![]() |
| Seperti hampir semua makam yang dikeramatkan lainnya, di Makam Sheikh Quro di Karawang inipun berjejer para peminta minta yang mengharap berkah dari para peziarah. |
Sudah sunahnya bagi para pejuang, meski jasadnya sudah berkalang tanah berpuluh bahkan beratus tahun lalu namun harum namanya tetap semerbak mewangi. Makamnya senantiasa di ziarahi, jasanya selalu dikenang dari generasi ke generasi. Sunah yang berlalu bagi para pejuang manapun dimanapun.
Di kampung Pulo Bata, kabupaten Karawang bermakam seorang ulama terkemuka yang begitu dihormati karena jasa jasa beliau membawa dan menyebarkan Islam di tanah Pasundan. Beliau adalah Sheikh Quro yang disebut sebut sebagai ulama pertama yang membawa Islam ke tanah Sunda melalui Karawang, di masa Sri Baduga (Prabu SIliwangi) masih bergelar putera mahkota Pajajaran.
Lokasi Makam Sheikh Quro
Kampung Pulo Bata, Desa Pulo Kelapa
Kecamatan Lemah Abang, Kabupaten Karawang
Koordinat Geografi : 6°15'4.73"S 107°28'54.34"E
Sheikh Quro bernama asli Sheikh Hasanuddin putra dari Syech Yusuf Siddik ulama besar Perguruan Islam negeri Campa dan masih ada garis keturunan dengan Syech Jamaluddin serta Syech Jalaluddin ulama besar Mekah. Nama Sheikh Quro atau Sheikh Qurotal Ain merupakan gelar Beliau karena beliau merupakan seorang hafiz (penghafal Al-Qur’an) dan juga seorang Qori dengan suara yang begitu merdu melantunkan ayat ayat suci Al-Qur’an.
Beliau diperkirakan tiba di Karawang yang kala itu masih berupa rawa rawa, pada tahun 1418M dalam perjalanan keduanya ke tanah Jawa melalui negeri Campa (Kini Vietnam). Beliau datang bersama rombongan menggunakan dua kapal. Di daerah yang masih berupa rawa rawa atau Karawa’an itulah beliau kemudian mendirikan pesantren. Daerah Karawa’an yang dikemudian hari dikenal dengan nama Karawang.
Beberapa sumber sejarah menyebutkan bahwa beliau tiba ke tanah Jawa melalui pelabuhan Muara Jati di Caruban (Cirebon) pada tahun 1416 dengan menumpang salah satu kapal armada Panglima Cheng Ho yang diutus Kaisar Cina Cheng Tu atau Yung Lo (raja ketiga jaman Dinasti Ming). Tujuan utama perjalanan Cheng Ho ke Jawa dalam rangka menjalin persahabatan dengan raja-raja tetangga Cina di seberang lautan.
![]() |
| Pagar komplek makam. Rancangan pagar komplek makam Sheikh Quro ini memang unik dan tiada duanya. hanya saja susah untuk dinikmati karena tertutup oleh warung warung yang berjejer di area parkir. |
![]() |
| Makam Sheikh Quro berada di dalam bangunan segi empat seperti tampak dalam foto di atas. para peziarah tidak diperkenankan masuk ke dalam bangunan tersebut. |
-----------------------------------
Follow akun instagram
kami di @hendrajailani
------------------------------------
Baca Juga




































