebagai buah yang sangat lezat rasanya dan gurih, lembut, wangi lagi harum. Cukup tinggi nilai ekonomisnya, tinggi kadar kalorinya, bersih karena terlindung dalam kulit yang kokoh dan garang serta tentunya tidak selalu mudah untuk didapatkan.

Pecinta duren akan rela keliling pasar untuk mencari dan membelinya meskipun harus membayar mahal. Petani atau tepatnya pemilik kebun duren di Sumatera Selatan rela begadang sepanjang malam menunggu buah duren yang matang runtuh dari pohonnya karena memang pohonnya yang sebagian besar puluhan meter tingginya dari permukaan tanah. Mereka bahkan harus adu cepat dengan macan si raja hutan memperebutkan duren runtuh tersebut.

Pedagang duren tidak pernah takut dagangannya tidak laku karena duren tidak pernah lapuk, bila dalam sehari duren tak habis terjual mereka akan membuka kulitnya, mengambil dagingnya dan memasukkan-nya kedalam toples atau guci steril, memberinya sedikit garam dan, duren-pun berubah jadi lauk untuk makan siang yang disebut Tempoyak, orang Bangka menyebutnya Lempok. Tempoyak atau lempok harganya bahkan lebih mahal dari duren-nya sendiri.

Biji duren rasanya terasa nikmat setelah direbus dan dimakan sebagai teman main gapleh di pos ronda atau dibuat kolak bersama daging durennya, rasanya wah nikmat sekali. Kulit duren jangan dibuang begitu saja, bagi orang yang dirumahnya banyak di-diami kutu busuk kulit duren paling ampuh untuk mengusir kutu busuk atau tumbila dan sejenisnya yang suka bersarang di celah rajutan kasur. Cukup meletakkan kulit duren yang masih segar dibawah ranjang Insya Alloh binatang penghisap darah yang bikin benthol dan gathel itu akan pergi dengan sendirinya.

Pohon duren[1] yang sudah tua, tinggi dan besar-besar bila sudah tidak produktiv jangan dibiarkan merana dan mati sia-sia, panggil tukang gergaji lalu ditebang dan dijadikan bahan bangunan. Kayunya tergolong kayu merah dengan tingkat kepadatan sedikit lebih baik diatas kayu mahoni, kandungan airnya tidak terlalu tinggi karena pori-pori-nya yang kecil-kecil bahkan hanya seukuran 0.05 hingga 0.07 mm saja bahkan bisa lebih kecil lagi bila dibagian hati kayunya. Harga satu kubik kayu pohon duren cukup untuk mengganti satu hektar lahan kebun duren dengan tanaman tumpang sari sementara menunggu musim berbuah berikutnya.

Kecilnya pori-pori pohon duren menyebabkan ia cukup tahan terhadap serangan rayap dan hama kayu yang biasanya menyelinap kedalam pori-pori kayu saat masih hidup ataupun sudah kering. Ukuran rayap belia atau masih bayi sekitar 0.07 hingga 0.1 mm saja, akan sangat sulit untuk masuk kedalam pori-porinya.[2] Kini kita tahu betapa ekonomisnya pohon duren dan properti-nya itu.

Tapi marilah kita lihat duren dari kacamata orang lain yang sudah terlanjur tidak suka pada buah hutan sumatera yang satu ini, dengan lancar dia menuturkan betap buruknya buah duren bagi dirinya !. D U R E N !!!, buah yang baunya menyengat hidung, menghilangkan selera makan, membuat perut mual mau muntah, jangankan menyantapnya, membawanya pun sudah sangat merepotkan apalagi membukanya salah-salah tangan akan tertusuk durinya. Dengan tanpa berdosa dia akan menuturkan betapa buruk nya buah duren, buah pembawa luka, bikin semua perabot dalam rumah tercemar oleh baunya, betapa sulit menghilangan aromanya dari pakaian. Belum lagi sangat repot membuang sampah kulitnya ditambah lagi harganya yang selangit, HUH benar-benar buah sial.

Bayangkan betapa sialnya kita bila tiba-tiba sampai tertimpa buahnya yang runtuh, sementara untuk memanjat pohonnya sangat tidak mungkin karena terlalu tinggi, ditambah lagi buahnya sebegitu jauh di ranting pohon, celakanya lagi dahan pohon duren sangat rapuh, beban impact-nya sangat rendah, gampang sekali patah dan roboh tertiup angin. Sangat berbahaya bila kita ada disana saat kejadian itu. Lalu apa sih bagusnya Duren ?. Bahkan bijinya lebih besar dari lapisan buahnya. Kayaknya kita hanya repot membeli setumpuk kulit bergigi tajam dan sekeranjang biji yang sama sekali tidak nikmat untuk disantap. Untuk apa sih repot repot membeli sampah semahal itu.

So, Duren ? No way !!!.

Untuk mereka yang tidak suka duren tawaran apapun yang diajukan menyangkut duren dia akan tetap bilang No Way, hanya bila duren berubah jadi duku atau semangka-lah yang akan membuatnya meninjau kembali sikapnya (Itupun bila dia suka duku atau semangka) tapi sebaliknya sejuta berita dan rumor tentang duren takkan membuat pecinta duren berhenti untuk menyantapnya dan menyebut duren sebagai buah ter-nikmat yang ada di bumi.

Memang sudah suratan, dibumi ini banyak sekali mahluk yang bernasib seperti duren, kadang kita dan orang-orang menyebutnya sebagai objektivitas menilai (duren) dan subjektivitas menikmati ketidaksetujuan padanya. Kita pun kadangkala terjebak dalam objectivitas yang subjectiv dalam memutuskan penilaian terhadap sesuatu. Pada ahirnya kita memang akan pernah mengalami nasib sebagai duren atau penilai duren. Walu memang tak pasti nyata dan tidak-nya.

“Adalah lebih baik bila kita tetap dapat menilai segala sesuatu dengan lebih bijaksana”